MUDIK
Suyitno Ethex
berjubel berdesakan berebutan saling berkeinginan
satu tujuan kembali ke kampung halaman
yang beberapa silam tertinggalkan
mencari nafkah di kota metropolitan
berjejal berebutan tangan membawa bekal
tak ada yang kalah, tak ada yang menang
satu arah tujuan pulang kampung asal
sebuah perjuangan tak kenal pantang
setiap lebaran magnit kampung halaman
menarik kembali debudebunya
yang bersebaran di kota metropolitan
untuk kembali ke bumi awal pijakan
bersilaturahmi meleburkan diri
kembali berharap fitri
berjejal berdesak berebutan
di stasiun
di terminal
di bandara
di pelabuhan
satu tujuan
pulang ke kampung halaman
07 Agustus 2012
sumber : fiksi.kompasiana.com
Tampilkan postingan dengan label Suyitno Ethex. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suyitno Ethex. Tampilkan semua postingan
Jumat, 17 Agustus 2012
Puisi Mudik | Suyitno Ethex
Rabu, 15 Agustus 2012
Puisi Menjelang Lebaran | Senandung Lebaran
Senandung Lebaran
Suyitno Ethex
senandung lebaran pelan pasti mulai tergelar
pasarpasar tak sepi penggunjung
tokotoko tak sepi pendatang
kampungkampung mulai terlihat pemandangan
rumahrumah kusam hilang tertelan kebiasaan
dimana setiap menjelang lebaran
dipoles cat kembali seakan tak mau tertinggal
ikut menikmati senandung lebaran
senandung lebaran setiap tahun
iramanya tak pernah berganti selalu terjadi
kenaikkan hargaharga kebutuhan
kenaikkan ongkos transportasi
kenaikkan segala keburuhan
hingga menjadi kesempatan tersendiri
bagi mereka yang suka mencari
kesempatan untuk memperkaya diri
senandung lebaran setiap tahun
sebuah tradisi yang tak pernah terlewati
yang jauh pulang kampung
yang di kampung siap menampung
tradisi silaturahmi
jadi ajang kangen tersendiri
08 Agustus 2012
sumber : fiksi.kompasiana.com

