Jurnal AmalNurul Ilmi El-BannaKali ini, orang-orang berbondong-bondong berdatanganMemikul beban salah, saling bertukar maafWajah-wajah mereka penuh rekah pengharapanDi masjid-masjid juga mushallaDering nada, saling bertukar bunyiMengalirkan kata-kata, mengharap meluangkan kekosonganIni, malam jurnal amalNegeri manusia membasuh usiaMengoreksi sisa persepsi dalam diriLembaran catatan berhamburanMalaikat sibuk dalam semestaMenyusun laporan malam Sya’banMalam keramat ; pertanggung jawabanMalam melogaritmanya amal-amal manusiaMenjadi kuadrat berpangkatAtau, sebatas nikmat sesaatDari tetes air mata kental penuh dosaMalam ini lembar terakhir bernama Nisfu Sya’banPenghujung kesempatan melukis amalBesok akan ditutup pada bening matahariPada gigil embun di subuh sunyiEsok, terbuka jurnal baruTerbit dari redaksi penghambaanJogja, Juli 2012
Tampilkan postingan dengan label Nurul Ilmi El-Banna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nurul Ilmi El-Banna. Tampilkan semua postingan
Senin, 14 Januari 2013
Puisi Jurnal Amal | "Malam Nisfu Sya’ban"
Kamis, 10 Januari 2013
Puisi Prolog Ramadhan | Nurul Ilmi El-Banna
Prolog RamadhanNurul Ilmi El-BannaBulan-bulan gelap nan gerhanaSaling berganti, berlalu sudahTerlipat rapat dalam perjalanan pulang dan pergi menuju IlahiSelama bulan-bulan berlalu dengan gerhanaSungai-sungai mengalirkan air keruhmenyirami sisa umur dan sujudkuKucari lagi apa yang aku butuh,Di sini, pintunya kutemuiLapang, seumpama berhektar-hektar keteduhan terhamparKuketuk dengan puisi,Melangkahkan kakiKu dzikirkan beberapa prolog perkenalanLewat namamu ; RamadhanKubasuh wajah muram serta sekujur tubuhku yang rentaKusaksikan malam ini, bulan purnamaMengekalkan dingin dan membenamkan niatSedang jiwaku menjerit-jerit sekaratMenorehkan sisa dosa; nistaMenyisakan rasa haus akan maaf dan ampunanMenghambaMenengadahkan tangan akan hidayahKu ucap selamat datang,Pada bait-baik diksi prologMengameliorasi dari sudut RamadhanJogja, 20 Juli 2012http://oase.kompas.com/read/2012/07/21/22340013/Sajak-Sajak.Nurul.Ilmi.El-Banna
Jumat, 07 Desember 2012
Puisi Jalan Masih Panjang | Nurul Ilmi El-Banna
Jalan Masih Panjang
Nurul Ilmi El-Banna
Jalanku masih panjang membentang
Bersilang di tikungan tajam
Walau engkau pulang sebelum aku datang
Aku tetap bertahan mencipta ruang-ruang kosong, mengisi kehidupan
Jalanku masih panjang
Di balik musim yang berguguran dari langit-langit kalender
Aku merenda lingkaran tak berujung
Meniti jalan pada lengkung hidup
Senantiasa berucap sepi ; sunyi
Jalan masih panjang
Aku hanya gugur daun yang ditelanjangi alam
Merangkak untuk berjalan sepadan dengan orang-orang
Dan, jalanku terus saja masih panjang
Tanpa tahu di mana ia akan berhenti merentang
Jogja, 06 Juli 2012
http://oase.kompas.com/read/2012/07/21/22340013/Sajak-Sajak.Nurul.Ilmi.El-Banna