UNTUK CLOSE : KLIK LINK IKLAN DI BAWAH 1 KALI AGAR MELIHAT FULL ARTIKEL ^^


Tampilkan postingan dengan label Aspar Paturusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aspar Paturusi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Desember 2012

Puisi Tukang Koran | Aspar Paturusi

sumber gbr : www.judyoplasma.deviantart.com

TUKANG KORAN
Aspar Paturusi

pagi sekali kabar-kabar terbaring
tukang koran terlatih melemparnya
segera kupungut sarapan pagiku
kulahap kabar seraya mereguk teh

tukang koran tak selalu bawa kabar baik
bahkan kini lebih banyak kabar buruk
pembaca koran sudah tahu jenisnya
dari presiden, koruptor, hakim diadili
sampai anak menganiaya ibu sendiri

kabar-kabar membuatku mabuk
kadang membakar emosi
menikam-nikam perasaan
meluapkan amarah
mengacaukan pikiran
melumpuhkan harapan

namun sehari saja tak ada kabar-kabar
tukang koran tak muncul di depan rumah
kok pagi terasa sepi

Jakarta, 26 Oktober 2011

Senin, 21 Februari 2011

Kumpulan Puisi Pahlawan | Ombak Abad Dua Satu

OMBAK ABAD DUA SATU
Aspar Paturusi

kualirkan kisah ke dalam gelombang
kutitipkan lewat sejarah abad kami
adakah terpantul pada cahaya permukaan laut
wajah-wajah kakekmu
hidup dalam gelisah sejarah
gelisah zaman bagai dongeng yang tak punya akhir
bertanyalah pada ombak sekitar pulau-pulaumu
ombak kami dulu yang masih memburu pantaimu
selamat pagi, anak muda abad dua satu
aku tak sempat lagi bersamamu
membacakan kisah-kisah lama

1980

Puisi Kepahlawanan | Bambu Runcing

BAMBU RUNCING
Aspar Paturusi

surabaya mengukir sejarah
rakyat bangkit melawan
mereka unjuk kekuatan
mereka tersinggung marah
sekutu dengan angkuh
menyuruh mereka menyerah
berbaris menyerahkan senjata
seraya mengangkat tangan
pasukan terlatih dengan senjata canggih
tak kuasa melumpuhkan semangat juang
perlawannan rakyat yang gigih
yang bersatu bahu membahu
mereka rela dan siap mati
untuk harkat kemerdekaan
demi kehormatan bangsa
sekutu yang berpengalaman tempur
memuntahkan segala macam peluru dan bom
ke seluruh penjuru kota
namun rakyat tetap melawan
dengan senjata apa adanya
dengan bambu runcing perjuangan
bambu runcing melawan meriam
bambu runcing melawan tank
bambung runcing melawan keangkuhan
itulah bambu runcing kemerdekaan
bambu runcing cinta tanah air
bambu runcing pengabdian
bambu runcing hati nurani
kini, 64 tahun kemudian
masihkah tergenggam bambu runcing
bambu runcing kebenaran
bambu runcing keadilan
bambu runcing hukum
yang merubuhkan penghianat amanah bangsa
melumpuhkan para maling kekayaan bangsa
ayo, kita raih bambu runcing kembali
yang tak pernah hilang dalam hati nurani

jakarta, 2009

Puisi Tentang Perjuangan | Walau Setetes Darah

WALAU SETETES DARAH
Aspar Paturusi

ada setetes darah
terjerembap di jalanan
ada setitik air mata
tersungkur di atas darah
darah ini darah siapa
airmata ini airmata siapa
hanya langit mendung memayunginya
tapi bumi tahu siapa yang empunya
jangan bersedih dedaunan
kicaumu jangan sendu hai burung
darah itu menetes dari roh nurani
butir airmata adalah belaian damai
jangan biarkan darah itu mengering
jangan abaikan titik airmata itu
walau cuma setetes darah dan airmata
dari sini awal kemerdekaan
dikumandangkan

jakarta, agustus 1996