SEPASANG ARCA
Goenawan Maryanto
seketika kita menjelma arca
berpelukan di tengah gunung
menunggu peziarah
yang datang tak tentu
kita tak bergerak ke mana pun
sementara tahun
ajek menggugurkan daun-daun
jalan sudah kadung kau lipat rapi
dan bakar di sebuah malam
masa depan tinggal asap
yang sekejap hilang
muksa dibawa lari angin
jadi di sinilah kita
meminta waktu
menebalkan kulit
dengan lumut dan debu
Jogja, 2012
Tampilkan postingan dengan label Goenawan Maryanto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Goenawan Maryanto. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 16 Juni 2012
Puisi Sepasang Arca | Goenawan Maryanto
Jumat, 15 Juni 2012
Puisi Tentang Sinden | Goenawan Maryanto
SINDEN
Goenawan Maryanto
suaramu menggambar rumah
yang inggin sekali kutinggali
(seratus meter persegi
dengan taman kecil tersembunyi
di bawah sebuah jendela)
suaramu—yang terkumpul
dari sejumlah museum sepi
yang kerap kau singgahi –
tiba-tiba hadir serupa kartu pos
dari kawan lama
aku seperti pernah mendengar suaramu, dulu
saat demam kebanyakan bermain hujan
aku seperti pernah mendengar suaramu, dulu
di sebuah pertunjukan wayang
kini sepanjang malam suaramu duduk simpuh
di antara tukang gender dan tukang kendang
matanya menatap tajam punggungku
seperti membaca cerita yang akan kutulis
hingga kita jatuh tertidur pada sebuah subuh
Jogja, 2012

