UNTUK CLOSE : KLIK LINK IKLAN DI BAWAH 1 KALI AGAR MELIHAT FULL ARTIKEL ^^


Tampilkan postingan dengan label Agus Sunarto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agus Sunarto. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Februari 2012

Puisi Bolos | Agus Sunarto

Bolos
Agus Sunarto

buku buku tebal ini
hampir menjenuhkan
bergelayut di punggung
ah…
sebaiknya tak kubawa
kusimpan dalam lemari saja
dan aku mau bersantai
udara cukup panas
biarkan aku berlari seaat tanpamu
aku rindu ibu
aku ingin lari ke pelukannya
dan kubilang:
“Ibu aku rindu
teh manismu”
kini ribuan mil jarak kita
aku cuma punya pohon ini
yang selalu kududuki dahannya
pejamkan mata dan ayunkan kaki
seakan berada dalam pelukan ibu

ibu,maaf aku selalu bolos
selalu mau bolos
kalau ingat berayun
dalam pelukanmu.

Bandung, April 2010

Puisi Jakarta | Puisi Tentang Kehidupan

Jakarta
Agus Sunarto

lihatlah suasana baru
gedung gedung baru
hotel hotel baru
berdiri saling bersaing
tapi kemiskinan barupun
semakin nyata
tapi semua datar datar saja
pergerakan kecil maupun besar
tak terlihat sama sekali
syukurlah bila sudah
menikmati keadaan ini
akupun ingin diam saja

kerja tidur
makan tidur
kerja makan
tidur lagi

Bandung, Juni 2010

Puisi Tentang Koin | Agus Sunarto

Koin
Agus Sunarto

dulu sering kusisipkan satu koin
bukan untuk telpon rumahmu
tapi untuk lempar
kaca jendela kamarmu
pemberi tanda aku datang
lalu kita duduk bersama
di depan beranda

banyak cerita
banyak tawa
banyak mimpi
berakhir begitu saja

kau memilih pulang lebih dulu
dan aku masih ingin disini

bukan salahku
bila kita tak sejalan
benda terkutuk itu telah
membawamu pulang
sebelum kau selesaikan
etape pertamamu
sebelum kau coba
Laptop terbarumu yang kita
beli berdua

kepana tak pernah cerita padaku
atau kau masih ragukan aku?

Bandung, Mei 2010

Puisi Bertema Miskin | Agus Sunarto

Miskin
Agus Sunarto

Pagi buta segala hantu pun
belum terjaga
berlari mengejar bis
jam kerja
antrian panjang di pintu gerbang

memoles wajah
menyemprotkan wewangian

buruh hotel menjual jasa
harus wangi, bersih, segar
dan pintar
tersenyum ramah
persetan dengan masalah rumah
yang menumpuk
tetap harus senyum
berada di dalam bangunan
megah hotel berbintang

akhir bulan upah hanya 2 jam
mampir di tangan
semua budgeting harus diisi
negosiasi upah
selalu ditolak pengusaha
alasan pengusaha, hotel rugi
pendapatan anjlok

tetapi ini harga diri
kami harus terus berjuang keras
bertanya kapan penyesuaian gaji

Bandung, Maret 2010

Jumat, 03 Desember 2010

Lukisan Wajahmu Agus Sunarto

Lukisan Wajahmu
Agus Sunarto

ada lukisan wajahmu
menggantung di langit
ku tengadah hendak memberi arti
seluruh tatapmu
ada senyum pembasuh luka
derita dunia datang bertubi
menghampiri setiap langkah

duka dunia melintas jauh
melewati kota
menembus padang
dan hinggap di atas kepala
hambamu yang fakir


Oktober 2009

Nyanyian anak Karya Agus Sunarto

NYANYIAN ANAK
Agus Sunarto

gambaran wajah murung melintas
mengikis sepi
menangkap nyanyian anak gembala
merambati usia
dan segala yang fana

beri aku selalu cintaMu
beri aku selalu rahmatMu

jika tanpa ampunanMu
aku hanyalah
orang yang merugi

lepaskan aku dari khilaf
rangkum aku dalam cahayaMu

Desember 2009

Puisi METEOR Karya Agus Sunarto

METEOR
Agus Sunarto

tidakkah kau sadari
hari begitu cepat berlari
bagai meteor lepas
tak terkendali


tidakkah kau sadari
berapa banyak orang berharap
waktu dapat terulang
kembali?

Surabaya, Nopember 2009

Senin, 22 November 2010

Puisi Agus Sunarto | Ibarat kaca

Ibarat kaca
Agus Sunarto

hidup ibarat kaca
kadang begitu rapuh
dan kadang begitu angkuh
bila pun ia pecah berserakan
itu bukanlah akhir dari
keindahan
karena masih ada harapan
dalam perjalanan panjang kehidupan
kan ada yang menyusunnya kembali utuh


hidup adalah arti
akan jati diri
bilakah ia tak selars dengan mimpi
maka biarlah aku berdiri
bukan berhenti
karena hidup sendiri
tak kenal kompromi


Surabaya, Pebruari 2010

Skenario 2 | Karya Agus Sunarto

Skenario 2
Agus Sunarto

bicara atau diam
apa bedanya?
aku bicara
rakyat bicara
sampai mulut berbusa
aku diam
rakyat bungkam
bersama leleh airmata
tiada telinga mendengar
tiada gaung menggema


ketika bicara menjadi diam
riuh berubah bisu
panggung kehilangan riuh
dalang kehabisan cerita


Surabaya, Desember 2009

SKENARIO I Agus Sunarto

SKENARIO I
Agus Sunarto

kalau aku bicara
akulah rakyat jelata yang terengah engah
kalau kamu bicara
kamulah penguasa pongah
dengan mulut berbuncah
kalau mereka bicara
mrekalah politikus rakus
yang terus mengendus
ketika aku diam
suara rakyat terbungkam
ketika kamu tak mau diam
tangan penguasa main bekap
ketika mereka tak bisa diam
lidah politikus saling tikam

Surabaya, Desember 2009

Puisi Jalang Agus Sunarto

Jalang
Agus Sunarto

ketika jalang merusak sukma
nafsu berpacu mendobrak batas
mengoyak dada, meretak kepala
membuta mata, menuli telinga
membebal rasa

duh, gusti
mengapa aku selalu jadi pecundang
ketika harus melawan jarang?

Surabaya, Januari 2009