UNTUK CLOSE : KLIK LINK IKLAN DI BAWAH 1 KALI AGAR MELIHAT FULL ARTIKEL ^^


Tampilkan postingan dengan label Tema Hujan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tema Hujan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Februari 2013

Puisi Di tengah Hujan | Adi Nugroho

Di tengah Hujan
Adi Nugroho

Tubuhnya basah, kuyup dikukup hujan. Dan di seberang, seorang wanita masih berdiri pada tepian jalan. Tampak suntuk terkantuk, matanya sayu seperti pilas, dibelai angin dingin malam kota. Adakah yang dinanti? Rambutnya yang melambai, kisut awutawut disapuh buih. Wajahnya tampak sedih. Bagai menahan perih lukaduka

Hendak kemana ia? Rendarenda pakaian gugur dilipur. Seakan hujan adalah atap ketenangan. Seakan hujan, mereda kemarahan. Ia Menarinari tanpa ragu dalam ketukrintik hujan. Dari lalulalang lelah sampai kota basah, tak ada lagi yang bisa menyapanya. Sungguh penuh tanya, adakah rindu semadu menunggu hujan reda. Bila tak ada yang dirindukan, haruskah mencintai hujan. Berdiam diri hirau disapu hujan yang suaranya kian sengau. Senarai wajahnya yang lunglai menjadi jawab, hujan adalah kepasrahan. Hujan tak perlu dicintai, tapi menjadi milik orangoorang yang kadung disekap rindu. saat airmata mengucur, carilah hujan yang siap berbagi kerapuhan.

Wanita itu masih kaku, dan semakin lugu di basah kota, yang lekang dari lalulalang. Kau memang sendiri, tapi pada hujan kau bisa dapatkan hilang sepi. Begitu mungkin pikirmu, dari kebas tanganmu yang mengembang. Wajahmu tengadah pasrah pada awan. Berharap hujan terus datang. Bahwa hidup boleh hampa, tapi pada hujan kau meramu rasa. Kau mengembang senyum juga, dari rimbun bulir air. Kemana lagi harus merindu, saat tak ada yang ditunggu, kecuali pada hujan. Meskikah mengutuk hujan, bila rintikrintiknya melantunkan lagu kerinduan. Dan hujan tanpa kenangan, adalah sepi paling tepi.

Wanita itu pun hilang bersama hujan.
Pada genang jalan, senyummu mengembang tenang.

Penulis saat ini bergiat di Komunitas Langit Sastra dan Pendiri AADT. Bisa dihubungi  @ijonkmuhammad dan ijonkmuhammad.tumblr.com. Tulisannya banyak dimuat media massa. Buku pertamanya saat ini berjudul “Belajar Merawat Indonesia”.

Sabtu, 26 Januari 2013

Puisi Tentang Hujan "Turun Hujan Tiada Henti" | Daman Surachman

HUJAN
Daman Surachman

hari ini tak ada senja
sebab hujan menggila
bagai beling kaca
jatuh diatas genting
dan bumi hadapku
jadi purba
jadi hutan rimba
jadi hewan dan jadi mutiara
dan suara
berwarna seribu irama
dan malam-malam gluduk bertalu-talu
jadi cerita keluargaku di pagi buta

hari ini tak ada pagi juga
tak ada senyum mentari
tak ada
sebab hujan terus menggila
hanya tahu itu senja itu pagi jam yang bicara
dan kita tak usah kecewa
sebab Allah menunjukkan kekuasaanNya
sebab Allah menunjukkan keberkahanNya
hari ini
air membumi
banjir menanti
kita diuji untuk berhati

Kemayoran,Jan 2013

Selasa, 01 Januari 2013

Puisi Cerita Hujan | Daman surachman

CERITA HUJAN
Daman surachman

Hujan bercerita padaku.Betapa sedih melihatku kesepian menunggu bulan purnama dan kerling matamu yang syahdu. Makanya malam-malam ia singgah menemuiku, menyentuh atap dan jendela dan ia mengalir berpendar dan bercerita padaku tentang rindu pada dunia karena Allah semata.

Mengapa kau bercerita saja hujan. Mengapa kau bersedih melihatku? Gerakan saja hatinya dan rindukan padaku.

Ah, tak usah takut, kata hujan. Itu hanya menunggu waktu dan kesempatan. Hujan terus mendendangkan lagunya, sampai ke kalbu, dalam sangat dalam, sampai mataku terpejam. Tes,tes,tes…


Penang, Juli 2003

Jumat, 28 Desember 2012

Puisi Mengenang Hujan | Agus Dwi Rusmianto

Mengenang Hujan
: Pameta Filsabila
Agus Dwi Rusmianto

hujan itu
adalah ungkapan gerah
sepanjang malioboro yang gelisah
sebab ribuan kata dipalsukan imajinasi diam
pada lajur-lajur waktu
berjalan cepat sehari sebelumnya

hujan itu
adalah Vredeburg
ditinggal peradaban menuju senja
sementara di kepala pasar malam mulai menjalar
berkoar
tawar menawar

hujan itu
adalah teh manis pinggir jalan;
sebuah ruang perawan kesepian. mungkin
lantas mengunyah jarak
kilometer empat belas menuju puncak

hujan itu
adalah satu-satunya suara
berkejaran meniriskan usia
pada jalan lengang tanpa tiang

hujan itu
sama-sama mengaduh
serupa basah membuat teduh

Sleman, 12 - 13 Desember 2011
http://oase.kompas.com/read/2012/09/04/22152173/Puisi-puisi.AD.Rusmianto

Puisi Fragmen Hujan | Putu Gede Pradipta

Fragmen Hujan
Putu Gede Pradipta

Sayu mata hujan
dikawal gerimis
menembus kabut
menuju rerimbun
rambut hitam itu.
Seorang perempuan
membuka perlahan
payung hitamnya
hendak berlindung
dari kuyup hujan
yang kian berusaha
mulai mengurung.

2012
http://oase.kompas.com/read/2012/07/27/22222431/Puisi-puisi.Putu.Gede.Pradipta

Sabtu, 22 Desember 2012

Puisi Elegi Hujan | Ebed JA


ELIGI HUJAN
Ebed JA

Ibu hujan telah melahirkan anak hujan
Ibu hujan kembali mengandung anak hujan
Usianya satu jam sembilan bulan
Dan siap menghujam jadi anak hujan
Menenggelamkan mimpi seharian
Melepas ikan ikan para nelayan
Sebab lautan tengah bernama badai

Kemarin telah aku saksikan
Ibu hujan melahirkan anak hujan yang kembar siam
Hingga ibu hujan meninggal ditepian malam yang kelam

Namun masih saja kusaksikan anak hujan berkeliaran
Wajahnya seamsal bulan
Yang tanggal di rerimbun hutan

Dan anak hujan menjerit ketakutan
Sebab ibu hujan belum meninnggal
Ibu hujan hanya menjemput keluarga hujan
Di dermaga hujan

281112


Jumat, 07 Desember 2012

Puisi Dalam Hujan | Bunyamin F Syarifudin

sumber gbr : fantasyartdesign.com

Dalam Hujan
Bunyamin F. Syarifudin

dalam Hujan, ku pasrahkan doa-doa
bersama riciknya yang mengalir ke selokan,
ke sawah-sawah, lalu ke tempat-tempat yang menanti basah

mungkin besok; padi-padi dan bunga-bunga
serta cakrawala akan merekah
juga burung-burung dan kupu-kupu serta malaikat;
akan mengibaskan sayap-sayapnya pada cuaca yang mengabut

dalam Hujan, yang tetap terisak,
ku pasrahkan segalanya
pada yang Tak Terhingga

Hu!

2010
http://www.pikiran-rakyat.com/node/144117?page=1

Jumat, 23 November 2012

Puisi Pendek Menyambut Hujan | Sobih Adnan


MENYAMBUT HUJAN
Sobih Adnan

Bersiaplah;
Segala haru kenangan akan lantang bercerita,
Di mulai dari basah tanah pertama, yang dihembuskan udara.

2012
http://oase.kompas.com/read/2012/10/06/21185410/Puisi-puisi.Sobih.Adnan

Sabtu, 14 Mei 2011

Sajak Hujan | Sajak Tentang Hujan

Sajak Hujan
Widzar Alghifary

tutuplah pintu
hujan telah membuat air jatuh ke teras
dan di antara kita tak usah lagi berkeras
menyatakan siapa yang lebih berduka
dan seberapa dalam ini luka

hujan yang semakin deras
dia lebih paham muasal kesedihan

2008

Sabtu, 23 April 2011

Puisi Musim Hujan Tumbuh | Dody Kristianto

Musim Hujan Tumbuh
Puisi Dody Kristianto

musim hujan tumbuh
di atas kepalamu
bintang-bintang luka
dan hilang
kehendak daun lanjut usia
gugur
jatuh pada kerekahan
tanah resah
segera, mimpi akan berakhir
bagai bulan sabit mengawang
sepanjang gigil musim
sungaisungai akan terbelah
melayari duka yang tumbuh
dari setiap ayunan gerimis
di helai rambutmu

2009

Selasa, 29 Maret 2011

Puisi Sehabis Hujan | Puisi Dharmadi

SEHABIS HUJAN
Puisi Karya Dharmadi

sehabis hujan dideraskan badai
tinggal engahan daun-daun
urat pohon meregang dalam dingin

sungai wajahnya dalam muram

langit masih diam
aku dalam diam
ada yang memandangku
diam-diam

1994

sumber : kompas.com


Senin, 14 Maret 2011

Puisi Bertema Hujan | Hujan Di Cengkareng

Hujan Di Cengkareng
Mariana Lewier P.

Hujan menikam bumi
pada aspal dan lampu bandara Cengkareng
senja ini
kuyup
seorang wanita asyik dengan bacaan
dan syal yang melilit leher
memanjang pada blus putihnya

dari jendela kaca Eva Airways
langit terlihat kelabu
sementara musik klasik terus mendengung,
penerbangan ini (akan segera) menerpa gerimis
tak ada yang menahan
wan kelabu bertabrakan
berlomba menyiram hujan (getar cair)
menggigiti angin
langit pun menahan kata

Aku belum lagi mengulum
(kepenuhan) hujan di Cengkareng
ketika pesawat telah mengangkasa
dan meninggalkan kekelabuan
berganti kecerahan biru
angkasa senja

Jkt 22 Nov-Taipei 23 Nov.2003

Jumat, 18 Februari 2011

Kendati Hujan Gerimis | Puisi Hujan Gerimis

Kendati Hujan Gerimis
Arsyad Indradi

: r.sehan.w

kendati hujan gerimis
membenahi senja
kau masih juga memandang
lewat kaca jendela
mengeja bayangbayang

tapi tahukah kau
bahwa sungai telah merisalahkan
rumahrumah lanting
dalam sempurnanya senja
sebab gerimis mengekalkan
luruhnya cakrawala
pada sebuah pandang mata

maka tutuplah jendela
sungai dalam dirimu
akan mulai pasangpindua

Banjarmasin, 1972

Sabtu, 05 Februari 2011

Suatu Sore di Antara Sisa Gerimis

Suatu Sore di Antara Sisa Gerimis
Hardho Sayoko SPB

Bocah-bocah kecil berlarian dikejar bayangnya
yang tak juga lelah meski genangan air
dan lumpur berulangkali menyergapnya
masih saja digulung canda
Mimpi apa saat bianglala sandar di kaki langit?
setelah layang-layang tinggal kerangka di kawat telepon
yang sudah tidak sanggup lagi menari-nari
setiap angin dengan beringas melepas syahwatnya
Bocah-bocah kecil berlarian dikejar bayangnya
yang tak juga lelah meski genangan air
dan lumpur berulangkali menyergapnya
masih saja digulung canda

Kedunggalar, 3 Juni 2008

Kamis, 03 Februari 2011

Hujan Februari | Puisi Tentang Hujan Bulan Februari

Hujan Februari
Alex R. Nainggolan

hujan februari mengusik nyali langit hitam angin bergulung
aku menggambar mimpi mungkin masih ada tempat singgah
teduh dari hujan yang penuh raung
hujan februari
menyemai takuttak bisa kuriangkan hati
untuk sembunyi dari kalut
nyatanya air begitu semaput
membuat kulit kaki keriput
dingin yang tak bisa jadi selimut
sampai tubuh mengkerut
semoga bukan sengkarut!

Jakarta, 1 Februari 2008

Senin, 13 September 2010

Gerimis Pagi Ini | Puisi Tentang Hujan Gerimis

Gerimis Pagi Ini
Korrie Layun Rampan

Gerimis pagi ini
Adalah gerimis tangis zaman
Ketika sekawanan burung luka
Mencakar tangkai jantung derita

Gerimis pagi ini
Adalah gerimis tangis insani
Karena rahang-rahang kemerdekaan
Disekap moncong-moncong pertikaian
Dan tersumpal luka yang tak kunjung tersembuhkan

Gerimis pagi ini
Adalah gerimis tangis kita
Karena di tengah kelu dan borok dunia
Tuhan tetap mengulurkan berjuta sauh cinta

1974

Kumpulan Puisi Suara Kesunyian "Lagu Impian"

Tag : Chairil Anwar, Kahlil Gibran Puisi, Ajip Rosidi, Puisi Penantian

Share


Selasa, 17 Agustus 2010

Hujan Lebat Sekali di Isla Negra

Hujan Lebat Sekali di Isla Negra*
Sajak Pablo Neruda

Di selatan, hujan lebat sekali mengguyur Isla Negra
bagai tetes yang bersendiri, lebat, tembus tatap mata:
lalu laut nengadahkan daun-daunnya sejuk menerima:
bumi belajar mengaji pada takdir basah cermin kaca.

Jiwaku, takluk pada bujuk rasa masin kecupanmu,
seperti air laut bulan ini, madu dari wilayah ini sendiri,
aroma wangi, dilembabkan berjuta bibir langit itu,
ketabahan hati laut, musim dingin ini, laut yang suci.

ada yang memanggil kita: semua pintu membuka,
percik air bercerita kisah hebat kepada kaca jendela,
dan langit menyentuh akar, menggelembang turun.

begitulah hari merajut dan merenggut jejaring angkasa
dengan waktu, asin garam, yang tumbuh, bisik suara,
setapak jalan, perempuan, lelaki. Bumi musim dingin.

* Soneta ke-67 dari Cien Sonetos de Amor.


Minggu, 25 Juli 2010

HUJAN - Puisi Puisi Dina Oktaviani

HUJAN
Dina Oktaviani

malam ini ia datang
dan kau berjanji akan menembusnya
meletakkan jejak-jejak percuma
dan tak pernah berusaha mengenangnya

kami bersama tak saling tahu
ia mengalir dari tempat yang jauh
tak jelas menangis ataukah luruh

kami mencinta tak tahu cara
memelukku ia menyakitiku
menghangatkannya aku membunuhnya

daun-daun telah memilihnya sebagai kekasih
dan anginnya menyisirku jauh-jauh
akhirnya kami berpisah
setelah aku sakit dan ia musnah

kemudian aku bermimpi
melihatnya mengalir di balik jendela
aku tahu ia bukan luruh
meski kami tak lagi saling sentuh

Kamis, 24 Juni 2010

Sajak Hujan Pertama | Isbedy Stiawan

Hujan Pertama
Isbedy Stiawan ZS

hujan yang pertama luruh
setelah berbulan-bulan kemarau - panjang –
tak juga membuat kota ini basah
seperti bibirmu berwarna gincu
merayu ia untuk berenang - sejenak –
melupakan letih, menarikan musafir

kota yang dikelilingi laut
perahu-perahu sandar
di mana pula bandar?
rumah-rumah malam terang
namun sepanjang trotoar tetap remang

dan kau turun sebagai hujan
dari rambutmu memancur air
dari bibirmu tercipta anaksungai
agar ia berteduh
melepas lenguh

- di sini tak perlu keluh -
hanya dengan 200 ribu
kau dapat berlabuh
sekadar menyegarkan pembuluh
di dalam kota tumpah angin
laut, - layar kapal mengembang –

jika takut masuk angin
merapatlah semakin ingin
hanya dengan 200 ribu,
katamu, ia akan berlayar
menembus laut hitam

kota-kota legam
dalam waktu yang diam
meninggalkan riuh
melambai pada sepi!
(kota ini kembali membawa
padanya ingatan
tentang persahabatan
dan perpisahan
tahun-tahun silam)

dan kini ia susuri
setiap nama jalan, gang,
ataupun lorong: mengingat
nomor-nomor rumah
yang kiranya sudah banyak berubah
dan lenyap oleh cuaca
kemarau tahun ini lebih lama

hujan yang pertama luruh
tak membuat kota ini basah
terdengar desah
ia makin gelisah!

makasar 9/2006


Rabu, 16 Juni 2010

TAJAM HUJANMU | Kumpulan Puisi Hujan Sapardi Djoko Damono

TAJAM HUJANMU
Oleh : sapardi Djoko Damono

tajam hujanmu
ini sudah terlanjur mencintaimu:
payung terbuka yang bergoyang-goyang di tangan kananku,
air yang menetes dari pinggir-pinggir payung itu,
aspal yang gemeletuk di bawah sepatu,
arloji yang buram berair kacanya,
dua-tiga patah kata yang mengganjal di tenggorokan
deras dinginmu
sembilu hujanmu