UNTUK CLOSE : KLIK LINK IKLAN DI BAWAH 1 KALI AGAR MELIHAT FULL ARTIKEL ^^


Tampilkan postingan dengan label Biografi Penyair. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biografi Penyair. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Maret 2013

Biografi Eko Roesbiantono

Biografi Eko Roesbiantono

Eko Roesbiantono, alumni Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, lahir di Surabaya, 11 April 1967, menulis cerpen dan puisi, pada 1990-an beberapa puisinya antara lain dimuat di Suara Karya, Suara Pembaruan, Surabaya Post, Berita Nasional, Yogya Post, SKM Swadesi, Suara Muhammadiyah, Kolong Budaya, dan Duta Swedish Student Association. Juga dimuat dalam Antologi Puisi “Biarkan Kami Bermain” (Editor; Emha Ainun Nadjib, Balairung UGM, 1987), Antologi Puisi  “Hijrah” (Editor: Rachmat Djoko Pradopo, Shalahudin UGM, 1988).  “Antologi Puisi Festival Bulan Purnama Majapahit Trowulan 2010. Menjadi juara harapan II Lomba Cipta Puisi Darmaningsih Tahun 1990, dengan dewan juri: Dr Rahmat Djoko Pradopo, Dr Imran  T.  Abdullah, dan Dr Kuntowijoyo. Kini tinggal di Surabaya.

http://oase.kompas.com/read/2013/02/19/20482736/Puisi-puisi.Eko.Roesbiantono

Rabu, 02 Januari 2013

Biografi Daman Surachman

Biografi Daman Surachman

Nama saya Surachman dengan nama penyair Daman Surachman. Saya lahir di Jakarta 16 Juli 1955, cukup tua untuk seorang penyair, ditengah kancah penyair muda dan berbobot. Saya di waktu muda pemain teater( Teater RAMA, DAPUR teater), pernah mendirikan teater( Teater Anggrek, Teater SMPN 9, pemenang teater anak-anak 1981) dan mendirikan Deklamator muda Jakarta ( Tahta Perlawanan, Yuanita, Puri Setia Utami,dll) th. 1983. Sekarang lain, saya seorang guru Matematika sejak 1979, penulis buku Matematika dan seorang Kepala Sekolah ,namun saya tidak akan meninggalkan dunia saya : menulis sajak. Karena sajak hidup saya jadi berarti. Kumpulan sajak saya belum dibukukan. Dan nantinya kumpulan sajak ini akan diberti judul “ Dalam Perjalanan Pulang”. Puluhan sajaknya dibuat video dengan mengklik nama Daman Surachman Youtube.

Puisi dan ataupun sajak di bawah ini ada yang pernah di publis. Seperti Sajak Sebenarnya milik Kita, ketika baca sajak bareng Taufik, Ikranegara, Sutardji, Leon Agusta dll di Tugu Proklamasi. Saya mewakili kelompok Guru berprestasi ( 2009 )

Minggu, 23 Desember 2012

Biografi Hj. Ratieh Sanggarwaty, SE

Biografi Hj. Ratieh Sanggarwaty, SE
Hj. Ratieh Sanggarwaty, SE. Lebih dikenal dengan nama Ratih Sang. Lahir di Ngawi, 8 Desember 1962. Karya-karyanya antara lain; VCD Puisi: Bercermin Diri, Kaset Puisi: Ya, Rasulullah, Buku Puisi: Kata Mata dan Hati , Buku Puisi Hati: Bila Ibu Boleh Memilih . Buku Puisi: Namaku Perempuan, Buku Puisi: Surat Untuk Ayah, CD + Kaset: Musik, Zikir ; Puisi. Buku Puisi: Surat Untuk Anakku, Buku Puisi: Surat Untuk Ibu.



Tahun 1989
* Model pada Carrie Model Agency Singapore
* Model show tunggal Byblos di pulau Sentosa, Singapore
* Model show tunggal Kart Lagerfield di Singapore
* Pemotretan majalah Women Affairs di Singapore
* Pemotretan untuk British Fashion Big screen time square

Tahun 1990
* Model pada Thompson Agency di New York
* House Model di Fair Brook Company (pemegang lisensi merk Perry Ellis, Ellen Tracy, Calvin Klein)
* Pemotretan majalah Vogue Sposa, Italy di Maroko – Afrika

Tahun 1991
* Model pada Andrew’s Model, Kuala Lumpur
* Model show tunggal Bob Mackie di West Palm Beach Miami, Florida-USA

Tahun 1992
* Model pada Vertigine Agency Milan-Italy
* Pemotretan majalah CalifornianMart di Mexico

Kegiatan Lain:
* Tahun 1987 – sekarang : Pembicara, Moderator, MC di berbagai Seminar

Sabtu, 22 Desember 2012

Biografi Achmad Obe Marzuki

Biografi Achmad Obe Marzuki

ACHMAD OBE MARZUKI Adalah penulis, pelukis, penata panggung yang lahir di Jakarta 30 Juli 1975. Memperdalam dunia tulisnya melalui kursus kewartawanan di Planet Senen Jakarta Pusat pada tahun 1995. Tergabung dalam Wadah Teater Jakarta dan Lembaga Dongeng Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan (1995-1996). Membacakan puisi-puisinya dalam mimbar bebas panggung reformasi TIM 1998. Bergabung dengan Teater AGA (Anak Gudang Air) dan mendirikan Komunitas API (Anak Pasar Induk) pada tahun 2000. Mendirikan Pelangi Art Bengkel Handicraft 2001 dan sempat bekerja sebagai waiter. Pernah mengikuti pendidikan Banquet Service yang diadakan oleh Institut Tiara Mandiri Jak-Sel tahun 2002. Bersama Sanggar Poerbatjaraka dalam pementasan Layon (2008) dan Hong (2008) dalam Temu Teater Mahasiswa Nusantara Vi di Surabaya.

Email: am_obe@yahoo.com.

Puisi-puisinya yang masuk dalam Keranda Emas, Antologi 21 Penulis Bali yaitu:
Bulan Itu Begitu Jauh
Kamar 32
Di Tepi Senja Laut Biru
Sketsa Kota
Selamat Jalan


Rabu, 28 November 2012

Biografi Odi Shalahuddin

Biografi Odi Shalahuddin

ODI SHALAHUDDIN, lahir di Jakarta, 23 September 1969. Pernah kuliah di Fakultas Sastra UGM namun tidak selesai. Aktif menulis puisi, cerpen, esai di Kompasiana. Sejak tahun 1984 telah aktif di Organisasi Non-Pemerintah dan sejak tahun 1994 memfokuskan diri pada isu hak-hak anak. Banyak pula menulis artikel mengenai berbagai persoalan anak, terutama mengenai anak jalanan dan eksploitasi seksual komersial terhadap anak. Tulisan-tulisannya telah diterbitkan menjadi buku, diantaranya ”Cinta di Halte” (Kumpulan cerpen), Anak Jalanan Perempuan, Anak Bukan Pemuas Nafsu, dan Di Bawah Bayang-bayang Ancaman.

Sabtu, 03 November 2012

Biografi Deddi Anggadiredja

Biografi Deddi Anggadiredja

H.R. Deddi Anggadiredja, SE, MBA, kelahiran Sumedang 26 Desember 1943. Dia adalah seorang Bankir/akhli Perbankan dan semasa hidupnya pernah menjabat sebagai komisaris dan presiden komisaris di beberapa Bank dan sempat menduduki posisi direktur di Institut Bankir Indonesia dan Beliau juga aktif sebagai pengurus di Yayasan Kebudayaan Sunda Rancage bersama Ajip Rosidi. Karya puisinya banyak dimuat di beberapa surat kabar. Meninggal pada usia 63 Tahun , 04 Nopember 2006.

Rabu, 26 September 2012

Biografi Goenawan Mohamad

Goenawan Soesatyo Mohamad (Karangasem, Batang, Jawa Tengah, 29 Juli 1941) adalah seorang pujangga Indonesia yang terkemuka. Ia juga salah seorang pendiri Majalah Tempo.

Goenawan Mohamad adalah seorang intelektual yang punya wawasan yang begitu luas, mulai dari pemain sepakbola, politik, ekonomi, seni dan budaya, dunia perfilman dan musik, dan lain-lain. Pandangannya sangat liberal dan terbuka. Seperti kata Romo Magniz-Suseno, salah seorang koleganya, lawan utama Goenawan Mohamad adalah pemikiran monodimensional.

Masa Muda
Pendiri dan mantan Pemimpin Redaksi Majalah Berita Tempo ini, pada masa mudanya lebih dikenal sebagai seorang penyair. Ia ikut menandatangani Manifesto Kebudayaan 1964 yang mengakibatkannya dilarang menulis di berbagai media umum. Ia menulis sejak berusia 17 tahun, dan dua tahun kemudian menerjemahkan puisi penyair wanita Amerika, Emily Dickinson. Sejak di kelas 6 SD, ia mengaku menyenangi acara puisi siaran RRI. Kemudian kakaknya yang dokter, ketika itu berlangganan majalah Kisah, asuhan H.B Jassin. Goenawan yang biasanya dipanggil Goen, mempelajari psikologi di Universitas Indonesia, mempelajari ilmu politik di Belgia, dan menjadi Nieman Fellow di Harvard University, Amerika Serikat. Goenawan menikah dengan Widarti Djajadisastra dan memiliki dua anak.

Dunia Jurnalistik
Pada 1971, Goenawan bersama rekan-rekannya mendirikan majalah Mingguan Tempo, sebuah majalah yang mengusung karakter jurnalisme majalah Time. Disana ia banyak menulis kolom tentang agenda-agenda politik di Indonesia. Jiwa kritisnya membawanya untuk mengkritik rezim Soeharto yang pada waktu itu menekan pertumbuhan demokrasi di Indonesia. Tempo dianggap sebagai oposisi yang merugikan kepentingan pemerintah sehingga dihentikan penerbitannya pada 1994. Goenawan Mohammad kemudian mendirikan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), asosiasi jurnalis independen pertama di Indonesia. Ia juga turut mendirikan Institusi Studi Arus Informasi (ISAI) yang bekerja mendokumentasikan kekerasan terhadap dunia pers Indonesia. Ketika Majalah Tempo kembali terbit setelah Soeharto diturunkan pada tahun 1998, berbagai perubahan dilakukan seperti perubahan jumlah halaman namun tetap mempertahankan mutunya. Tidak lama kemudian, Tempo memperluas usahanya dengan menerbitkan surat kabar harian bernama Koran Tempo. Setelah terbit beberapa tahun, Koran Tempo menuai masalah. Pertengahan bulan Mei 2004, Pengadilan Negeri Jakarta Timur menghukum Goenawan Mohammad dan Koran Tempo untuk meminta maaf kepada Tommy Winata. Pernyataan Goenawan Mohammad pada tanggal 12-13 Maret 2003 dinilai telah melakukan pencemaran nama baik bos Artha Graha itu.

Karya Sastra
Selama kurang lebih 30 tahun menekuni dunia pers, Goenawan menghasilkan berbagai karya yang sudah diterbitkan, diantaranya kumpulan puisi dalam Parikesit (1969) dan Interlude (1971), yang diterjemahkan ke bahasa Belanda, Inggris, Jepang, dan Prancis. Sebagian eseinya terhimpun dalam Potret Seorang Penyair Muda Sebagai Si Malin Kundang (1972), Seks, Sastra, dan Kita (1980). Tetapi lebih dari itu, tulisannya yang paling terkenal dan populer adalah Catatan Pinggir, sebuah artikel pendek yang dimuat secara mingguan di halaman paling belakang dari Majalah Tempo. Konsep dari Catatan Pinggir adalah sekedar sebagai sebuah komentar ataupun kritik terhadap batang tubuh yang utama. Artinya, Catatan Pinggir mengambil posisi di tepi, bukan posisi sentral. Sejak kemunculannya di akhir tahun 1970-an, Catatan Pinggir telah menjadi ekspresi oposisi terhadap pemikiran yang picik, fanatik, dan kolot.

Goenawan Mohamad juga punya andil dalam pendirian Jaringan Islam Liberal.(sumber wikipedia.com)

Selasa, 10 Juli 2012

Biografi Gunoto Saparie

Biografi Gunoto Saparie

Gunoto Saparie, lahir di Kendal, Jawa Tengah, 22 Desember 1955. Selain menulis puisi, juga cerita pendek dan esai, dipublikasikan di berbagai media massa pusat dan daerah. Aktif dalam berbagai organisasi, antara lain Dewan Kesenian Jawa Tengah, ICMI Orwil Jawa Tengah, PWI Cabang Jawa Tengah, dan Ormas MKGR Jawa Tengah. Kumpulan puisi tunggalnya: Melancholia (1979), Solitaire (1981), dan Malam Pertama (1996). Kini menjadi Staf Ahli Pemimpin Umum Koran Sore Wawasan.


sumber : publiksastra.net




Senin, 27 Februari 2012

Biografi Alex R. Nainggolan

Biografi Alex R. Nainggolan

Alex R. Nainggolan dilahirkan di Jakarta, 16 Januari 1982. Menyelesaikan studi di FE Unila jurusan Manajemen. Tulisan berupa cerpen, puisi, esai, tinjauan buku sempat nyasar di Majalah Sastra Horison, Jurnal Puisi, Kompas, Republika, Suara Pembaruan, Jawa Pos, Seputar Indonesia, Sabili, Annida, Matabaca, Surabaya News, Lampung Post, Sriwijaya Post, Riau Pos, Suara Karya, Bangka Pos, NOVA, On/Off, dll.

Pernah dipercaya sebagai Pemimpin Redaksi di LPM PILAR FE Unila. Beberapa karyanya juga termuat dalam antologi Ini Sirkus Senyum...(Bumi Manusia, 2002), Elegi Gerimis Pagi (KSI, 2002), Grafitti Imaji (YMS, 2002), Puisi Tak Pernah Pergi (KOMPAS, 2003), Muli (DKL, 2003), Dari Zefir Sampai Puncak Fujiyama (CWI, Depdiknas, 2004), La Runduma (CWI & Menpora RI, 2005).

Beberapa kali memenangkan lomba penulisan artikel, sajak, cerpen, karya ilmiah terakhir di Radar Lampung (Juara III, 2003), Majalah Sagang-Riau (Juara I, 2003), Juara III Lomba Penulisan cerpen se-SumbagSel yang digelar ROIS FE Unila (2004), nominasi Festival Kreativitas Pemuda yang digelar CWI Jakarta(2004 & 2005).

Alamat: Komplek DKI Jalan Bina Serasih I Blok A No. 7 Rt. 005/05 Cengkareng Barat Cengkareng Jakarta Barat 11730.


Senin, 16 Mei 2011

Biografi Abdul Latip Talib

Biografi Abdul Latip Talib

Abdul Latip bin Talib dilahirkan di Kampung Ulu Seperi Rembau Negeri Sembilan pada 2hb Jun 1954, pernah bekerja sebagai pegawai ladang FELCRA selama 20 tahun dan kini merupakan penulis sepenuh masa. Beliau menulis dalam pelbagai genre seperti sajak, cerpen, rencana, drama tv dan novel. Sehingga kini telah menghasilkan 20 buah novel kanak-kanak, remaja dan dewasa. Kini menumpukan penulisan novel sejarah dengan PTS. Antara karya yang telah diterbitkan Salahudin Penakluk Jerusalem 2007, Khalid Memburu Syahid 2007, Ikramah Penentang Jadi Pembela 2007, Tariq Menang atau Syahid 2007, Si Bongkok Tanjung Puteri 2007, Setelah Roboh Kota Melaka 2007, Abu Bakar Sahabat Sejati 2008, Sultan Muhamad al fateh 2008, Leftenan Adnan Wira bangsa 2008, Hikayat Amir Hamzah jilid 1, 2 dan 3 2008.Ketekalan beliau menghasilkan karya telah melayakkan beberapa buah karya beliau merangkul pelbagai anugerah. Antaranya Sayembara Cerpen Berunsur Islam, Sayembara Cerpen Perpaduan, Hadiah Sastera Utusan dan Sayembara Cerpen dan Puisi Negeri Sembilan. Novel Beraraklah Awan Pilu memenangi Hadiah Sastera Utusan 2005. Randau Ruai memenangi Sayembara Menulis Novel Sarawak 2005 dan terbaru novel sejarah Perang Jementah dan datuk Moyang Saleh memenangi hadiah sayembara menulis novel sejarah Johor 2007.Abdul Latip yang kini menetap di Jelebu Negeri Sembilan pernah menerima Anugerah Sastera Negeri Sembilan 2005 dalam genre cerpen dan esei. Dan sekali lagi pada tahun 2007 dalam genre novel remaja.Beliau dikurniakan Pingat Khidmat Cemerlang Masyarakat (PMC) oleh kerajaan Negeri Sembilan pada tahun 2007

Jumat, 13 Mei 2011

Biografi Ayid Suyitno PS


Biografi Ayid Suyitno PS

Adalah lulusan jurusan Pendidikan Anak IKIP Jakarta. Diundang Dewan Kesenian Jakarta dalam Forum Puisi Indonesia 1987, Dialog Penyair Jakarta 1989, Sastra Jakarta 2003. Selain di berbagai media massa, puisi-puisinya termuat dalam kumpulan Empat Melongok Dunia (1984), Sketsa Sastra Indonesia (1986), Menatap Publik (1993), Batas Diam Matahari (1996), Jakarta, Jangan Lagi! (1997), Resonansi Indonesia (1998). Kumpulan puisi tunggalnya Penyair Luka (1985), Lagu Kesunyian (1996), Kabar Keluh (1996), Memelihara Cinta (1996). Tinggal di Tangerang.

sumber : riaupos.co.id


Rabu, 13 April 2011

Biografi Toto Sudarto Bachtiar


Biografi Toto Sudarto Bachtiar

Dilahirkan di Cirebon, Jawa Barat, 12 Oktober 1929. Penyair yang dikenal dengan dua kumpulan puisinya: Suara (1956) dan Etsa (1958) ini, juga dikenal sebagai penerjemah yang produktif. Karya-karya terjemahannya, antara lain Pelacur (1954, Jean Paul Sartre), Sulaiman yang Agung (1958, Harold Lamb), Bunglon (1965, Anton Chekov), Bayangan Memudar (1975, Breton de Nijs, diterjemahkan bersama Sugiarta Sriwibawa), Pertempuran Penghabisan (1976, Ernest Hemingway), dan Sanyasi (1979, Rabindranath Tagore). Ia merupakan catatan sejarah sastra tahun 1950-an, yang pada zamannya penuh perjuangan, sehingga karya-karya Toto selalu berisi perjuangan dan perlawanan melawan penjajah, seperti sajak Pahlawan Tak Dikenal, Gadis Peminta-minta, Ibukota Senja, Kemerdekaan, Ode I, Ode II, Tentang Kemerdekaan.

Saat terjadi Clash I, ia bergabung dalam Polisi Tentara Detasemen 132 Batalyon 13 di Cirebon. Pada waktu menjadi mahasiswa di Jakarta, pernah menjadi redaktur majalah Angkasa dan menjadi redaktur Menara Jakarta. Turut pula mendirikan majalah Sunda di Bandung bersama Ajip Rosidi tahun 1964 dan pernah menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat. Puisinya banyak dimuat media pada tahun 1950-an dan tersebar di beberapa media di Indonesia.

Sajaknya yang berjudul Ibu Kota Senja, menggambarkan situasi batiniah perjuangan menaklukkan Kota Jakarta. Ia menggambarkan Jakarta tanpa kompleks sebagai pendatang. Hingga kini, menurut pengamat sastra Agus R Sardjono, belum ada lagi sajak semesra dan seindah itu mengenai Jakarta. Hampir tidak bisa dibayangkan bahwa penulisnya adalah orang Jawa Barat dan menghabiskan sebagian besar hidupnya di Jawa.

Bersama Ramadhan KH, Rendra dan Sapardi Joko Damono dikenal sebagai salah satu tonggak sastra Indonesia pada periode 1950-an dengan ciri masing-masing. Namun nama Toto Sudarto Bachtiar kemudian seolah-olah terlupakan”sejarah. “

Toto Sudarto Bachtiar yang biasa dipanggil Kang Toto adalah penyair yang sangat dikagumi oleh para penulis remaja, sejak akhir tahun 1950-an. Hampir tiap kali ada kegiatan lomba baca puisi (deklamasi) antar pelajar Jawa Barat, maka puisi gubahannya selalu menjadi wajib. Penampilannya sangat sederhana, sampai di hari-hari terakhir hidupnya ia tidak pernah terlihat memakai sepatu, kecuali sepatu olah raga. Kebiasaannya, memakai sandal atau sepatu sandal. Kesukaannya adalah bepergian memakai kendaraan umum atau angkot. Kadang-kadang diantar sopir keluarga, hanya didrop ke tempat tujuan.

Toto Sudarto Bachtiar wafat di usianya yang ke-78 tahun, di Desa Cisaga, Kota Banjar, Jawa Barat.

(Berbagai Sumber)


Biografi Fandy Hutari


Biografi Fandy Hutari

Fandy Hutari, lahir di Jakarta 17 Agustus 1984, menulis puisi kalau sedang galau menghampirinya. Ini merupakan puisi-puisi kenangan-kenangan saat masih kuliah dulu. Adalah penulis esai, buku, novel, cerpen, dan puisi. Esai, puisi, dan cerpennya dimuat di beberapa media cetak dan online. Dua bukunya yang sudah diterbitkan adalah Sandiwara dan Perang; Politisasi terhadap Aktifitas Sandiwara Modern Masa Jepang (Ombak, 2009), dan Ingatan Dodol (Insist Media Utama, 2010). Penulis bisa dihubungi di Email: fandyhutari@yahoo.com. Facebook: Fandy Hutari (sandiwaradanperang@writeme.com).


Selasa, 12 April 2011

Biografi Surtini Hadi


Biografi Surtini Hadi
Surtini Hadi, Penyair perempuan lulusan Fakultas Hukum Unsoed Purwokerto ini, menulis puisi sejak Aliyah Pernah nyantri di Nurul Hidayah Purworejo dan di PPQ Al Amin Purwokerto. Puisi-puisinya terdokumentasi dalam buku KAKI LANGIT SASTRA PELAJAR, Horison, Jakarta (2002), KEMILAU MUSIM, Pekanbaru (2003), PESONA GEMILANG MUSIM, Pekanbaru (2004) dan PROGO 2, Temanggung (2008).

Beberapa puisi,cerpen dan artikelnya tentang perempuan pernah dimuat di :

Suara Merdeka, Horison, Muslimah, Annida, Sabili, Tabloid MQ, Cybersasta.net, eramuslim.com, Radar Banyumas, Surya online, rumahkiri.net, Annida Online, Semarak Bengkulu, Pro Justitia, Karima, Setara, Instalasi, Obsesi, Kosmik, Bina Desa, Fadilah.

Semasa kuliah aktif diberbagai kegiatan kemahasiswaan, dan sempat menjadi pemimpin redaksi Lembaga Pers Mahasiswa Pro Justitia. Membidani lahirnya Forum Diskusi Santri (FOKUS) Al Amin dan Buletin Al Afkaar. Pegiat Forum Lingkar Pena (FLP) Purwokerto, Pusat Advokasi Hukum dan HAM (PAHAM) Purwokerto,dan Focal Point Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Banyumas.

Selepas kuliah beraktifitas sebagai reporter di Majalah Sastra Pesantren FADILAH Yogyakarta, Perkumpulan Kantor Bantuan Hukum Purwokerto (P-KBHP), sebagai ketua divisi kebijakan publik, Sekjend Gerakan Aliansi Rakyat untuk Penghapusan Utang (GARPU) Purwokerto, Pengelola Pesantren Lingkungan Hifzhul Bi’ah Merapi DIY, dan sebagai voluntair di LAPERA Indonesia DIY

Saat ini, selain terus belajar menulis berusaha mengembangkan Rumah Baca JALAN DAENDELS yang ia dirikan di Nampurejo Rt01/I No.18 Purwodadi Purworejo Jawa Tengah. Contact Person : email/fb; kembaragadis@yahoo.com


Biografi Saut Poltak Tambunan


Biografi Saut Poltak Tambunan

Saut Poltak Tambunan, lahir di Balige, kota kecil pinggir Danau Toba, menikah dengan gadis Kawanua - Menado (Lenny Runturambi). Mungkin tidak laku untuk gadis Batak karena tidak bisa main gitar dan tidak suka catur. Punya anak 3 (1-2 perempuan, alumni di PR London School dan alumni FH Unpad, yang ke-3 laki-laki masih tahun I di FIKOM UNPAD).
Saut Poltak Tambunan, adalah penulis cerita pendek, novel, skenario, puisi, kolom, artikel. Mantan PNS, tahun 1981 mendirikan Yayasan Pengarang Indonesia AKSARA di Jakarta dan menjabat sebagai Ketua I dan sekaligus menjadi Ketua Yayasan Pengarang AKSARA hingga sekarang. (Oktober 2009 mendirikan Komunitas Kedailalang – Kedai Sastra Ide Kalimalang bersama Kurnia Effendi (KEF) dan teman-teman. Aktif menyelenggarakan workshop penulisan cerpen/novel dengan bukunya ’Kiat Sukses Menulis Novel’.

Saut menyelesaikan/menerbitkan puluhan novel, ratusan cerita pendek/artikel dan skenario film/sinetron. Beberapa novelnya menjadi bestseller pada dekade tahun 80-an, diangkat ke layar lebar dan belakangan menjadi sinetron. Antara lain, Hatiku Bukan Pualam (layar lebar), Jangan Ada Dusta (sinetron), Dia Ingin Anaknya Mati (Sinetron Mini Seri), Harga Diri (layar lebar) , Yang Perkasa (layar lebar), Jalur Bali (layar lebar). Beberapa novel masih dalam penulisan skenario untuk sinetron, yaitu Harga Diri, Kembalikan Anakku, Lia Nathalia, Permata Hati. Termasuk 3 kumpulan cerpen Rinai Cinta Seorang Sahabat (1985) Lanteung, (2004), Jangan Pergi, Jonggi (2005). Kumpulan cerpen ke-4 ’Tortor Orang Batak’ sedang dalam proses.

Sambil menjadi PNS ketika di Jakarta, sempat nyambi menjadi wartawan, editor dan penulis kolom ‘perilaku konsumen’ pada majalah Kartini termasuk ’penjaga gawang’ Departemen Buku Kartini. Juga sempat menjadi dosen pada Akademi Sekretaris Managemen Indonesia (ASMI) dan Akademi Maritim Indonesia (AMI) di Jakarta. Tahun 2008 menjadi co-writer dan editor untuk buku marketing managemen berjudul Launching.



Rabu, 06 April 2011

Biografi Asep Sambodja


Biografi Asep Sambodja

Asep Sambodja lahir di Solo, 15 September 1967. Lulus dari Program Studi Indonesia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) Depok pada 1993, dengan skripsi berjudul Pariksit, Interlude, dan Asmaradana: Telaah Isi Sajak-sajak Goenawan Mohamad. Ia pernah bekerja sebagai wartawan di tabloid Bintang Indonesia, majalah Sinar, majalah Ummat, tabloid Madani, media online Satunet.com, Otogenik.com, majalah Fokus Indonesia, dan majalah sastra Imajio. Sejak 2005, ia menjadi dosen di almamaternya, Program Studi Indonesia FIB UI.

Ia aktif menulis puisi. Sejumlah puisinya dimuat di beberapa media massa, antara lain Media Indonesia dan Koran Tempo, serta dalam antologi puisi, yakni Graffiti Gratitude (2001), Ini Sirkus Senyum (2002), Bisikan Kata, Teriakan Kota (2003), Dian Sastro for President!: End of Trilogy (2005), Les Cyberlettres: Antologi Puisi Cyberpunk (2005), Nubuat Labirin Luka: Antologi Puisi untuk Munir (2005), Mekar di Bumi (2006), Jogja 5,9 Skala Richter (2006), dan Legasi: Antologi Puisi Nusantara (2006).

Ia juga menjadi editor kumpulan cerpen karya mahasiswa UI, yakni Batak is The Best! (2006; bersama Saeno M. Abdi), Tuhan buat Vasty (2007), dan Untukmu, Munir (2008). Ia juga menulis cerpen. Salah satu cerpennya dimuat dalam antologi cerpen Batu Merayu Rembulan (2003) yang dieditori Heri Latief. Ia pun menjadi salah satu editor untuk buku Aceh Merdeka dalam Perdebatan (1999; bersama Tulus Widjanarko) dan kumpulan esai Cyber Graffiti (2001). Pada 2005—2008 menjadi penyunting pelaksana di Jurnal Susastra. Selain menjadi dosen di UI, ia juga menjadi editor di Penerbit Bukupop.

Esai-esainya dimuat di Republika dan Sinar Harapan. Beberapa esainya dibukukan dalam Cyber Graffiti: Polemik Sastra Cyberpunk (2004), Dari Kampus ke Kamus (2005), Kebenaran akan Terus Hidup (2007), dan Keindonesiaan dan Kemelayuan dalam Sastra (2007). Ia telah menulis dua skenario, yakni Air (2000) untuk film pendidikan di BIPA FIBUI dan Rekonsiliasi (2003) untuk pementasan monolog (stand up comedy) Iwel Well di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), 6 Maret 2004. Bersama M. Yoesoev, ia menjadi Pembina Teater UI (2005—2008). Ia pernah menyutradarai Teater UI untuk pementasan di Panggung Seni UKM, Malaysia, dengan lakon Khotbah karya Rendra.

Ia telah menerbitkan buku puisi Menjelma Rahwana (Komunitas Bambu, 1999), Kusampirkan Cintaku di Jemuran (Bukupop, 2006), Ballada Para Nabi (Bukupop, 2007), dan Berhala Obama dan Sepatu buat Bush (Ultimus, 2010). Buku teks yang telah diterbitkan adalah Cara Mudah Menulis Fiksi (Bukupop, 2007) dan Historiografi Sastra Indonesia 1960-an (Bukupop, 2010).

Meninggal 9 Desember 2010.


BIOGRAFI SANUSI PANE

BIOGRAFI SANUSI PANE

Lahir 14 November 1905 di Muarasipongi, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, meninggal dunia 2 Januari 1968 di Jakarta.
Dia pernah bekerja sebagai redaktur Balai Pustaka, tapi lebih banyak aktif dalam lapangan pendidikan dan pengajaran di sekolah-sekolah kebangsaan. Dia pun banyak bergerak di lapangan jurnalistik. Dia memimpin majalah Timbul edisi bahasa Indonesia, 1932-1933.

Sanusi pernah melawat ke India (1929-1930) dan menghasilkan sekumpulan puisi berjudul Madah Kelana (1931). Bukunya yang lain: Pancaran Cinta (1926), Puspa Mega (1927). Banyak perhatiannya tercurah pada sejarah. Lima lakonnya, empat di antaranya berdasarkan sejarah di Jawa. Dua diantara judul itu dia tulis dalam bahasa belanda, yaitu Airlangga (1928) dan Eenzame Garoedavlucht (1930). Tiga judul lainnya dalam bahasa Indonesia: Kertajaya (1932), Sandhyakala ning Majapahit (1933), dan Manusia Baru (1940).

Karya sejarahnya: Sejarah Indonesia (1942) dan Indonesia Sepanjang Masa (1952). Dia pun menerjemahkan karya sastra lama dari bahasa Kawi berjudul Arjuna Wiwaha (1948) dan Bunga Rampai dari Hikayat lama (1946).

Sejumlah puisinya ada dalam antologi Pujangga Baru: Prosa dan Puisi (1963) susunan H.B. Jassin.


Senin, 04 April 2011

Biografi Amir Hamzah

Biografi Amir Hamzah

Lahir 28 Februari 1911 di Tanjungpura, Langkat, Sumatera Utara, terbunuh dalam revolusi sosial 16maret 1946 di Langkat, Sumatera Utara.

Pendidikannya: tamat HIS (sekolah anak-anak Indonesia dengan bahasa pengantara bahasa Belanda), lalu ke Medan dan ke Jakarta (mungkin 1928) sekolah di Sekolah lanjutan Pertama Kristen (2 tahun), kemudian belajar di Sekolah Lanjutan Atas Solo, Jawa Tengah (mungkin antara 1929-1932). Kembali ke Jakarta, masuk Sekolah Tinggi Hukum, sampai lulus sarjana muda, tapi tidak tamat.

Selama di Jawa, dia aktif dalam kegiatan-kegiatan kebangsaan. Dengan S. Takdir Alisjahbana dan Armijn Pane, Amir Hamzah mendirikan majalah Pujangga Baru. Tapi dia dipanggil pulang oleh pamannya, Sultan langkat – orang yang membiayai pendidikan Amir – dan diambil menantu.

Bukunya yang sudah terbit: Nyanyian Sunyi (1937), Buah Rindu (1941), Sastra Melayu Lama dengan Tokoh-tokohnya (1941), dan Esei dan Prosa (1982). Terjemahannya: Bhagawad Gita (dimuat dalam Pujangga Baru,1933-1934) dan Setanggi Timur (terjemahan puisi Jepang, Arab,India, Persia dll., 1939). Berbagai karangannya yang tersebar dihimpun H.B. Jassin dalam Amir Hamzah Raja Penyair Pujangga Baru (1963).

Sejumlah puisnya ada dalam antologi Pujangga Baru: Prosa dan Puisi (1963) susunan H.B. Jassin.
Amir Hamzah dikenal sebagai tokoh penting pada masa Pujangga baru dalam sastra Indonesia.


Jumat, 01 April 2011

Biografi Fredy Wansyah


Biografi Fredy Wansyah
Fredy Wansyah lahir di Simalungun, 30 Maret 1988. Kini menempuh skripsi pada masa-masa akhir kuliah di Prog. Studi Sastra Indonesia, Unpad. Selama duduk di bangku kuliah aktif di berbagai organisasi, seperti KOMPAK (Komunitas Mahasiswa dan Pemuda Anti Kekerasan), JARIK (Jaringan Islam Kampus), FD (Front Demokratik), dan BEM-Fakultas Sastra. Serta mendirikan Komunitas Sastra Pinggir (Majalaya) dan Komunitas Sastra Langkah (Jatinangor).

Tulisannya dimuat di beberapa media massa: Koran Sindo (Suara Mahasiswa, dan Cerpen), Pikiran Rakyat (Puisi), Tribun Jabar (Opini), Analisa (Opini, dan Puisi), Alis (Puisi), Korak (Opini, dan Puisi), Buletin Sadar (Opini), Global Medan (Puisi), Media Indonesia (Opini), Kompas Jabar dan beberapa media internet (Kompas.com – Situseni.com – Kemudian.com – Detik.com).

Buku: G30S (antologi puisi bersama), Bukan Perempuan (Cerpen Nominator Lomba Cipta Cerpen Tingkat Mahasiswa Se-Indonesia), Menolak Lupa (Puisi Nominator Lomba Cipta Cerpen Religius Tingkat Mahasiswa Se-Indonesia), Ponari For Presiden (antologi puisi bersama), Ziarah Kata (antologi puisi Majelis Sastra Bandung), Aku dan Detik Jam (antologi tunggal yang diterbitkan indie), dan beberapa media kreatif lainnya.

Juara I Lomba Penulisan Essay yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Sastra, Unpad (2010). Juara I Lomba Penulisan Puisi yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Sastra, Unpad (2010).


Email: fredywp@gmail.com
Alamat: Pondok Maninjau, Sukawening, Kel. Sukanegla. Jatinangor-Sumedang. 45363.

sumber : kompas.com


Kamis, 31 Maret 2011

Biografi Fati Soewandi


Biografi Fati Soewandi

Fati Soewandi bernama asli St. Fatimah. Aktif menulis esai, puisi, dan cerpen, serta menerjemahkan naskah-naskah berbahasa asing. Sejumlah tulisan telah dimuat di Media Indonesia, Jawa Pos, Waspada, Femina, Lampung Post, Annida, Majalah Budaya Sagang (Riau), Radar Bandung, Seputar Indonesia, situs dan milis sastra (cybersastra, bumimanusia, penyair, thetoilet, poetry, dll), Jurnal Puisi Rakyat Indonesia (Solo, 2003), Dian Sastro for President! #2: Reloaded (AKY-ON/OFF, Yogyakarta 2003), CD Antologi Puisi Cyberpuitika (Yayasan Multimedia Sastra, Jakarta 2002), Antologi Penyair Jawa Timur (Festival Seni Surabaya 2004), Cyber Grafitti; Polemik Sastra Cyberpunk (Yayasan Multimedia Sastra, Jakarta, dan Penerbit Jendela,Yogyakarta, 2004), Dian Sastro for President!: The End of Trilogy (Yogyakarta, 2005), Cyberletters (Jakarta, 2005), Krakatau Award Dewan Kesenian Lampung 2005 (pemenang terbaik kedua), Fanfict #1 (Bandung 2005), Essowenni Award (Makassar, September 2005), Nubuat Labirin Luka: Antologi puisi untuk Munir (Jakarta 2005), Sang Kecoak: Antologi Cerpen Pemenang Sayembara Menulis Cerpen Nasional AKY 2005 (Yogyakarta, 2005), Suami Impian: Antologi Cerpen Rumah Cahaya (Lingkar Pena Publishing House, 2006), Anthology Empati Jogja (Pustaka Jamil, 2006), Spirituality in Work (Pustaka Inti, 2006), pemenang terbaik ketiga dan pemenang penghargaan sayembara menulis tentang mata (Tabloid Wanita Indonesia, Agustus 2006), Loktong: Kumpulan Cerpen Pemenang Sayembara Menulis Cerpen Tingkat Nasional 2006 (Deputi Pemberdayaan Pemuda Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga bekerja sama dengan Creative Writing Institute, Jakarta 2006), Jogja 5.9 Skala Richter: Antologi Seratus Puisi (Bentang Pustaka, Yogyakarta 2006), dsb.

sumber : kompas.com