UNTUK CLOSE : KLIK LINK IKLAN DI BAWAH 1 KALI AGAR MELIHAT FULL ARTIKEL ^^


Tampilkan postingan dengan label Titin Sulistyorini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Titin Sulistyorini. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Januari 2013

Puisi Dalam Rindumu, Ibu | Titin Sulistyorini

DALAM RINDUMU, IBU
Titin Sulistyorini

jika rindu itu aku
engkaulah muara cinta...

jika khilaf itu aku,
engkaulah samudra maaf..

adamu tak terwakilkan,
tiadamu tak tergantikan...

dalam untaian fatihah,
rinduku tumpah

22 desember 2012

Puisi Orangtua Berwajah Teduh Itu...| Titin Sulistyorini

ORANGTUA BERWAJAH TEDUH ITU,….
Titin Sulistyorini

ialah yang bernama ketabahan
karna tlah begitu banyak
derita hidup dialami
dan membuatnya
tetap bertahan
hingga kini,

orangtua berwajah teduh itu,
ialah yang bernama kesabaran
yang menjadikan kesederhanaan
sebagai pijakan,
dan ikhlas adalah tujuan,
slalu meminta kami,
anak cucu
tidak silau karna harta,
dan tak patah karna derita

orangtua berwajah teduh,
begitu pendiamnya dirimu,
sehingga diammu pun
merupakan titah bagiku

kata-kata yang keluar darimu
adalah butiran mutiara
yang akan tersimpan
dalam pundi jiwa kami,
anak cucumu

orangtua berwajah teduh itu,
ialah yang bernama
keteladanan
yang slalu bangun
di sepertiga malam
dan berpuasa di selain ramadhan,
untuk keselamatan kami,
anak cucumu

(orangtua berwajah teduh itu,
btapa kami mengasihimu)

28 November 2012

Puisi Di Telapak Kakimu Aku Mencari Surgaku | Titin Sulistyorini

di telapakkakimu aku mencari surgaku
Titin Sulistyorini

aku rindu harum tubuhmu yang selalu memelukku dalam dingin sepiku
mengenangmu adalah melihat kenakalan masa kecilku dan aku rindu buaimu dalam urai air mataku

ibu,
brapa air mata kau tumpahkan untukku brapa banyak doa kau limpahkan padaku dan btapa aku tidak bisa membalasnya karena tiada terhingga tiada terbilang

ibu,
jika waktu bisa diputar ulang aku ingin menukar duniaku dengan hadirmu agar aku punya kesempatan kedua untuk berbakti kepadamu
mengisi segala yang pernah hilang terabaikan

ibu,
masih terasa hangat airmatamu menangisiku ktika aku merantau ktika aku dipinang ktika aku berjuang untuk menjadi ibu ktika aku lama tak menghampirimu

ibu,
di untaian doaku aku kirimkan rinduku dan derai fatihah adalah rentang jembatan antara engkau dan aku

ibu,
jika aku rindu apalagi yang bisa aku lakukan selain mendoakanmu?

sampang, 14 januari 2013