UNTUK CLOSE : KLIK LINK IKLAN DI BAWAH 1 KALI AGAR MELIHAT FULL ARTIKEL ^^


Tampilkan postingan dengan label Gunawan Wibisono. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunawan Wibisono. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 September 2012

Puisi Ketika Shiyam-mu Menangis Pilu di Pintu Syurga

Ketika Shiyam-mu Menangis Pilu di Pintu Syurga
Gunawan Wibisono

(1)

Ketika muazin maghrib membuka pintu-pintu berbuka.
Para setan bergegas menghadap kehadirat Allah SWT.
Mereka menghiba mengajukan permohonan bebas bersyarat.
Mohon diperkenankan “cukup satu jam saja” turun ke dunia.
“Menggoda orang beriman yang tengah berbuka puasa”.

(2)

Lalu, apa yang terjadi ?
Para setan berdesakan memenuhi gelas-gelas berisi es dan cendol.
Para setan berdesakan memenuhi hidangan hangat di ruang nafsumu.
Lalu …
“Para setan tertawa terbahak-bahak menyaksikan gembulnya perutmu”.

(3)

Kalau begitu yang terjadi …
Terfikirkan-kah olehmu.
Untuk apa engkau bersusah-payah berpuasa di bulan ramadhan ?
Engkau hanya memperoleh ganjaran lapar dan dahaga.
Dan balas dendam sepuasnya selepas berbuka.
Tahukah engkau bahwa sesungguhnya ..
Semua itu adalah ”siksa neraka” yang nyata ?

(4)

Satu jam berlalu begitu cepat.
“Panggilan shalat isya dan tarawih-pun” berkumandang.
Para setan tunduk-patuh pada perjanjiannya dengan Tuhan.
Mereka kembali dirantai dengan panasnya gelegak api neraka.
“Namun tertawa terbahak-bahak penuh kemenangan”

29 Juli 2012

sumber : fiksi.kompasiana.com


Kamis, 20 September 2012

Puisi Untuk Jokowi | Segenggam Puisi untuk Jokowi


Segenggam Puisi untuk Jokowi
Gunawan Wibisono

(1)

Seandainya nanti engkau jadi memimpin DKI
Tolong rangkul bang Foke menjadi tim ahli
Lupakan silang-sengketa memburu tahta
Ayo bersama membangun Jakarta

(2)

Seandainya nanti engkau jadi memimpin DKI
Tolong bangun rumah layak huni
Bagi penduduk miskin ibukota
Agar Betawi kian tertata

(3)

Seandainya nanti engkau jadi memimpin DKI
Tolong rapikan bantaran kali
Agar airnya mengalir jernih
Agar ikan-ikan berenang dengan riang

(4)

Seandainya nanti engkau jadi memimpin DKI
Tolong lupakan tahta berikutnya
Jangan sibuk menumpuk harta
Jangan terlena goda wanita

(5)

Seandainya nanti engkau jadi memimpin DKI
Tertibkanlah kesemrawutan transportasi kota
Seperti dahulu engkau menaiki kopaja
Jakarta butuh perubahan dan Jakarta adalah : Jokowi

02 September 2012

sumber : fiksi.kompasiana.com