Masa SMA Tlah Berlalu
Winda Anggraeni
3 tahun, 36 bulan,
144 minggu, 1008 hari,
rasanya belum puas aku menikmati hari dengan kalian
tak ada yang tak membekas saat-saat kita bersama
semua teramat mengenang
apakah kalian masih ingat ?
kita pernah tertawa bersama
kita pernah saling berbagi
kita pernah saling menyayangi
kita pernah membela ketika ‘salah’ menghampiri diantara kita
semua terekam dalam pribadi masing-masing
banyak hal yang kita lakukan pada masa itu
jungkir balik persahabatan bahkan percintaan
saat guru marah,
telat ke sekolah,
telat upacara,
setrap guru,
cabut sekolah,
suasana kelas seperti pasar,
bernarsis ria bareng temen-temen,
kisah romantis,
cinta lokasi,
ataupun di khianati pacar.
awal perkenalan yang indah
berlanjut kedalam sebuah persahabatan yang mendominasikan cerita cinta
terasa begitu indah
saat ujian demi ujian bermunculan
tetap berusaha memberikan yang terbaik
segala konflik persahabatan bermunculan
inilah arti persahabatan sedang diuji
sahabat sejati takkan pernah mati
ujian demi ujian kita lalui bersama
kita atasi dengan berbagi
walaupun berbeda tapi kita tetap satu
yaa.. satu
satu tujuan yaitu LULUS
sebuah pilihan yang indah berakhir dengan perpisahan
semua begitu nyata saat kelulusan itu
seperti membelah 2 dunia
memisahkan kita
mengakhiri cerita kita disekolah tercinta itu
menutup lembaran terakhir buku kenangan itu
kini hanya menjadi kenangan manis
terukir berjuta-juta kenangan di dinding sekolah
tiap sudut memiliki cerita
gerbang yang dulu slalu menyapa selamat datang dikala pagi
pulang sambil bermain
sapa dan canda tawa teman berseragam takkan terdengar lagi
10 Februari 2012
sumber : fiksi.kompasiana.com
Tampilkan postingan dengan label Winda Anggraeni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Winda Anggraeni. Tampilkan semua postingan
Senin, 10 September 2012
Puisi Masa SMA Telah Berlalu | Puisi Kenangan SMA
Kamis, 01 Maret 2012
Puisi Anak Jalanan | Puisi Kehidupan Anak Jalanan
Anak Jalanan
Winda Anggraeni
kisah hidup para penyanyi cilik
hidup yang begitu pelik
dalam kerasnya kehidupan ibukota
pekerjaan yang memaksa
naik-turun dari angkutan umum
jatuh-bangun bukanlah rahasia umum
Tuntutan hidup selalu menyesakkan
tak ada pengecualian
mereka kumbang metropolitan
korban kemunafikkan !
selalu kesepian dalam keramaian
tak ada tempat untuk mengadu
mencurahkan isi kalbu
jauh dari kasih sayang ayah ibu
apakah ini yang dinamakan hidup ?
teramat keras menjalaninya
seusia mereka tak sepatutnya merasakan beban hidup
Egois memang !
dunia mereka dunia bermain
mendapat pendidikan seperti yang lain
bukan alasan orang tua untuk berkeluh kesah
menjual suara
satu-satunya keahlian yang mereka punya
tak kenal bau matahari
tak peduli perut ikut bernyanyi
terik matahari mereka lumpuhkan
dinginnya hujan tak menghalangi langkah mereka
rupiah demi rupiah
tak lekas mereka nyerah
tuk membantu bunda tercinta
sumber : fiksi.kompasiana.com

