PANTUN GURUSyukur BudiardjoMobil melintas suara menderuSepeda motor dimana manaIni kisah tiga guruAnda termasuk guru yang mana!Goreng kentang di atas mejaJuga ada kopi robustaGuru datang untuk kerjaItu robot semataBunga indah bunga bunga nirwanaHanya ada di dalam mayaGuru datang untuk karyaItu guru memang muliaLangit membentang disaput pelangiWarnanya biru indah sekaliGuru datang untuk kreasiItu guru paling terpuji
Tampilkan postingan dengan label SAJAK UNTUK GURU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAJAK UNTUK GURU. Tampilkan semua postingan
Minggu, 10 Februari 2013
Pantun Guru | Syukur Budiardjo
Senin, 14 Januari 2013
Puisi Tentang Guru | Citra Silviana Rahmah
GuruCitra Silviana Rahmahguru ......berawal dari huruf a,b,c,hingga zyang kau ajarkan padaku hingga ku mampumenulis dan membaca......guru begitu besar jasamukepada kami......guru ......terima kasih .......itu lah yang hanya bisaku katakan12 Januari 2012
Senin, 07 Januari 2013
Puisi Selamat Berpisah Guru | Ma'ruf Sarifddin
sumber gambar : edukasi.kompas.com Selamat Berpisah GuruMa'ruf Sarifddinserasa kemarin aku pakai seragam barumerah putih memakainya dengan rasa banggaserasa kemarin engkau ajari aku menulis, membaca,bahkan cara berbicaraenam tahun kau suapi segala ilmudari pelajaran sampai tingkah lakukini aku di penghujung kelasmuaku bangga punya guru sepertimutakkan kulupa pesan dan petuahmukan ku ingat sebagai bekal perjalanan dalam hidupku22 Juni 2009
Kamis, 21 Juni 2012
Puisi Anak Sekolah Dasar (SD) Tentang Guru | Aida Sevi Ivana
Guruku
Aida Sevi Ivana
Guru….
Kau bagaikan matahari yang slalu menyinari bumi
Tetapi kau matahari yang slalu menyinari hatiku
Dengan cara kau menyinari dengan ilmumu
Yang kau berikan untuk kami semua
Kau adalah pahlawan tanpa jasa
Kau memberikan ilmumu dengan penuh hati yang ikhlas
Kau tak pernah letih membimbing kami, memberikan ilmu kepada kami
Kau dibutuhkan oleh setiap orang yang butuh jasamu
Kau membimbing kami, memberikan ilmu dengan cara kau menyayangi kami
Oh, guru….
Kau benar-benar makhluk yang sempurna
Kau tak pernah berheti membimbing kami, memberikan kami ilmu
Kau memberikan semua ilmu yang baik bagi kami semua
Kau memberi kami ilmu agar kami mempunyai ilmumu
Setiap ilmu yang kau berikan kepada kami tidak pernah kami lupakan
Karna kami tahu kau memberikan ilmu ini dengan sungguh-sungguh,
Hati ikhlas, mulia
Kau memberikan jasa ini tak bisa dihitung
Oleh kami….
Oh,guru….
Kami akan slalu mengingat jasamu
Sampai akhir hayat kami
Walau satu jasapun tak akan kami lupakan
Pasti jasa yang kau berikan kepada kami
Menyangkut kehidupan kami nanti
Pasti ilmu yang kau berikan agar kami
Lebih baik menjalani hidup ini
Kami ucapkan terimakasih sebesar-besar
Atas ilmu yang tlah kau berikan kepada kami
21 Juni 2012
sumber : www.kompasiana.com/sevi
Aida Sevi Ivana
SD Aisyiyah Gemolong
Jumat, 06 Mei 2011
Puisi Perpisahan Anak SD | Puisi Anak Tentang Guru
Puisi Perpisahan Anak SD
GURUKU
Tangis sedih memilukan
Kini, saat berpisah datang
Segala lagu kudendangkan
Untuk mengenang jasamu
Hai…pahlawanku……..
Dari kelas ke kelas ku masuki
Dirasakan begitu risih dihati
Merasa tidak lama lagi
Kucurahkan segala rasaku
Segala waktumu kau curahkan
Segala kasih sucimu kau berikan
Dalam hati kubertanya
Berapa kali lagikah kita akan bertemu?
Guruku……
Terima kasih kuucapkan
Atas pengorbanan dan jasa-jasamu
Kau pahlawan tanpa tanda jasa
(medio : 2005)
sumber : riskaarniamantha.blogspot.com
Sabtu, 19 Juni 2010
SAJAK TENTANG GURU | Puisi Untuk Guruku
“KAPAN SEKOLAH KAMI LEBIH BAIK
DARI KANDANG AYAM”
oleh Prof. Winarno Surahmad.
“Tanpa sebuah kepalsuan, guru artinya ibadah.
Tanpa sebuah kemunafikan,
Semua guru berikrar mengabdi kemanusiaan.
Tetapi dunianya ternyata tuli. Setuli batu.
Tidak berhati.
Otonominya, kompetensinya, profesinya
hanya sepuhan pembungkus rasa getir,”
“Bolehkan kami bertanya,
apakah artinya bertugas mulia
ketika kami hanya terpinggirkan
tanpa ditanya, tanpa disapa?
Kapan sekolah kami lebih baik dari
kandang ayam?
Kapan pengetahuan kami bukan ilmu kadaluarsa?
Mungkinkah berharap
yang terbaik dalam kondisi yang terburuk?”
“Ketika semua orang menangis,
kenapa kami harus tetap tertawa?
Kenapa ketika orang kekenyangan,
kami harus tetap kelaparan?
Bolehkah kami bermimpi di dengar
ketika berbicara?
Dihargai layaknya manusia?
Tidak dihalau ketika bertanya?
Tidak mungkin berharap
dalam kondisi terburuk,”
“Sejuta batu nisan
guru tua yang terlupakan oleh sejarah.
Terbaca torehan darah kering:
Di sini berbaring seorang guru
semampu membaca buku usang
sambil belajar menahan lapar.
Hidup sebulan dengan gaji sehari.
Itulah nisan tua sejuta
guru tua yang terlupakan oleh sejarah,”
Puisi Buat Guru | Untuk Guruku Tercinta
SAJAK GURU
Kau insan yang mulia
Mendidik generasi demi generasi
Tanpa mengenal erti jemu
Siang malam berdoa agar
Anak bangsa berjaya dan berjaya
Guru
Kau ibarat lilin
Menerangi jalan yang gelap
Menyuluh ke jalan yang terang
Namun kekadang tersasar
Oleh badai yang datang
Guru
Kami anak didik
Bersyukur kepada Ilahi
Kerana menjadi insan yang terpilih
Hasil usaha murnimu
Guru
Kami berdoa agar kau guru
Bahagia dan tenang selalu
Di dunia dan akhirat
Salam kasih dan sayang
Dari kami
Buatmu guru
Nukilan: Nur Shahida Baharudin
Puisi Bertema Guru | Guru Oh Guru Usman Awang
GURU OH GURU
Usman Awang
Berburu ke padang datar
Dapat rusa belang kaki
Berguru kepala ajar
Ibarat bunga kembang tak jadi
Dialah pemberi paling setia
Tiap akar ilmu miliknya
Pelita dan lampu segala
Untuk manusia sebelum jadi dewasa.
Dialah ibu dialah bapa juga sahabat
Alur kesetiaan mengalirkan nasihat
Pemimpin yang ditauliahkan segala umat
Seribu tahun katanya menjadi hikmat.
Jika hari ini seorang Perdana Menteri berkuasa
Jika hari ini seorang Raja menaiki takhta
Jika hari ini seorang Presiden sebuah negara
Jika hari ini seorang ulama yang mulia
Jika hari ini seorang peguam menang bicara
Jika hari ini seorang penulis terkemuka
Jika hari ini siapa sahaja menjadi dewasa;
Sejarahnya dimulakan oleh seorang guru biasa
Dengan lembut sabarnya mengajar tulis-baca.
Di mana-mana dia berdiri di muka muridnya
Di sebuah sekolah mewah di Ibu Kota
Di bangunan tua sekolah Hulu Terengganu
Dia adalah guru mewakili seribu buku;
Semakin terpencil duduknya di ceruk desa
Semakin bererti tugasnya kepada negara.
Jadilah apa pun pada akhir kehidupanmu, guruku
Budi yang diapungkan di dulangi ilmu
Panggilan keramat "cikgu" kekal terpahat
Menjadi kenangan ke akhir hayat.
USMAN AWANG 1979
Puisi Tentang Profesi Guru | Jika Ada Rasa Ikhlas Itu
JIKA ADA RASA IKHLAS ITU
• ymr, inna simpang
aming aminoedhin
lalu gelisahku bertemu
kawan lama bertahun tak sua
kujumpai pada siang terik mentari
surabaya tak alang kepalang panasnya
di lobby inna simpang hotel nan sejuk
mengurai bimbang cerita-cerita lama
tanpa ujung batas tentang kawan sebangku
tentang kawan-kawan kuliah tak pernah temu
tanpa rasa-rasa jemu
hari seakan berlari kembali
ke arah waktu lampau
saat di bawah tanjung kampus kita
bersama mimpi dan mengigau
nasib selalu tak tertib
waktu bisa menggergaji ingatan
lupa kepada seorang kawan
adalah biasa. hanya perubahan
adalah abadi di alam ini
wajahmu seakan tak berubah
hanya perilaku jauh dari dulu
ada mukena membalut rambutmu
seperti ustadzah kampungku
begitu ayu!
wajahmu seakan tak berubah
hanya laku tomboy dulu
musnah di mataku. ditelan indah
mukena. mukenamu
begitu sederhana. begitu mempesona
benar pilihanmu
guru adalah pekerjaan paling mulia
jika ada rasa ikhlas itu
Surabaya, 10/7/2008


