Langit Hari Ini Berwarna Biru
Galih Wirahadi
Langit biru hari ini begitu cerah.
Kicauan burung saut menyaut masih terdengar,
di sela-sela aktivitas manusia dalam menapaki hari.
Langit biru hari ini seakan mengusap segala kenangan yang terjadi seminggu yang lalu.
Hampir setiap hari, awan mendung disertai hujan dan angin selalu menyapa.
Kini langit tlah kembali biru dan cerah.
Jika hari ini awan mendung masih menyelimuti wajah kita.
Kemuraman, kesedihan, kemarahan, kejengkelan…masih mengelayuti kita.
Sibakanlah semuanya itu, dan buang jauh.
Lihatlah hari ini langit tampak biru cerah.
Sayang sekali jika hati ini, masih menyimpan segala kepahitan dan kegetiran diri.
Langit hari ini begitu cerah.
Semoga secerah hatimu dalam menjalani hari demi hari.
25 Maret 2012
sumber : fiksi.kompasiana.com
Tampilkan postingan dengan label Tema Langit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tema Langit. Tampilkan semua postingan
Minggu, 06 Mei 2012
Puisi Langit Hari Ini Berwarna Biru | Galih Wirahadi
Senin, 05 Maret 2012
Puisi Menjelang Pagi | Menanti Langit Pagi
Puisi Menjelang Pagi
Karya: Cinta
cuma ada aku disini
ditemani secangkir kopi
sepi……
cuma ada aku disini..
dan gerimis telah usai bernyanyil.
sunyi…..
cuma aku disini..
bahkan bulanpun telah dibuai mimpi…
cuma aku disini…
menanti langit pagi…
Januari, 2010
sumber : fiksi.kompasiana.com
Senin, 20 Februari 2012
Puisi Langit Semakin Tua | Evi Melyati
Langit Semakin Tua
Evi Melyati
Langit ada dimana mana
melingkupi segala tak peduli rupa
bumi terbentang rasa
kita hanya bebas menapak
tanpa bisa memiliki
ketika langit semakin tua
bumi semakin sesak
rumput semakin tinggi
semakin menusuk
bencana tak jera mendera
rindu bara kepada Tuhan
kemana perginya
Tangerang, 05012011
Jumat, 18 Februari 2011
Dari Potongan Langit | Puisi Puisi Kehidupan
Dari Potongan Langit
Ulfatin Ch
Dari potongan langit, aku ingin kembali kemasa kecil.
Tapi bukan untuk menjadi sysipus atau mengaku nabi
yang kemudian dicekal
Aku ingin menjadi
Rumi yang bersenandung cinta aku ingin menjadi kartini
yang bersanggul dan menulis surat pada kawan-kawan
Aku pun ingin menjadi ibu
penanam kasih pada anak-anak
Aku ingin menjadi entah siapa yang digerus gempa
tapi tak mati
Dan dari potongan langit itu juga
aku ingin menyentuhkan kedua tanganku padaMu
untuk sepenggal hati yang
kemudian pergi untuk negri yang mulai
tak nyaman lagi
untuk kalian yang duduk semedi
yang gemar menaikkan tunjangan pagi
untuk kalian penangguh denda dari pajak
tahun lalu Aku ingin
2008
Kamis, 17 Juni 2010
DARI BENTANGAN LANGIT - Puisi Kebesaran Tuhan
DARI BENTANGAN LANGIT
Oleh : Emha Ainun Nadjib
Dari bentangan langit yang semu
Ia, kemarau itu, datang kepadamu
Tumbuh perlahan. Berhembus amat panjang
Menyapu lautan. Mengekal tanah berbongkahan
menyapu hutan !
Mengekal tanah berbongkahan !
datang kepadamu, Ia, kemarau itu
dari Tuhan, yang senantia diam
dari tangan-Nya. Dari Tangan yang dingin dan tak menyapa
yang senyap. Yang tak menoleh barang sekejap.
1997
Senin, 17 Mei 2010
MATAHARI DI LANGIT JAKARTA, SUATU SORE
MATAHARI DI LANGIT JAKARTA, SUATU SORE
Ari Saptaji
matahari menggantung capek di langit Jakarta
yang kelabu: tak kutangkap jiwamu
kota yang lesu oleh sibuk dan riuh
matahari, lingkaran yang besar dan merah
hilang gairah mencatat derunya. udara berasap
dan langit menyadap debu malam
yang membayang jatuh
lantas menyalalah: lampu-lampu yang menyedot itu,
gedung-gedung yang menelan itu - tak juga penuh
kota, ah, kota, kutahu hatimu:
semangkuk kacang yang menggerakkan liur Esau
dan memuntahkan air dari lubuk keakuannya
Jakarta, 1991
Senin, 10 Mei 2010
PERJALANAN KE LANGIT
PERJALANAN KE LANGIT
Kuntowijoyo
Bagi yang merindukan
Tuhan menyediakan
Kereta cahaya ke langit
Kata sudah membujuk
Bumi untuk menanti
Sudah disiapkan
Awan putih di bukit
Berikan tanda
Angin membawamu pergi
Dari pusat samudera
Tidak cepat atau lambat
Karena menit dan jam
Menggeletak di meja
Tangan gaib mengubah jarum-jarumnya
Berputar kembali ke-0
Waktu bagi salju
Membeku di rumputan
Selagi kaulakukan perjalanan.

