UNTUK CLOSE : KLIK LINK IKLAN DI BAWAH 1 KALI AGAR MELIHAT FULL ARTIKEL ^^


Tampilkan postingan dengan label Bunyamin F Syarifudin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bunyamin F Syarifudin. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Desember 2012

Puisi Pertemuan | Dalam Namamu Kulihat Namaku

Pertemuan
Bunyamin F. Syarifudin

Menasbihkan namamu
Seperti api yang membakar air
Meluap-luap
tak terbatas

Mencintai namamu
seperti air yang merindu alir
mula-mula masuk tanah
diisap akar lalu diserap pembuluh dan urat-urat
menjadilah reranting,
dedaun dan bebunga

Namamu adalah waktu
Yang menopang bebatang dari hembus angin
Tegak tak bersandar

Dalam namamu
Kulihat namaku

Hilang!

2010
http://www.pikiran-rakyat.com/node/144117?page=1

Puisi Dalam Hujan | Bunyamin F Syarifudin

sumber gbr : fantasyartdesign.com

Dalam Hujan
Bunyamin F. Syarifudin

dalam Hujan, ku pasrahkan doa-doa
bersama riciknya yang mengalir ke selokan,
ke sawah-sawah, lalu ke tempat-tempat yang menanti basah

mungkin besok; padi-padi dan bunga-bunga
serta cakrawala akan merekah
juga burung-burung dan kupu-kupu serta malaikat;
akan mengibaskan sayap-sayapnya pada cuaca yang mengabut

dalam Hujan, yang tetap terisak,
ku pasrahkan segalanya
pada yang Tak Terhingga

Hu!

2010
http://www.pikiran-rakyat.com/node/144117?page=1

Rabu, 05 Desember 2012

Puisi Kita Berdua Duduk, Tiba-tiba Kau Bertanya

Kita Berdua Duduk; Tiba-tiba Kau Bertanya
Bunyamin F. Syarifudin

Kita berdua duduk
Tiba-tiba kau bertanya tentang Ia
Aku bilang ada, kau bilang hilang
Aku bilang di nadi, kau bilang tak berdetak

Aku bilang, ”mari kita menghela nafas dulu.”
Kau malah terengah-engah, tak sabaran
Aku bilang, ”mari kita memesan riak air untuk rasa haus kita.”
Kau malah mengeringkan kerongkongan

Aku memesan adzan yang bersembunyi di mushola-mushola
Kau memesan rintik hujan yang mengiris pelangi
Aku memesan malam yang dirindu para Molana
Kau memesan lembayung yang memerah dan bertanduk

Aku makan wafak-wafak pelipur rindu
Kau jalin huruf-huruf menjadi sihir

Kita berdua duduk
Pada sepi yang purba
Aku bilang, “mari kita cari rumah Ia, di Qalbu!”

;kau tertidur lelap

2010
http://www.pikiran-rakyat.com/node/144117?page=1

Selasa, 04 Desember 2012

Puisi Bersandar Pada Senja | Bunyamin F Syarifudin

sumber gbr : 500px.com

Bersandar Pada Senja
Bunyamin F. Syarifudin

sahaya terpukau dengan
selendang pelangi yang kau kenakan

bersandar pada senja
sahaya berkirim salam
padamu yang selalu membayang

"assalamualaikum ya rahiim",
dan ku titikkan di Qalb!

2010
http://www.pikiran-rakyat.com/node/144117?page=1