UNTUK CLOSE : KLIK LINK IKLAN DI BAWAH 1 KALI AGAR MELIHAT FULL ARTIKEL ^^


Sabtu, 05 Februari 2011

Suatu Sore di Antara Sisa Gerimis

Suatu Sore di Antara Sisa Gerimis
Hardho Sayoko SPB

Bocah-bocah kecil berlarian dikejar bayangnya
yang tak juga lelah meski genangan air
dan lumpur berulangkali menyergapnya
masih saja digulung canda
Mimpi apa saat bianglala sandar di kaki langit?
setelah layang-layang tinggal kerangka di kawat telepon
yang sudah tidak sanggup lagi menari-nari
setiap angin dengan beringas melepas syahwatnya
Bocah-bocah kecil berlarian dikejar bayangnya
yang tak juga lelah meski genangan air
dan lumpur berulangkali menyergapnya
masih saja digulung canda

Kedunggalar, 3 Juni 2008

Kamis, 03 Februari 2011

Hujan Februari | Puisi Tentang Hujan Bulan Februari

Hujan Februari
Alex R. Nainggolan

hujan februari mengusik nyali langit hitam angin bergulung
aku menggambar mimpi mungkin masih ada tempat singgah
teduh dari hujan yang penuh raung
hujan februari
menyemai takuttak bisa kuriangkan hati
untuk sembunyi dari kalut
nyatanya air begitu semaput
membuat kulit kaki keriput
dingin yang tak bisa jadi selimut
sampai tubuh mengkerut
semoga bukan sengkarut!

Jakarta, 1 Februari 2008

Puisi Bayangan | Alex R. Nainggolan

Bayangan
Alex R. Nainggolan

ada yang mampu menipu di muka cermin bukan sejati
namun sunyi kembali
mengambil nyali terapung bagai masa
lalu berkabung
tetap saja menguntit
diam pada setiap sakit
hingga engkau menjerit
"pergilah engkau jauh.
aku sudah terlalu jenuh. untuk selalu memujimu.
dengan panorama senja yang membeku."
namun ia terus datang
semacam lonceng jam yang berdentang

Jakarta, Januari 2008

Engkau Duduk di Sudut

Engkau Duduk di Sudut
Alex R. Nainggolan

engkau duduk di sudut
seperti ingin merenggut segalanya
kejadian demi kejadian
yang membuat kita semaput
engkau duduk di sudut
seperti ingin menjemput
segala sunyi yang lama berdiam di dalam harilalu
kau bungkus kegelisahan itu
merebutnya dengan perlahan
agar tak sampai kepadaku
sebab cemas itu memang bukan buatku bukan milik kita

Jakarta, 29 Januari 2008

Puisi Sarapan Pagi | Alex R. Nainggolan


Sarapan Pagi
Alex R. Nainggolan

sarapan pagiku hanya gegas langkah orang-orang berangkat kerja
terkadang pula jeritan tetangga sebelah bertikai
pada kenyataan yang pahit dengan amarah yang kerap melilit
meski masih ada cahaya matahari mengusir sunyi
pada bekas-bekas embun di batang pohon
meski ada suara bayi yang tertawa menyambut pagi
berlarian di beranda sarapan pagiku hanya berita-berita ngeri
di layar televisi atau hamparan diksi dengan anyir darah
di halaman surat kabar meski masih ada senyum sang istri
sekadar mengantarku untuk
menjejakkan kaki terlibat dalam
keramaian tumpah-ruah dalam
jadwal rutin kehidupan

Jakarta, 29 Januari 2008


Seperti Pertama Kali | Puisi Alex R. Nainggolan

Seperti Pertama Kali
Alex R. Nainggolan

seperti pertama kali engkau kusentuh ada yang tertinggal
pembuluh dadaku juga getaran yang sama
saat kukecup kulitmu menepikan ketakutanku
lalu membesarkan nyaliku sebagai lelaki
betapa engkau ingin selalu kupuja tanpa jenuh
telah kau lecut setiap kesadaranku menyadarkan
dengan penuh sebagai lelaki di sampingmu
mendampingi meski tahun-tahun
terkelupas dipenuhi kejenuhan

Jakarta, 1 Januari 2008

Selasa, 01 Februari 2011

Puisi Selamat Jalan Anakku | Cut Januarita

Selamat Jalan Anakku
Cut Januarita

Selamat Jalan anakku
Hanya asa rindu kepiluan
Ku ucapkan pada mentari redup dan bulan tanpa purnama
Yang tak sudi dan tak akan menulis perputaran waktu
Pada derita jiwa ibu yang melahirkan
Dengan darah, air mata, kepedulian, harapan dan cita-cita

Selamat Jalan anakku
Sampaikan kabar gembira pada ibu
Bahwa kau sedang menari-nari indah
Di antara jiwa syahid dan hidup
Di antara jiwa mati dengan kotoran
Yang tak terampuni dalam derita meraung-raung

Selamat jalan anakku
Doakan ibu satu saat nanti
Berdiri tegak
Berlari mengejar langkahmu
Memiliki kertas putih tanpa angkara murka
Tuk mengikuti jemari surgawi
Menyusuri alam kemandirian yang abadi

Sumber : Lagu Kelu - Kumpulan Puisi Penyair Aceh