CINTA SEGI TIGAWinarni Dwi Lestari
Dia : sebelah jeruk nipis
Sedang duduk tersedu di bawah pohon berbunga
Sebentuk bintang putih terjatuh menghiasi rambutnya
Mungkinkah memikirkanmu? Mungkin aku
Kau : sebilah pisau
Coba belai tandan rambutnnya dengan tajam jemarimu
Kau tawarkan kilat pesona,dingin bahu dan anyir cintamu
Mungkin dukanya karena cintamu, mungkin cintaku
Aku : segores luka
Yang kau torehkan padanya, jangan selalu goda aku!
Lalu jatuh titik air matanya, kuseka
Dan aku terluka karenanya, mungkinkah kau?
Bogor, 4 Februari 2012
Tampilkan postingan dengan label Winarni Dwi Lestari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Winarni Dwi Lestari. Tampilkan semua postingan
Senin, 27 Februari 2012
Puisi Cinta Segi Tiga | Winarni Dwi Lestari
Puisi Tukang Sate | Winarni Dwi Lestari
TUKANG SATE
Winarni Dwi Lestari
Suara yang lewat, tinggi melengking
Melenting ke udara, lalu terpelanting
Ke pintu, jendela dan kaca
Akhir-akhir ini sering tersiram gerimis
Di dalam, hati-hati merasa miris
Malam terlalu beku
Sekedar memenuhi hasrat perut dan nafsu
Harum bara tak cukup mencairkan keinginan
Suara yang nyaring menggema dinding waktu
Tersangkut di tingkap lampu yang berkedip ragu
Tak ada yang merasa perlu memanggil suara itu
Tak ada yang merasa perlu keluar pintu
Di dalam, suasana hangat buat para penghuni tercekat
Hanya suara penjaga yang setia menyapa
Berhenti, ia kipasi kembali bara yang mulai padam
Ia tusuk, lalu bakar sisa malam
Yang berjalan pelan dalam tangis ritmis
Suara yang suatu malam nanti
Pasti melintas kembali
Mengetuk pintu, jendela dan kaca
Namun saat kau buka, tak ada
Bogor, 5 Februari

