UNTUK CLOSE : KLIK LINK IKLAN DI BAWAH 1 KALI AGAR MELIHAT FULL ARTIKEL ^^


Tampilkan postingan dengan label Tema Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tema Sekolah. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 September 2012

Puisi Masa SMA Telah Berlalu | Puisi Kenangan SMA


Masa SMA Tlah Berlalu
Winda Anggraeni

3 tahun, 36 bulan,
144 minggu, 1008 hari,
rasanya belum puas aku menikmati hari dengan kalian
tak ada yang tak membekas saat-saat kita bersama
semua teramat mengenang

apakah kalian masih ingat ?
kita pernah tertawa bersama
kita pernah saling berbagi
kita pernah saling menyayangi
kita pernah membela ketika ‘salah’ menghampiri diantara kita
semua terekam dalam pribadi masing-masing
banyak hal yang kita lakukan pada masa itu
jungkir balik persahabatan bahkan percintaan

saat guru marah,
telat ke sekolah,
telat upacara,
setrap guru,
cabut sekolah,
suasana kelas seperti pasar,
bernarsis ria bareng temen-temen,
kisah romantis,
cinta lokasi,
ataupun di khianati pacar.

awal perkenalan yang indah
berlanjut kedalam sebuah persahabatan yang mendominasikan cerita cinta
terasa begitu indah

saat ujian demi ujian bermunculan
tetap berusaha memberikan yang terbaik
segala konflik persahabatan bermunculan
inilah arti persahabatan sedang diuji
sahabat sejati takkan pernah mati

ujian demi ujian kita lalui bersama
kita atasi dengan berbagi
walaupun berbeda tapi kita tetap satu
yaa.. satu
satu tujuan yaitu LULUS

sebuah pilihan yang indah berakhir dengan perpisahan
semua begitu nyata saat kelulusan itu
seperti membelah 2 dunia
memisahkan kita
mengakhiri cerita kita disekolah tercinta itu
menutup lembaran terakhir buku kenangan itu

kini hanya menjadi kenangan manis
terukir berjuta-juta kenangan di dinding sekolah
tiap sudut memiliki cerita
gerbang yang dulu slalu menyapa selamat datang dikala pagi
pulang sambil bermain
sapa dan canda tawa teman berseragam takkan terdengar lagi

10 Februari 2012

sumber : fiksi.kompasiana.com

Kamis, 21 Juni 2012

Puisi Anak Sekolah Dasar (SD) Tentang Guru | Aida Sevi Ivana


Guruku
Aida Sevi Ivana

Guru….
Kau bagaikan matahari yang slalu menyinari bumi
Tetapi kau matahari yang slalu menyinari hatiku
Dengan cara kau menyinari dengan ilmumu
Yang kau berikan untuk kami semua

Kau adalah pahlawan tanpa jasa
Kau memberikan ilmumu dengan penuh hati yang ikhlas
Kau tak pernah letih membimbing kami, memberikan ilmu kepada kami
Kau dibutuhkan oleh setiap orang yang butuh jasamu
Kau membimbing kami, memberikan ilmu dengan cara kau menyayangi kami

Oh, guru….
Kau benar-benar makhluk yang sempurna
Kau tak pernah berheti membimbing kami, memberikan kami ilmu
Kau memberikan semua ilmu yang baik bagi kami semua
Kau memberi kami ilmu agar kami mempunyai ilmumu

Setiap ilmu yang kau berikan kepada kami tidak pernah kami lupakan
Karna kami tahu kau memberikan ilmu ini dengan sungguh-sungguh,
Hati ikhlas, mulia
Kau memberikan jasa ini tak bisa dihitung
Oleh kami….

Oh,guru….
Kami akan slalu mengingat jasamu
Sampai akhir hayat kami
Walau satu jasapun tak akan kami lupakan
Pasti jasa yang kau berikan kepada kami
Menyangkut kehidupan kami nanti

Pasti ilmu yang kau berikan agar kami
Lebih baik menjalani hidup ini
Kami ucapkan terimakasih sebesar-besar
Atas ilmu yang tlah kau berikan kepada kami

21 Juni 2012

sumber : www.kompasiana.com/sevi


Aida Sevi Ivana
SD Aisyiyah Gemolong

Rabu, 30 Mei 2012

Puisi Tentang Hari Pendidikan Nasional | Ismail Akbar


Tentang Hari Pendidikan Nasional
Ismail Akbar

Jika kau lihat bendera merah putih berkibar dihalaman sekolah
Belum tentu disana ada orang Indonesia
Jika kau dengar Pancasila dibacakan berulang-ulang,
Belum tentu semua yang mendengarnya punya Tuhan Yang Maha Esa

Jika kau lihat Pak Guru pakai sepeda Kumbang,
itu pasti kau sedang mimpi bertemu Oemar Bakri
Jika kau lihat anak sekolah memakai seragam,
pastikan udel dan BH nya tak tampak oleh umum

Jika kau lihat guru memukul muridnya, itu biasa
Jika kau lihat sekolah - sekolah negeri dan swasta jauh berbeda,
itu karena sekarang pendidikan pun menjadi ladang bisnis
Jika kau lihat Politisi berjanji tentang pendidikan murah dan cerdas,
lihatlah, pendidikan pun didramatisir

Jika kau lihat dosen-dosen mu tak ada dimeja,
yakinlah, mereka sedang sangat sibuk, urusan ini, dan urusan itu
Jika kau lihat pelajar tawuran,
terbiasalah, pendidikan kita ‘kan tentang otot dan tulang,
bukan tentang otak dan sosial emosional

Jika kau lihat aku mengkritik saja,
percayalah, lebih baik begini,
daripada diam dan dibodohi sampai tertidur dibangku mu,,,,

Semangat,,Sebab hidup tak boleh mati karena liur-liur politik,,,,

03 Mei 2012

sumber : fiksi.kompasiana.com

Selasa, 17 Mei 2011

Contoh Puisi Tema Pendidikan | Apa Kabar Pendidikan Negeriku

APA KABAR PENDIDIKAN NEGERIKU
Karya : Dian Hartati

Sampai kini aku tak tahu
Apakah titel sarjana yang dibangga-banggakan ayahku dulu
Dapat menyambung lambungku, istriku dan anak-anakku

Tujuh belas tahun sudah segudang uang di lumbung keringat ayah-ibuku
Kuhabiskan di meja pendidikan
Namun aku tetap tak mampu memberi anak-anakku sesuap makan

Tujuh belas tahun sudah kuhabiskan waktuku di ruang gerah sekolah dan kuliah
Namun tak memberiku otak brilian dan keterampilan yang sepadan

Aku hanya terampil menyontek garapan temanku
Aku hanya terampil membajak dan menjiplak karya negeri orang
Aku terampil mencuri ide-ide, bukannya mencipta

Apa kabar pendidikan negeriku,
Adakah kini kau sudah berbenah
Sehingga anak cucuku akan dapat merasai sekolah yang indah
Dan masa depan yang cerah?

Sabtu, 07 Mei 2011

Puisi Peringatan Hari Anak Nasional | Nasriati Chalilah

HARI INI
Nasriati Chalilah

Hari ini ku mencoba menyalurkan suaraku
Kepada semua tentang aku dan lainnya ..
Tentang nasibku yang telah kabur didepan mata..
Hari ini aku ingin bersuara lantang pada dunia
Setelah 20 tahun hakku disahkan oleh negara ini
Dengan 54 pasal-pasal perlindungan
Serta UU No 23 tahun 2002 mencoba menganyomiku..
Tapi…

Hari ini juga ku melihat banyak wajah-wajah bungkam dan ketakutan
Tubuh-tubuh kurus bergelimang dijalan
Hari ini masih banyak yang tak tahu aksara dan pendidikan
Menjadi korban pemamfaatan dan kekerasan..
Padahal…
Hari ini adalah hari kemerdekaan dirinya
Tapi mengapa masih banyak yang tak tahu dan menderita?
Entahlah…

Hari ini ku ingin tak ada seorangpun yang menutupi mulutku
Untuk berbicara hak-hakku kepada semuanyaa
Hari ini dengan dengan sebuah tekada yang telah ku pancang
Dengan asa yang penuh pengharapan
Ku ingin semua peduli dan melindungiku..
Serta terus menganyomiku dengan pasal-pasal silam
Untuk masa depanku dan lainnya…

***

Nasriati Chalilah, seorang pelajar SMAN I MEULABOH, ACEH BARAT. yang sangat senang mencari tantangan dalam menulis dan lainnya.

Sebuah goresan tinta dariku dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional, pada tanggal 23 juli 2010. Puisi ini telah aku bacakan di gedung DPRK Aceh Barat dan disaksikan oleh pemerintah Aceh Barat serta kantor perlindungan anak yang ada di Aceh Barat. semoga anak-anak selalu diperhatikan dalam menentukan kebijakan yang menyangkut dengan kepentingan terbaik bagi anak….

sumber : fiksi.kompasiana.com

Jumat, 06 Mei 2011

Puisi Perpisahan Anak SD | Puisi Anak Tentang Guru

Puisi Perpisahan Anak SD

GURUKU

Tangis sedih memilukan
Kini, saat berpisah datang
Segala lagu kudendangkan
Untuk mengenang jasamu
Hai…pahlawanku……..

Dari kelas ke kelas ku masuki
Dirasakan begitu risih dihati
Merasa tidak lama lagi
Kucurahkan segala rasaku

Segala waktumu kau curahkan
Segala kasih sucimu kau berikan
Dalam hati kubertanya
Berapa kali lagikah kita akan bertemu?

Guruku……
Terima kasih kuucapkan
Atas pengorbanan dan jasa-jasamu
Kau pahlawan tanpa tanda jasa

(medio : 2005)
sumber : riskaarniamantha.blogspot.com


Selasa, 03 Mei 2011

Puisi Perpisahan Sekolah | Pesan Diujung Pertemuan

Pesan Diujung Pertemuan
Puisi Muhammad Rain

Kekal di ingatan kisahan semasa sekolah
Berganti rupa canda dan tawa
Kau adalah penerus jalan benderang
Demi amanah ibu dan bapak juga para guru

Telah sampai pada tangga baru
Namamu tersebut tiga tahun lalu
Kali pertama dudukmu termangu
Hadapi tugas-tugas pelajaran

Alam berkembang menjadi guru
Melihat usia masih muda tak boleh lepas usaha dan doa
Lalui laju derap langkahmu pantang menyerah sebelum bertarung

Jaman didepan raih hadapi
Berat halangan jangan patahkan
Kenang dan taati cita-citamu sendiri
Sehabis gelap terbitlah terang

Pesan diujung pertemuan
Dari kami adik-adikmu yang menatap pada harum wajahmu
Teladan dalam kata persahabatan senyum sapa
Jangan lupakan masa indah disekolahmu
Usap hapuskan segala kesan sedih dan kecewa
Kebaikan menjadi pelajaran berharga

Selamat jalan kami lepaskan
Pintu-pintu menanti kedatangan dan kepulangan
Ketika jaya usah lupakan asuhan guru-guru kita
Mereka pelita yang menyuluh kita kepada ilmu dan cita-cita
Raih bahagiamu dihari muka

Senin, 02 Mei 2011

Kumpulan Puisi Tentang Sungai | Karya Anak SD

Puisi Anak SD Tentang Sungai

NASIB Si SUNGAI

Karya : M. Daffa Triaputra

Sungai…
Kasihan sekali nasibmu
Di tubuhmu banyak sampah
Siapa gerangan yang merusakmu?

Tangan jahil manusialah yang membuatmu kotor
Padahal mereka itulah yang membutuhkanmu
Air milikmu menjadi tumpuan hidup mereka

Pekerjaan rumah semua mereka lakukan di tepimu
Anak cucu mereka juga tak pernah bosan bermain denganmu

Kau dapat menggerakkan turbin yang menghasilkan listrik
Listrik itulah kemudian yang dipakai manusia untuk hidup
Mereka sepatutnya menjaga dan merawatmu
Mengasihi anugerah Tuhan

Sungai…
Bersabarlah menerima perlakuan mereka
Memang mereka tak tahu diri


SUNGAI
Karya : M. Farhan Haykal

Sungai…
Kau adalah tempat perahu kecil lewat
Tetapi…
Mengapa orang-orang membuang sampah ke tempatmu

Seharusnya orang-orang membersihkan tempatmu
kau bisa mengalir sampai ke laut
Nelayan yang jauh dari laut
Dapat melewati tempatmu

Ikan-ikan bisa tinggal di tempatmu
orang-orang bisa mandi di tempatmu
Kau mengalir terus menerus
Kau mempunyai banyak nama-nama
Airmu dapat menyuburkan tanah

Kumpulan Puisi Karya Anak 4D - An-Nisaa


Puisi Karya Anak SD Tentang Gunung

Puisi Karya Anak SD Tentang Gunung

Gunung
Karya : Afra

Gunung membuatku terpesona dalam keindahanmu
Keindahanmu ….
tidak menandingi dengan keindahan yang lain
Tapi, saat itu gunung meletus membawa banyak korban
Orang tidak lagi punya tempat tinggal
hewan pun juga kehilangan habitatnya
Tetapi…..
keindahanmu itu pasti tidak akan mengecewakan orang
Dia hanya inngin melihatmu selamanya
Dan pastiku akan menjaga mu setiap saat


GUNUNG
Karya : Kyra

Gunung engkau sangat tegar
Tenang penuh bijaksana
Engkau memuntahkan lahar dari mulutmu
tapi engkau bukan hanya merusak
Engkau juga menyuburkan tanaman
Engkau pun menguntungkan orang-orang
Engkau mengeluarkan barang tambang

Gunung…
Engkau sangatlah indah
Kami bisa melihatmu dari jarak jauh
Oh… gunung… engkau sangatlah kekar


JAHATNYA GUNUNG MELETUS
Karya : Zaki

Jahatnya kau gunung meletus
Kau telah membunuh manusia
Mengapa engkau membunuh banyak korban
Dengan laharmu yang panas
Kamu bisa membunuh manusia lebih dari satu juta orang
Karena laharmu pula binatang-binatang menjadi mati
Dan hutan pun menjadi gundul

Gunung merapi…
tolonglah kami
Janganlah engkau mengeluarkan lahar panasmu


Kumpulan Puisi Karya Anak 4D - An-Nisaa


Selasa, 19 April 2011

Kumpulan Pantun Anak Sekolah | Pantun Anak-Anak

Kumpulan Pantun Anak Sekolah

Pantai Beruas pasirnya putih
tempat orang berbagan belat
Anak SMP berpakaian biru putih
mari kita didik agar tidak jadi bejat

Jalan-jalan ke makassar
jangan lupa makan pisang 'epe
Jika mau jadi orang besar
ajari hal baik pada anak smp

Paling enak goreng tempe
dimakan pakai sambal
Didik baik-baik anak smp
agar tidak jadi nakal

Makan jengkol berbalut tepung
Makannya di atas komedi putar
Ada lelaki berbadan karung
Lewat depan mata bumi bergetar

Ke Bandung beli tahu bulat
Jangan lupa dengan peuyemnya
Siapa sering makan coklat
Hati-Hati Rusak giginya

Masuk Istana berliku-liku
Bertemu dengan sang raja
Aku Senang baca buku
Buku antarkan Kemana saja

Selasa, 22 Maret 2011

Kumpulan Puisi Anak Sekolah | Tentang Ibu dan Tepi Laut

IBU
Ita Permata Dewi

Oh Ibu kau segalanya bagiku
kau yang telah mendidik dan membesarkan aku.
jika aku melanggar perkataanmu
berdosalah aku
pepatah mengatakan
surga ada di telapak kaki ibu.


Di Tepi Laut

Du ujung musim yang bertiup angin
bagai dengus gurun pasir
cahaya melompat dalam lautan salju
di seret nya langkah di malam itu
dalam putih waktu
kutawarkan pada Mu
jenuh semesta ini ku penuhi isi
di hidup mu nasib dunia
bentangkan kedua tanggan mu
pohon-pohon kering di tepi laut padang pasir
menyanyi dalam gaib malam
kepada seluruh dunia
yan g menelan kan dipuncuk pantai
kuburlah hidup tanpa kesadaran

karya
Ita Permata Dewi
SMP N 03 Sui Ambawang

Senin, 28 Februari 2011

Puisi Pendidikan | Puisi Tentang Pendidikan



Sekolahku
Muhammad Zakaria

Sekolah adalah arena pembelajaran
Ilmu dicari sambil berkawan
Banyak atau sedikit tergantung muatan
Siswa yang rajin pastilah girang

Ilmu dunia ada disana
Ilmu akhirat tesedia juga
Tergantung engkau pilih yang mana
Sebaiknya didapat dua-duanya

Bila engkau orang yang bijak
Akan mendapat tempat berpijak
Allah memberi hasil yang telak
Dunia akhirat pasti berdampak

Bumi ini ibarat bola
Salah langkah akan celaka
Sekolah tempat ilmu ditempa
Bahagia kelak engkau merasa

Rajinlah engkau wahai kawan
Janganlah lupa wahai teman
Dengan ilmu kita dapat berjalan
Pengaruh dunia kita takkan rawan.

22-Nov-2012
www.kabarindonesia.com


Pendidikan Untuk Siapa?
Doni Swadarma

Pendidikan, apa khabarmu hari ini?
Di tengah silih bergantinya istilah hebatmu CBSA, KBK, KTSP entah apa lagi nanti
Namun masih terasa ganjalan di benakku
Untuk siapakah engkau dinikmati?

Upik pengamen cilik, Ni’an tukang asongan, Topan preman prapatan
Mereka bukan anak sekolahan
Mereka punya sebuah mimpi,
mimpi yang sederhana : bisa makan setelah kecapean

Sementara itu.... .di sekolahnya orang-orang penting
Yang tarifnya bikin kepala pusing
Michele, David dan Tobing asyik browsing sambil outting
Fasilitasnya lengkap ada yang backing

Selesai sekolah mereka kuliah
Di kampus tercinta dambaan semua
Bukannya cerdas akal dan jiwa
Bullying dan kekerasan malah mewabah!

Setelah lulus, mereka bekerja
Menjadi Menteri, direktur, birokrat, politisi atau pengusaha
Tapi mengapa bukannya membangun negeri tercinta
Sudah berpenghasilan tinggi, masih korupsi juga!

Aku bingung aku resah
Dimanakah letaknya salah
Sudah sekolah sudah kuliah
Keluar-keluar kok malah jadi lintah

Kami yang ada di sini
Cuma bisa jadi pemimpi
Bermimpi sepuas hati
Setelah bangun menangis lagi

Bukan itu yang kuharapkan
Pendidikan yang bisa merubah
Semua kezholiman menjadi keadilan!

10 Juni 2011
http://www.kompasiana.com/doni_swa

Sabtu, 12 Februari 2011

Puisi Tentang Sekolah | Bangunan Sekolah

Bangunan Sekolah
Arsyad Indradi

setiap pagi minggu
anakanakku mengajak ke bangunan sekolahnya
yang baru dibangun
dengan sorot matamentari membias wajahwajah
patria
mereka berharap cepat selesai agar dapat belajar
untuk menyongsong masadepan
aku sangat bangga ketika mereka menyatakan
betapa besar cinta mereka terhadap negeri ini
tapi di balik itu aku bagai disayat sembilu
konstruksi bangunan, penyediaan sarana dan prasarana sekolah ini
apakah dapat mewujudkan citacita mereka
karena biaya pendidikan teramat mahal
dan pelaku pendidikan masih mencaricari sistem
anakanakku masih menatap bangunan sekolahnya
dengan matamentari dan wajahwajahpatria

banjarbaru,1979