UNTUK CLOSE : KLIK LINK IKLAN DI BAWAH 1 KALI AGAR MELIHAT FULL ARTIKEL ^^


Tampilkan postingan dengan label Rudi Anwar Hasibuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rudi Anwar Hasibuan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Februari 2013

Puisi Ke-Mahasesal-an | Rudi Anwar Hasibuan

Ke-Mahasesal-an
Rudi Anwar Hasibuan

Kutitipkan salam buat rindu
Lewat angin sepoi malam sendu
Di bawah hamparan luas mata malam-Mu
Banyak sudah tertumpah tinta merah
’tika penaku catat sejarah
Aku ilalang yang terpanggang di padang
Andai aku Kau beri waktu
Akan kuburu surga-Mu!!

Pekanbaru, 23 Mei 2010

Senin, 24 Desember 2012

Puisi Balada Gadisku | Rudi Anwar Hasibuan

Balada Gadisku
: untuk Vas bungaku
Rudi Anwar Hasibuan

di pucuk dawat ini aku terjaga
menoreh berbait sajak di malam jelita
hingga pagi kembali tiba
dan embun menyapa nyawa-nyawa yang dahaga

belum lagi reda kau dalam dadaku
sementara pagi bersama malam berajut menyulam waktu
tapi kenapa kau tak kunjung berlalu

benih wajahmu yang kutanam di galian kalbu
kini telah berbunga mekar menjadi rindu

Gadisku...
adakah sedikit waktumu mengingat aku?
adakah secubit sukmamu merinduku?

Gadisku...
kau bunga terlama mekar di halaman hatiku
kau bagai roh yang bersemayam dalam ragaku
’kan hilang ’tika senja esok tak lagi milikku

Pekanbaru-Riau, 27 Mei 2012
http://oase.kompas.com/read/2012/07/26/15484996/Puisi-puisi.Rudi.Anwar.Hasibuan

Jumat, 14 Desember 2012

Puisi Simponi Gerimis | Rudi Anwar Hasibuan


Simponi Gerimis
Rudi Anwar Hasibuan

jika denyut tanya itu tak berdegub jawab,
biarkan jadi rahasia yang lelap.

Di tiap lembar ayat-ayat yang suci itu
Barangkali ada jawab yang terselinap

”Ooii.. nyawanyawa Kami
Dengar gerimis bersimponi tasbih menyeru Kami

Ooii.. ragaraga Kami
Lihat loncatan api dari dekapan bumi
Teriak rindu rengkuh Kami”

Lantas, jawab apa lagi yang kita tunggu degubnya
Sementara adaNya yang dalam tiada
Terus kita nikmati dalam angkuh lisan laku kita.

Pekanbaru, 23 Mei 2012
http://oase.kompas.com

Rabu, 28 November 2012

Puisi Rahasia Doa (Do'a) | Rudi Anwar Hasibuan

Rahasia Do’a
Rudi Anwar Hasibuan

Sujud yang kusemat rindu
Bila ’kan menunduk layu
Sujud yang kusemat rahasia doa dalam tahajud
Jadikan aku lupa
Aku dibekap sepi rupanya

Berapa juta detik aku menunggu waktu
Kau sambut rinduku
Tapi kabut pagi yang kental mamangkan pandanganmu.

Berdetak
Tak lagi jantungku
Berdenyut
Tak lagi nadiku

Tapi seluruh ragaku berdetak dan berdenyut
Menanti kau menyambut rindu yang beku

Ada rasa yang ingin kuucap
Tapi indera pengecap tak mampu berucap
Hanya sebilah sunyi yang menyayat-nyayat ayat
Yang tak mampu tersingkap

Lidahku kelu ’tika menatap sepasang matamu
Ragaku beku ’tika mendengar kau berlisan syahdu.
Dan ketika kau melangkah lalu
Aku pun terpasung rindu
Erat kepadaMu..

Pekanbaru, 25 Mei 2012
http://oase.kompas.com/read/2012/07/26/15484996/Puisi-puisi.Rudi.Anwar.Hasibuan