UNTUK CLOSE : KLIK LINK IKLAN DI BAWAH 1 KALI AGAR MELIHAT FULL ARTIKEL ^^


Tampilkan postingan dengan label Ayid Suyitno PS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ayid Suyitno PS. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 November 2012

Puisi Motivasi | Snapshot Nasib - Ayid Suyitno PS

SNAPSHOT NASIB
Ayid Suyitno PS

harapan acapkali terperangkap
kenyataan bayangan yang
membubung tersaput jati diri

ada yang terbatas dalam
rumus kehidupan
menggelinding menggetarkan
segenap nurani
bolak-balik terguncang termenung
di tepi gelisah
bagaimana mungkin Petruk Jadi Ratu?

pungguk tetap pungguk walau
gambar bulan di kertas koran
setiap saat diinjak-injak
selama napas masih ditiupkanNya

sepucuk surat nasib
masih dapat diterbangkan angin
jatuh di telapak kaki yang sujud
seperti kepak burung meluaskan hawa
sejuk usaha tiada henti

Kamis, 19 Mei 2011

Puisi Sepanjang Menangis | Ayid Suyitno PS

SEPANJANG MENANGIS
Ayid Suyitno PS

sepanjang menangis
airmata telah menjelma pengembara
lupakan tanah air kenangkan negeri asing
dada perih dalam derita tiada akhir
wajah telah kehilangan bentuk

telah berapa banyak mimpi terpenggal?
kenyataan senantiasa memanggil!
telah berapa panjang jalan ditempuh?
kelokan tiada pernah habisnya!
telah berapa luas sabar menggelepar?
begitu sempit batas kepapaan!

panas lebih berkuasa dari dingin
kelam lebih tersebar dari terang
hidup seperti seorang pencundang
terkapar lapar di lorong kesengsaraan
mana lagi tempat berpijak pasti

senantiasa jalan-jalan kehilangan
jangan panggil tuhan dengan suara parau

Jumat, 13 Mei 2011

Biografi Ayid Suyitno PS


Biografi Ayid Suyitno PS

Adalah lulusan jurusan Pendidikan Anak IKIP Jakarta. Diundang Dewan Kesenian Jakarta dalam Forum Puisi Indonesia 1987, Dialog Penyair Jakarta 1989, Sastra Jakarta 2003. Selain di berbagai media massa, puisi-puisinya termuat dalam kumpulan Empat Melongok Dunia (1984), Sketsa Sastra Indonesia (1986), Menatap Publik (1993), Batas Diam Matahari (1996), Jakarta, Jangan Lagi! (1997), Resonansi Indonesia (1998). Kumpulan puisi tunggalnya Penyair Luka (1985), Lagu Kesunyian (1996), Kabar Keluh (1996), Memelihara Cinta (1996). Tinggal di Tangerang.

sumber : riaupos.co.id


Puisi Tentang Perceraian | Snapshot Cerai

SNAPSHOT CERAI
Ayid Suyitno PS

kau cium tangannya saat hendak pergi kerja
kau lambaikan salam:
selamat berjuang suamiku!

kau berikan seluruh hidupmu kepadanya
tapi kau dikhianatinya juga
perkawinan itu misteri
bukan lapar yang bisa diatur rapi
perkawinan juga bisa

jadi kelelawar penghisap darah
perkawinan bukan tidak mungkin
santun sesuai sabdaNya

jangan tangisi perpisahan
yang harus terjadi

Puisi Tentang Manusia | Ayid Suyitno PS

MANUSIA
Ayid Suyitno PS

sesungguhnya Allah Maha Baik
IA rakhmati
segala yang dihidupkanNya
jangankan manusia
tetumbuhan pun juga

tapi manusia bukan tetumbuhan
manusia bergerak tetumbuhan menjalar
manusia berpikir tetumbuhan pasrah
manusia bukan pula binatang apalagi iblis

meski perbuatan manusia
bisa lebih biadab dari binatang atau iblis
manusia harus punya hati malaikat
demi selamat dunia akhirat

Bekasi, April 2009

Puisi Tentang Rahasia Hidup | Ayid Suyitno PS

RAHASIA HIDUP
Ayid Suyitno PS

rahasiaMu tetap rahasia
misteri yang tersimpan rapat
di dinding kehidupan
tak bisa dirobohkan

dengan kekuatan apapun juga
tampak oleh kita
sang durjana menyebar kebaikan
sang baik hati ditimpa kemalangan

sang malang berubah jadi perkasa
itu semua kehendakMu rahasiaMu tetap rahasia
agar kita tetap berpegang teguh
pada kebenaran

Bekasi, April 2009

Puisi Cobaan | Puisi Tentang Cobaan Hidup

COBAAN
Ayid Suyitno PS

kenapa kepedihan datang lagi
dalam kehidupanku kali ini
di saat aku siap dan waspada
aku paham apa yang kini kualami
hanya ujianMu semata
seperti waktu-waktu sebelumnya
aku akan kuat menjalani

Bekasi, April 2009

Puisi Dilema | Puisi Tentang Dilema Kehidupan

DILEMA
Ayid Suyitno PS

aku tahu ujung kehidupanku: kematian
tapi aku tak tahu ujung nasibku: abu-abu
aku terbata-bata menggapai bahagia
meski ada harapan di keremangan

setiap kali sinar itu datang
selalu ada mendung menutupi
aku harus berjalan terus
menyusuri jejak takdirku

Bekasi, April 2009

Puisi Buat Sahabat | Karya Ayid Suyitno PS

BUAT SAHABAT
Ayid Suyitno PS

kekerasan macam apakah yang membayang
saat rimba gelap itu kau masuki
kita pernah kehilangan dan tanpa pegangan
ketika terkapar di lembah kegalauan

jangan pernah berpikir
untuk hanya aman
dalam airmata deras mengucur
dalam keringat basah mengalir

tak perlu darah memancar
meski kata orang
airmata keringat darah perlu
demi masa depan membanggakan

berjalan di garis iman
penuh kepastian
genggaman Tuhan

Jakarta, April 2007