UNTUK CLOSE : KLIK LINK IKLAN DI BAWAH 1 KALI AGAR MELIHAT FULL ARTIKEL ^^


Tampilkan postingan dengan label Tema Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tema Alam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 April 2013

Puisi Tentang Udara | Destiana Damayanti

Udara
Destiana Damayanti

Udara adalah nyawaku
Kau jangan marah pada kami yang telah menyakitimu
Kami telah mengotorimu
Tetapi kami tetap membutuhkanmu
Tanpamu aku tidak bisa hidup

Asap mobil dan motor telah mengotorimu
Asap pabrik telah mencemarimu
Maafkan kami
Semua ini ulah kami
Tapi kami pun tak bisa hidup tanpa ini

Sumedang, 12 April 2013


Rabu, 29 Februari 2012

Puisi Alam Hutan | Hutanku Rini Intana




Hutanku
Rini Intama

pongah menebang asa yang membelah senyap
gemerisik daun kering terinjak kaki perkasa
burung-burung terbang menghilang
cahaya langit pergi mengusap marah
yang mengintip direrimbun daun
dan kuncup kuncup bunga

tak pelak kayu diam tertebas ayunan sebilah kampak
dan gergaji yang sudah selesai diasah

garang menajam tak dengar keluh mengerang
dengarsuara bumi yang mengaduh hingga memekak
tangisan sang akar tertinggal terkelit sakit
habis darah mengalir dan kayu yang tercacah cacah

hutan tak ingin meranggas sedang angin membawa panas
memanggang kayu dan daun daun

ooh benih benih dari rahim pertiwi
menghitung puluhan tahun menunggu tunas tumbuh
sedang longsor memanggil tanah menimbun segala cinta

terhentilah nafas dan hutanku lampus

Juli 2010

sumber : green.kompasiana.com

Tag : Puisi Alam


Selasa, 03 Mei 2011

Puisi Alam Pedesaan | Hidup di Desa

Hidup di Desa
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Merdunya seruling di malam hening
Di relung bulan sabit di atas bukit
Sedamai hati petani ketika mimpi telah pergi menanti mentari pagi bersinar kembali,
membawa salam ke seluruh negeri ketika kokok ayam memecah kebisuan dusun
Dan fajar meremang di ufuk timur kehidupan insan menapak lagi

Mengarungi hari panjang yang menjanjikan harapan
Bila sang surya lengser perlahan di ujung senja
Warga desa bergegas kembali ke rumah-rumah mereka,
Berbagi cerita dalam kisah suka dan duka

Meski hati tetap bahagia karena itulah dunia mereka
Hidup di desa pewaris adat nenek moyang mereka


Senin, 02 Mei 2011

Contoh Puisi Anak-Anak Tentang Pemandangan Alam


PEMANDANGAN ALAM
Karya : Salsabila Ramadhani

Oh.. pemandangan alam memang sangat indah
Tiada yang bisa menandingi indahnya pemandangan alam
Gunung menjulang tinggi di sana
Sawah hijau mengembang
Sungai tampak berliku
Laut biru terbentang luas indah sekali
Ombak pun tampak membasahi hamparan pasir putih
Pemandangan sunset di pantai melengkapi indahnya pemandangan alam

Dari bukit aku melihat itu semua
sungguh mataku tak bisa berkejap
Karena sudah tersihir oleh keindahan alam semesta ini
Siapakah yang telah menciptakan semua ini?
Allahlah pencipta segalanya
Pencipta alam semesta yang indah ini
Kita patut bersyukur kepadanya
Sebagai rasa terima kasih kita kepadanya
Atas semua rezeki yang telah di dapat

Oh pemandangan alam
Aku tidak bisa melepaskan pandanganku darimu
Akan ku jaga engkau selalu
Agar engkau terus terawat dan tetap indah dipandang


Kumpulan Puisi Karya Anak 4D - An-Nisaa


Sabtu, 23 April 2011

Puisi Keindahan Alam Indonesia | Puisi Cahya AW

Keindahan Alam Indonesia
Cahya AW

Saat aku membuka mataku,
ku tak percaya bahwa itu nyata
Aku masih berfikir, bahwa aku masih bermimpi
Tetapi aku sadar bahwa keindahan itu benar-benar ada di depanku
Sungguh indah kepulauan ini

Ribuan pulau-pulau berjajar membentuk gugusan pulau yang indah
Gunung-gunung berbaris dari ujung barat ke ujung timur
Samudra luas membentang dengan air yang biru
dan berisi keindahan di bawahnya

Aku bangga menjadi anak Indonesia
Aku berjanji aku akan menjagamu

Januari 2008

Jumat, 18 Februari 2011

Nyanyian Seribu Burung | Puisi Bertema Alam Lingkungan

Nyanyian Seribu Burung
Arsyad Indradi

Dalam padang rimba dunia
Di atas pohon bercabang lima
Ada nyanyian seribu burung
Lagu leluhur mengembang

Indahnya bumiku hijau
Meluncur keretapagi di atasnya
Putihnya putihmuda
Kami terbang di dalamnya

Adakah tetap saja jalannya kereta ini
Adakah tetap saja terbang kami bebas
Kami lihat kami lihat
Musim panas mengombak
Musim hujan mengepak

Mengapa engkau diam
Kubur saja mereka di sini
Di atas tumpukan kenangan
Sebelum petang tiba

Dalam padang rimba dunia
Di atas pohon bercabang lima
Ada nyanyian seribu burung
Ada bayi mati lemas dalam jantung

Banjarmasin, 1972

Senin, 07 Februari 2011

Gunung Tampomas | Puisi Keindahan Alam

Gunung Tampomas
deddi anggadiredja

wahai tampomas
kau tak kan meletus sampai kiamat nanti
kau trima pendok mas yang sakti
pangeran sumedang telah menjadi saksi
seizin Sang Hyang Widi

dikakimu kau persembahkan kali
airnya jernih sekali
air sumber kehidupan
rakyat sumedang larang

dari tebing-tebingmu sampai ke kaki
pucuk-pucuk cemara menari-nari
dipuncak yang paling tinggi
ada tempat sidang para wali
dilembahmu
ada sawah para petani

Sumedang, 1961

Kamis, 27 Mei 2010

Puisi Alam Pantai Yang Indah | Winda Purwanti

PANTAI
Winda Purwanti

saatku berjalan...
diatas butiran pasir putih
kuberdiri sejenak
dibawah pohon kelapa
terasa damai dan sejuk
saat anginpun menyambar...
tubuh yang kaku ini
menjadi segar kembali

kulihat indahnya...
lautan biru
tepat didepan mataku
melukiskan pesona alam
yang hidup dalam
panorama keindahan

deburan ombak...
bagai memanggil
sukma jiwa...
yang kelam kelabu
menjadi aurah yang ceria

pancaran sinar mentari
sungguh menyengat
bagai melepuhkan kulit
hingga hangus
ku coba tuk berlari
tuk tidak merasakannya
sambil berteriak
tuk melepas kejenuhan

sungguh pemandangan yang indah
terasa tuhan...
mengetuk lubuk hati
yang paling dalam ini
sedalam - dalamnya...
samudera dunia
untuk selalu ingat
akan kuasanya yang semesta.




Selasa, 18 Mei 2010

Puisi Tentang Pantai | Panorama Dari Pantai Panjang

PANORAMA DARI PANTAI PANJANG
Isbedy Stiawan ZS

matahari merah di atas gelombang
menerbangkan pasir hitam
ke wajahku yang gagu memandang ketinggian-Mu
ini pantai amat panjang
membuatku lelah menyisir perjalanan
aku telah jadi kanak-kanak kembali
bermimpi tentang pelayaran
atau bercanda dengan ketajaman ombak
yang menikam tangga usiaku
dari pohon-pohon cemara itu
kusaksikan wajahku sendiri yang menari
bagi bungakarang di laut-Mu
di pantai panjang ini
betapa sulit kueja langkahku
bahkan pada surya yang mulai ke peraduan
kualiri saja mimpiku
dan berlayar…

Bengkulu, 1995


Minggu, 16 Mei 2010

Puisi Alam | Kumpulan Puisi Tentang Alam


Puisi Alam atau puisi tentang Alam, ini diambil dari judul-judul puisi yang berhubungan dengan puisi bertema Alam. Masih banyak puisi-puisi lainnya di Blog ini yang bertemakan Puisi tentang alam. Sahabat bisa mencari di kategori Judul/Tema Puisi. Berikut ini adalah beberapa puisi yang bertemakan alam, antara lain. Cikuray, Mount Rhapsodia, Angin Laut, Laut, Laut Yang Ramai dan Pemandangan di Que-Lin.

CIKURAY, MOUNT RHAPSODIA
Jun Nizami

Melewati dadamu, jalan setapak penuh debu. puncak bayangan, dan hutan-hutan yang kupuja menjelma rahasia-rahasia suram. Tiada mata air, meski dingin terus mengalir, ke jantungku.

Sampai di puncakmu, kabut terurai. Edelweis barangkali penawar, bagi sehimpun kelelahan. Dan kepuasan pendaki, barangkali tersimpan, pada sunrise atau sekerat bulan yang manis.

Sampai di puncakmu, cikuray, aku yang gelisah tak henti membaca bintang untuk menentu arah. Sebab jurang-jurang terus menganga, seperti dari dunia dalam hidup yang terluka. Di mana cinta menjelma satu-satunya pelita, juga unggun, atau perapian-perapian yang menyakitkan bagi seseorang dalam kembara.

Cikuray, kediaman di atas awan. Nestapa terbuka, dan bumi seolah-olah tenggelam. Lantas aku, merasa menjadi seorang penumpang:

dari kapal nuh yang diturunkan
dan ditugaskan
dan dibangunkan,
untuk membangun sebuah peradaban.

2011
http://www.kabar-priangan.com/news/detail/1255


ANGIN LAUT
Kuntowijoyo

Perahu yang membawamu
telah kembali
entah ke mana
angin laut mendorongnya ke ujung dunia
Engkau tidak mengerti juga
Duduklah
Ombak yang selalu
pulang dan pergi.
Seperti engkau
mereka berdiri di pantai
menantikan
barangkali
seseorang akan datang dan menebak teka-teki itu.


LAUT
Kuntowijoyo

Siapa menghuni pulau ini kalau bukan pemberani?
Rimba menyembunyikan harimau dan ular berbisa.
Malam membunuhmu bila sekejap kau pejam mata.
Tidak. Di pagi hari kautemukan bahwa engkau
di sini. Segar bugar. Kita punya tangan
dari batu sungai. Karang laut menyulapmu jadi
pemenang. Dan engkau berjalan ke sana.
Menerjang ombak yang memukul dadamu.
Engkau bunuh naga raksasa. Jangan takut.
Sang kerdil yang berdiri di atas buih itu
adalah Dewa Ruci. Engkau menatapnya: menatap dirimu.
Matanya adalah matamu. Tubuhnya adalah tubuhmu.
Sukmanya adalah sukmamu. Laut adalah ruh kita
yang baru! Tenggelamkan rahasia ke rahimnya:
Bagai kristal kaca, nyaring bunyinya.
Sebentar kemudian, sebuah debur
gelombang yang jauh menghiburmu.

Saksikanlah.
Tidak ada batasnya bukan?


LAUT YANG RAMAI
Ayi Jufridar

Laut mendadak ramai
deburan ombak terseret angin
ke tengah samudera itu
sedang di bibir pantai
orang saja menari-nari
Laut mengundang sehamparan gunung samudera
datanglah dari penjuru segala
melihat kami menari
menjelang akhir sodorkan air
ketika tubuh bermandi peluh
tapi jangan suguhkan seudati*)
sebab ia sudah mati

Datang,
datanglah dari penjuru segala
ramaikan laut kami yang sepi
dengan lagumu yang sarat cinta

Lhokseumawe, Juni 2005

*) nama tarian terkenal Aceh



PEMANDANGAN DI QUE-LIN
Husseyn Umar

gunung-gunung dan bukit-bukit hitam
tinggi dan tajam
menjulang menusuk-nusuk awan
air sungai Li berkelok-kelok
bermain-main di celah kaki-kakinya

bilakah sebenarnya
dewa-dewa telah turun dari langit
sempat-sempatnya membuat
pahatan alam yang begini cantik!

1994


Senin, 10 Mei 2010

Puisi Sunda Tentang Alam | Di Mumunggang Cikeruh

DI MUMUNGGANG CIKERUH
Etti R.S.

Neuteup padataran tungtung Bandung
bari ngararasakeun hiliwir angin gunung
mayakpak padataran
sacangkewok pasawahan jeung rewuan suhunan
luhureunana langit maleukmeuk
kapulas ku haseup pabrik jadi reueuk

Mana Cicalengka nu cenah titinggal nagri Kendan?
kiwari tinggal heabna jeung pasuliwerna sedan
jalan liliwatan ka nagri Galuh
ngabulungbung mun disorang henteu jauh
jalan liliwatan ka nagri Sunda
ngembat natrat disorang teu matak suda

Neuteup bulistirna tonggong pasir
sabada nohonan salat lohor ahir
tingborelak taneuh beureum
lir gudawangna tatu nu teu eureun-eureun
rajegna tangkal nu maluguran
rabeng kalakay kasorot panonpoe manceran

Mana gumplukna tutuwuhan nu cenah benteng Sumedanglarang?
geuning ukur wangwangan jeung pasolengkrahna regang
lamping nu mindingan Tanjungsari
jadi liliwatan tutumpakan nu balawiri
gunung nu ngalingkung situ Bandung
ngan aya 'na anggitan Papatet Ganjlung

Bandung, Desember 1994

Contoh Puisi Alam | ALAM SEDANG BERDANDAN

ALAM SEDANG BERDANDAN
Kuntowijoyo

Tangan yang tak nampak
Menjentikkan kasih ke pohonan
Semi di cabang-cabang
Adapun di rumputan
Seribu warna jambon
Memberikan madunya
Pada lebah dan kupu-kupu

Wahai yang menghias diri di air sungai
Simpanlah senja di bawah batu-batu
Angsa putih ingin mencelupkan bulu
Menuai ikan-ikanmu

Perawan mencuci mukanya
Masih tertinggal wangi kulitnya di permukaan
Ketika burung mandi dan menyanyi

Terdengar bagai engkau bangkit kembali
Tangan yang tak nampak
Mendandani.