Berikut adalah beberapa Puisi untuk bisa kita jadikan bahan renungan. Semoga dengan bergantinya tahun, berganti pula hal-hal yang buruk yang pernah kita lakukan. Menjadi lebih baik adalah hal yang mutlak yang perlu dilakukan, perubahan demi perubahan ; perilaku, sikap, dan tentu saja dengan motivasi dan semangat baru untuk bisa menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain.Renungan di Malam Tahun baruAjinathaBerapa milyar dalam semalam kita muntahkan keudarahanya untuk sebuah perayaan dan kesia-siaanpadahal saat pesta itu dimulaijutaan mulut yang menganga karena belum makaninilah kesenangan sesaat yang menjadi budayadan terus dibudidayakan..Memang kesenangan setiap orang bukanlah hak kitauntuk membatasi dan juga membiarkan..dan memang tidak semua orang harus peduliterhadap penderitaan orang-orang yang termiskinkankarena kesenangan dan kemiskinan juga bukanlah pilihanBetapa kita terpedaya oleh kesenangan yang tidak membuat kita senangtapi tetap saja kita senang untuk melakukankita katakan itulah kehidupan..padahal hidup juga harus kita yang menjalankansekali pun kehendak Tuhan tidak bisa diabaikanKita hanya melaksanakan apa yang sudah menjadi kebiasaanpadahal..kebiasaan itu bisa saja tidak kita laksanakanhanya kitalah yang tahu itu baik atau buruk untuk dilakukantapi tetap saja kita memilih untuk melakukan..sekali pun dalam sehari-hari sulit untuk mencari makan..Sungguh kita terpedaya oleh setan..mengikuti kesenangannya berpesta dan melupakan keadaan..RENUNGAN TAHUN BARUHari-hari suka bergelimang tawa,Tak terasa kadang lupa Sang Pencipta,Hingga melalaikan perintah-Nya.Namun sedetik saja kita menangis,Beribu do’a dipanjatkan pada-Nya,Seakan-akan kita golongan hamba-Nya,Yang pasti dirahmati kuasa-Nya.Tidakkah kita mau tundukkan kepala,Sejenak mensyukuri aneka berkah-Nya,Yang perdetik kita hirup,Sehingga kita bertahan hidup.Haruskah kita hanya meminta?Pabila takwa di bibir saja.Perlukah kita menuntut ridho-Nya?Kalau iman tak bersemayam di dada.RENUNGKANLAH!Renungan Akhir TahunDiujung tahun ini, mari kita mengingat kembali…betapa kita sering belum jujur pada diri kita sendiri.Sudahkah kita benar-benar ikhlas dalam bekerja ?Sudahkah kita benar-benar adil dalam mengambil keputusan ?Sudahkah kita benar-benar arif melihat sudut pandang ?Sudahkah kita benar-benar jujur dalam keseharian ?Sama pikiran dengan ucapan…Sama kata dengan perbuatan…Saudaraku,Kita tahu bahwa apapun alasannya,ALLOH SWT Maha Tahu apa yang sebenarnya ada dalam hati kita.Bahkan niat sebesar nukleus pun, tak ada yang tak diketahuiNYA.Mari, segera kita akui kesalahan kita, dan mohon Ampun kepadaNYA.Bertobat…berjanji untuk tidak mengulanginya,agar kita benar-benar pantas menerima ampunan dariNYA.Mari Kita Sambut Awal Tahun Baru ini dengan berniat..Menjadi yang terbaik dari Tahun Kemarin….Dikutik dari berbagai sumber
Tampilkan postingan dengan label Ajinatha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ajinatha. Tampilkan semua postingan
Jumat, 28 Desember 2012
Puisi Renungan Malam Tahun Baru | Renungan Akhir Tahun
Senin, 01 Oktober 2012
Puisi “Pak Presiden” Tolonglah KPK..| Ajinatha
“Pak Presiden” Tolonglah KPK..AjinathaAku akan bilang itu bukanlah intervensiDan aku sangat yakin rakyat akan ada dibelakangmuTidakkah pak presiden tahuKalau KPK itu menjadi lemah dan galauAtau jangan-jangan pak presiden sendiri yang ikut mengacau..Ayolah pak..tunjukkan kalauBapak tidak sedang ikut mengacau..Untuk apa KPK ada kalau lemah tak berdayaDan keberadaan bapak pun tidaklah dianggap apa-apaAyolah pak tolong KPKBapak itu kepala negaraPunya hak dan kekuasaan untuk berbuat semena-menaPolisi melemahkan KPKDPR pun begitu juga..Apakah bapak sendiri turut serta dengan mereka..Tentulah tidak, kalau bapak bisa menolong KPK..Jakarta, Oktober 2012sumber : fiksi.kompasiana.com
Minggu, 26 Februari 2012
Puisi Dialah Sejatinya Pahlawan | Ajinatha
Dialah Sejatinya Pahlawan
Ajinatha
Dialah Pahlawan yang membagikan separuh hatinya untuk pengabdian
bagi bangsa dan negaranya,
dan separuhnya dia sisakan pada rentang waktu menyusuri alam keabadian.
Tidaklah satu manusia pun yang mengabdikan sepenuh hatinya
pada yang namanya keikhlasan,
ikhlas hanyalah sebatas jiwa dan raga,
itulah sejatinya pengabdian.
keikhlasan dalam pengabdian hanya layak dilakukan kepada yang maha kuasa.
….
Dialah Pahlawan yang mendahulukan
kepentingan untuk kemaslahatan diatas kepentingan pribadinya,
yang menginspirasi banyak orang untuk berbuat sesuatu demi kepentingan bersama,
yang setiap aliran darahnya mengalir butir-butir keringat dan semangat berjuang,
tidak mengenal rasa takut selama dalam garis kebenaran,
dan berjuang demi kemenangan kebenaran.
……
Dialah Pahlawan yang tidak pernah merasa berjasa atas apa pun
yang mengikhlaskan keringan dan darahnya tumpah
tanpa pernah mengharap belas dan balasan upah
semata karena pengabdian juga ketulusan
atas nama perjuangan dan kebersamaan
…….
dan itu siapa pun dia bisa..
tidaklah diukur dari derajat dan pangkat
dan tidak juga apakah dia orang terhormat
yang diukur hanya ketulusan dan niat..
Jakarta, 7 Nopember 2011
sumber : fiksi.kompasiana.com
Jumat, 13 Mei 2011
Puisi Tentang Wakil Rakyat (DPR) | Ajinatha
WAKIL RAKYAT
Ajinatha
Wakil Rakyat itu mewakili rakyat
Harus merasa mewakili rakyat
Jangan merasa sebagai pejabat
Biar terasa dekat dengan rakyat
Wakil Rakyat kalau tidak mau dihujat
Sama rakyat, pikirkan nasib rakyat
Jangan jaga jarak sama rakyat
Ingatlah Anda bukan pejabat
Wakil Rakyat kalau tidak mau kualat
Jangan menyakiti hati rakyat
Lawan pemerintah kalau tidak pikirin rakyat
Itu kalau merasa mewakili rakyat
Wakil Rakyat Bukanlah Pejabat
Harus merakyat diantara rakyat
Tidak bersikap seperti pejabat
Yang menyikat hak-hak rakyat
Wakil Rakyat bukan alat pemerintah
Pengontrol kebijakan pemerintah
Bukan lembaga stempel pemerintah
Tidak tidur nyenyak disaat rakyat susah
Jakarta, 2 April 2011
