PAHLAWAN SEJATI
Restoe Prawironegoro Ibrahim
Ibu termenung lagi,
Sejak kejadian di pengadilan tempo hari
Ayah kini seorang napi,
Tapi di hati ibu ayah pahlawan sejati
Tiap saat kuberdoa kepada Tuhan
Doaku hanya untuk ayahku
Semoga doaku menembus Terali besi yang mengurungnya
Hanya panjatan doa yang bisa kulakukan
Hingga terasa mulutku lelah
Ayahku yang kucinta, semoga cepat pulang
Jakarta, 15 Juni 2009
Tampilkan postingan dengan label Restoe Prawironegoro Ibrahim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Restoe Prawironegoro Ibrahim. Tampilkan semua postingan
Jumat, 06 Mei 2011
Puisi Pahlawan Sejati | Restoe Prawironegoro Ibrahim
Senin, 28 Februari 2011
Korban Kebebasan | Puisi Restoe Prawironegoro Ibrahim
KORBAN KEBEBASAN
Restoe Prawironegoro Ibrahim
kutawarkan satu cerita,
tentang nostalgia hidup,
dan ilustrasi perjalanan masa silam
padamu
kesenandungkan kidung yang telah usang,
tentang indahnya suatu kebebasan,
kebebasan yang membawa kesesatan,
semua kata kutanamkan dalam tingkah,
untuk percaya dan tak percaya
padamu kutumpahkan segala keresahan,
tentang sisa-sisa kemunafikan,
antara perjanjian dan pelanggaran,
lalu kutemukan satu perbedaan,
yang kau nilai sebagai korban kebebasan
padamu
kupasrahkan semua penilaian,
tentang kebaikan dan keburukan,
karena, hanya padamu
kutemukan mentariku yang hilang,
dalam duka dan kebahagiaan
Maret-2009
Kehidupan Perantauan | Puisi kehampaan
KEHIDUPAN PERANTAUAN
Restoe Prawironegoro Ibrahim
Detik-detik berlalu dengan kehampaan
kulangkahkan kaki dan perasaan tak tentu
apa yak akan kudapatkan?
apa yang akan aku lakukan?
dan apa yang aku dambakan dalam hidup ini?
tak seorang pun dapat menjawabnya,
juga diriku sendiri tak mengerti apa yang kucari,
keresahan dan kebahagiaan datang tanpa ujud,
singgah sejenak, kemudian berlalu tanpa kesan,
hanya detik-detik harap yang selalu bersemi,
dalam jiwa yang gersang dan resah ini,
tapi, ditengah segera nan gersang ini
kucoba 'tuk mewujudkan segala angan,
yang selalu melekat dalam pikiran
segala doa dan usaha kulakukan,
demi tercapainya satu tujuan,
ditengah kehidupan perantauan.
Maret-2009