Termenunglah
Chairul Abshar
maka termenunglah aku
ketika malam-malam ku kecup
sebuah sepi
yang menggigil
dan lidah yang kelu
seharusnya aku berontak
tapi darahku tak bergolak
maka termenunglah aku
ketika butir butir sepi
menyapa tanpa sadar
dan mengharap
mimpi cepat hilang
Juanda, 10102010
Tampilkan postingan dengan label Chairul Abshar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Chairul Abshar. Tampilkan semua postingan
Jumat, 24 Februari 2012
Puisi Termenunglah | Chairul Abshar
Puisi Gumam Bocah | Chairul Abshar
Gumam Bocah
Chairul Abshar
kepak sayap burung dara
adalah langkahku
dibawah langit
kebiruan cakrawala
arus darah
burung dara
adalah lintasan
kembara menujuMu
tatap mata
burung dara
adalah senyum
yang dalam
saat memandangMu
burung dara adalah rindu
ku menikmati langkahMu
yang langka
Nganjuk, 23102010
Puisi Saat Mandi | Chairul Abshar
Saat Mandi
Chairul Abshar
Saat aku mandi
Seekor cecak memandangku
dengan sorotan mata tajam
kuambil segayung air
kusiram cecak itu
cecak pun lari
Aku tak tahu
mengapa cecak kusiram
mungkin aku malu
karena aku telanjang
Sby, 25122010