UNTUK CLOSE : KLIK LINK IKLAN DI BAWAH 1 KALI AGAR MELIHAT FULL ARTIKEL ^^


Tampilkan postingan dengan label Evi Melyati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Evi Melyati. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Februari 2012

Puisi Untukmu Guruku | Evi Melyati

Untukmu Guruku
Evi Melyati

Guratan luka adalah kepedihan
ketika rindu memanggil
memasung segala benci
dan dendam kala itu, kami adalah
deretan kertas putih
tanpa makna
selama itu kita berpagut
dalam harapan
masa depan yang terbentang
begitu jauh begitu samar
kini kurangkai kata
untuk segala kebersamaan
yang pernah ada
tanah ini telah menjadi saksi
tentang ulah
prestasi dan kenakalanku
aku rindu pada segala yang kulewati
gemuruh angin dan tanah berdebu
sungguh deras suaramu memanggil
membawaku keluar dari kegelapan
dari kebodohan
seperti tak ada
untuk terima kasihku
kepada bapak guru
kepada ibu guru
pembawa cahaya penerang gelapku
esok masih sangat panjang
jalan masih begitu jauh
cita-cita harus ditegakkan
temaram di kaki langit
mengiringi langkah
tiada berujung

Tangerang, 07032011

Puisi Tentang Kemiskinan | Evi Melyati

Kemiskinan
Evi Melyati

Jika cawan telah kering
seperti jiwamu
jangan lagi berlari
kemiskinan yang mengekang
membuatmu lebih suka
menarik kutang, membuka paha
kutahu itu bukan dirimu
mengadulah pada langit
pesantren tempatmu dibesarkan
kibarkan bendera setengah tiang
kembalilah sahabatku
sebelum sesal datang membayang
berhentilah seperti kapal
merindukan dermaga

Tangerang, 02022011

Puisi Langit Semakin Tua | Evi Melyati

Langit Semakin Tua
Evi Melyati

Langit ada dimana mana
melingkupi segala tak peduli rupa
bumi terbentang rasa
kita hanya bebas menapak
tanpa bisa memiliki
ketika langit semakin tua
bumi semakin sesak
rumput semakin tinggi
semakin menusuk
bencana tak jera mendera
rindu bara kepada Tuhan
kemana perginya

Tangerang, 05012011