Sketsa MalamDaman Surachmandi langit birupesta terang bulan telah siapdan tongkang-tongkang menepidan tangan-tangan besiberkilau bergigi gembiramembawa harapannyasuara dangdut di tepi kotamelahap suara azanorang tak malu-malu lagi pada zamandiantara api unggundiantara rasi librabraja melintasmata-mata begitu ceriabergoyang berkedipdiselingi anggurdiselingi senyum dan tawalewat tengah malampantai sepi laut mati ombak lelapdan malam menulis puisidengan hasrat abadiPasir putih, juni 2011
Tampilkan postingan dengan label Tema Malam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tema Malam. Tampilkan semua postingan
Jumat, 08 Februari 2013
Puisi Sketsa Malam | Daman Surachman
Selasa, 15 Januari 2013
Puisi Dari Sebuah Malam | Lailatul Kiptiyah
Dari Sebuah MalamLailatul Kiptiyahdadamu adalah seceruk kolamdi mana daun-daun luka luruhdiam lalu tenggelamsengat matahari telah meninggalkanwarna memardi ujung keningmuia menyerupai garis-garis doayang terus memanjanghingga melampaui jarak batas pandangjarak yang tak hentimenjemput takbirMuSeptember, 2012
Rabu, 09 Januari 2013
Puisi Gejayan Suatu Malam | Daman Surachman
GEJAYAN SUATU MALAMDaman Surachmanbulan bundardi atas Merapidi lingkari warna-warniseperti pelangisuara katak di pematanglantang bersahutanmenyambut-nyambut riangakan datang musim hujandan awan keperakanbagai untaian sejuta melatibersembunyi angan-anganMama, damai sekali disinikususuri kenangandengan sepuluh harapankutinggalkan kenangandengan satu harapanberikan selalu senyummu ituJogya,5 Desember ’98
Rabu, 12 Desember 2012
Puisi Cerita Malam | Danuh Tyas
Cerita MalamDanuh TyasSetelah semua cerita hari ini, cahaya di langit berpamitan pada kitaDan kita..., sekedar mengasoh,Berpaling dari segala ketegangan dan prasangkaDengan malam kita berbincang tentang gelapDengan malam kita berbincang tentang senyapDan pada malam kita bertanya,Tentang rahasia dan esok hariDan malam hanyalah sunyi...Dalam peraduan senyap malam, burung hantu buta menuntun kitaMencari bulan purnama benderang...Dengan suara parau, burung gagak hitamSenandungkan pada kitaMerdu semilir angin malam...Pohon-pohon kantuk, diam dan bisuBisikkan pada kitaPesan khidmat alam raya malam...Dan bintang-bintang berkerlipmenertawai kita...Dan bagi kita, gelap di langit malamMasih tetap saja,Misteri tentang esok hari....Dan kita tenggelam dan terus tenggelamKe dalam hangatnya mimpi dalam pejam...02-Jul-2012www.kabarindonesia.com
Kamis, 16 Februari 2012
Puisi Pasar Malam | Umar Fauzi Ballah
Pasar Malam
Umar Fauzi Ballah
kalau bukan nenek renta
memanggul kacang basah
anak-anak belia menjinjing kacang kering
malam tambah dingin yang terkelupas
terkulai gemigil
tak hendak melepas kancing
dan jejak mereka gemerincing
di podium mimpi-mimpi kian berhembus makin sesak karena
belum ada yang beranjak
sementara si belia dan si renta
tak menghiraukannya terdesak pada laba yang kian melonjak
seseorang kemudian membacakan puisi
seperti membaca talkin dengan pasang indera bertanya-tanya
"antara pencari nafkah dan tukang khotbah
apakah seperti lentera dengan cahaya
atau lentera dengan jelaga?"
nasib telah mempertemukan mereka embun menjadi saksi
dan menertawakannya sementara bintang membasahi
mimpi-mimpi memungkasi jalan-jalan terlelap di ujung mata
Surabaya, 2008
Sabtu, 22 Januari 2011
Puisi Malam Bulan | Wing Kardjo
Malam Bulan
Wing Kardjo
Ketika bangun sudah bertahun-tahun tahu
bahwa kembara tak kan pernah jauh
berkelana di bawah bulan dua-dua
makin larut malam, makin
dingin untuk cinta, di urat-urat tubuh,
ditulang sumsum, di jari-jari, di tiap
kecup dan cium. Telah retak-retak
bulan, tahun jernih tak kan pulih.
Jiwa merasuk dalam rimba kelam, jasmani
tersesat di pintu hotel tua, memandang
perempuan bagai barang sewaan
Berlomba-lomba hawa penasaran menggapai lagi
angan-angan hilang dalam musim terlambat
matang, matahari terlalu cepat datang.
Sumber :
La chair, helas
Fragmen Malam Setumpuk Soneta (Pustaka Jaya)
Tag : Biografi Wing Kardjo, Surat atas Bulan, Sajak dalam Angin
Senin, 17 Januari 2011
PERCAKAPAN MALAM | Gunoto Saparie
PERCAKAPAN MALAM
Gunoto Saparie
percakapan malam ini
mungkin hanya sia-sia
tak bermakna, tak bermakna
hanya kata-kata sepi
namun apakah sebenarnya
arti percakapan malam ini?
tak ada, tak ada
tak tersigi mata hati
percakapan malam ini
mungkin hanya sia-sia
tak berarti, tak berarti
hanya rindu dan cinta purba
2008
Minggu, 26 September 2010
PEMUJA MALAM
PEMUJA MALAM
Gita Nuari
seusai kita bernyanyi bumi mengental dalam waktu yang basah botol-
botol menyimpan napas kita yang busuk di antara teriakan para pemuja
malam siapa di antara kita yang tak pernah pulang? rumah telah menjadi
terumbu karang dihuni ganggang laut meradang di tengah gelombang
seusai kita bernyanyi burung-burung membatu di langit. imajinasi
lumpuh kita terdampar di antara kepak kelelawar meneguk getah mawar.
Selasa, 14 September 2010
Puisi Di Kegelapan Malam | Noor Sam
Di Kegelapan Malam
Noor Sam
di kegelapan malam perjalanan ini ada kesadaran mendatangi hakikat sebelum meronta jiwa pada kekekalan api di kegelapan malam perjalanan ini hanya ada kerinduan ranjang pada desah terperangkap dalam kusutnya kelambu sepi sementara birahi tetap menawarkan dosa dan nanah di kegelapan malam perjalanan ini pikiran-pikiran mengejar kemustahilan lalu menguburkan diri pada kehausan abadi sementara gugusan galaksi dan bulan setia mengasuh kenangan buruk dan perselingkuhan mimpi di kegelapan malam perjalanan ini hidup pelan-pelan berubah butiran angin karena kebenaran bahasa sebatas pendengaran orang tuli di kota-kota yang kaku dan dingin lalu kesedihan menjadi nafas bumi sedang merangkaki halaman cermin sendiri di kegelapan malam perjalanan ini keinginan pada cahaya dan hangat matahari dilebur arus gelap mata hati yang suntuk merangkai keping-keping penyesalan diri menjadi kemurungan nasib mengalir sepanjang sungai kesementaraan nikmat dan hasrat duniawi menuju laut mati
Januari 2010
Noor Sam
di kegelapan malam perjalanan ini ada kesadaran mendatangi hakikat sebelum meronta jiwa pada kekekalan api di kegelapan malam perjalanan ini hanya ada kerinduan ranjang pada desah terperangkap dalam kusutnya kelambu sepi sementara birahi tetap menawarkan dosa dan nanah di kegelapan malam perjalanan ini pikiran-pikiran mengejar kemustahilan lalu menguburkan diri pada kehausan abadi sementara gugusan galaksi dan bulan setia mengasuh kenangan buruk dan perselingkuhan mimpi di kegelapan malam perjalanan ini hidup pelan-pelan berubah butiran angin karena kebenaran bahasa sebatas pendengaran orang tuli di kota-kota yang kaku dan dingin lalu kesedihan menjadi nafas bumi sedang merangkaki halaman cermin sendiri di kegelapan malam perjalanan ini keinginan pada cahaya dan hangat matahari dilebur arus gelap mata hati yang suntuk merangkai keping-keping penyesalan diri menjadi kemurungan nasib mengalir sepanjang sungai kesementaraan nikmat dan hasrat duniawi menuju laut mati
Januari 2010
Sabtu, 14 Agustus 2010
Permainan Semalam
PERMAINAN SEMALAM
Yunis Kartika
pagiku berembun di ujung dadamu yang lengket
tumpas sudah syahwat semalam
lepas dari kamar yang beraroma ; cinta katamu
-padahal kita sama tahu yang tercium cuma nafsu-
kita kembali menjadi sosoksosok kaku
selalu begitu bukan?
2007
Rabu, 30 Juni 2010
Perselingkuhan Malam | Faisal Muhctar Al Khaufi
Perselingkuhan Malam
Faisal Muhctar Al Khaufi
bahkan cahaya menghardik matahari
dan menawarkan perselingkuhan dengan malam
malam sepertinya menawarkan pesona di atas pesona
ada bisik yang tak tercatat dalam perjanjian di kemaluan malam
tentang jaman yang meronta ingin dinikahi
cipasung desa kecil itu pada titik sunyi
seorang tua di pojok perapian bersama gumam istrinya
menatap bugil pada langit yang angkuh
gemuruh api menyaksikan peraduan demi peraduan
merampungkan malam yang sempurna ditelan hati
sunyi pun hilang diterpa fajar
cahaya kembali datang mendamaikan
setiap perselingkuhan demi perselingkuhan
Tasikmalaya 2004
Selasa, 22 Juni 2010
PUISI MALAM | Kumpulan Puisi Tentang Malam
MALAM
Chairil Anwar
Mulai kelam
belum buntu malam
kami masih berjaga
–Thermopylae?-
- jagal tidak dikenal ? -
tapi nanti
sebelum siang membentang
kami sudah tenggelam hilang
Zaman Baru,
No. 11-12
20-30 Agustus 1957
MALAM
Kuntowijoyo
Bayang-bayang bumi
Memalingkan tubuh
Memejam lelah
Meletakkan beban ke tanah
Maka malam pun turun
Memaksa kucing putih
Mengeong di pojok rumah
Memanggil pungguk
Yang sanggup mengundang bulan
Karena hari sedang istirahat
Di ladang angin mengendap
Tidur bersama ibu bumi
Dari kasih mereka
Ilalang berisik
Ditingkah suara jangkrik
Di sungai, air
Pelan-pelan
Melanda pasir
Justru pada tengah malam
Rahasia diungkapkan.
MALAM DI PEGUNUNGAN
Chairil Anwar
Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin,
Jadi pucat rumah dan kaku pohonan?
Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin:
Eh, ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan!
1947
MALAM JAHAT
Ws. Rendra
Malam dengan langit tanpa buahan
dan suara itu bukanlah angin puputan
tersebar ratapan perempuan sial
bagai merayap di atas jalan yang kekal.
Lelaki keluar ambang sendirian
burung hitam banyak hinggapan
sekali melangkah kakinya besi
dituruti jalan sangsi yang abadi.
Rabu, 19 Mei 2010
METAMORFOSA MALAM
METAMORFOSA MALAM
Isbedy Stiawan ZS
malam melepas dan
menutup kelambunya
lalu bagai bintang, embun
menghias pintunya
lepas pakaianmu
biar kumasuki
untuk menguliti
rahasia mahakelammu
setelah itu tutup kembali
maka bintang-bintang
serupa kancing di pintumu
akan menulis kalimat
dari tahun yang tua
usah kenang mula matahari
tumbuh dan runtuh
setelah padang tercipta
dan sepasang kekasih melata
dari pengusiran pertama
masuk ke dalam kelambu
malam, embun makin
genapkan rahasia
mahakelammu
menumbuh surga dari
serpihan bintang
menulis kalimat-kalimat
dari tahun yang tua
kini di mana?
menyusuri padang
tertutup oleh rahasia
tahun-tahun bimbang
kini mau ke mana?
2002/2003
Selasa, 18 Mei 2010
Puisi Tengah Malam, Telepon Berdering
TENGAH MALAM, TELEPON BERDERING
Isbedy Stiawan ZS
: scb
tengah malam telepon darimu berdering. aku
berbenah. juga kamar dan ranjang yang
penuh noktah dan kusut
tunggu sebentar aku hendak ke kamar
mandi dulu. setelah itu menjemputmu
namun kau berang. tak sabar menantiku
sikat gigi dan basahi rambut. aku ingin
kencing dulu, teriakku. tentu kau dengar
ocehanku. tapi kau tetap ingin segera!
apa yang bisa kuberikan padamu, jawaban-
jawaban yang membuatmu tersenyum?
tengah malam dering telepon darimu
memanggilku untuk segera datang
tak harus berias aku akan menerimamu,
katamu. aku kini sungguh cemas!
Akhir April—Awal Mei 2001
Minggu, 16 Mei 2010
Syair Malam | Ari Saptaji
Syair Malam
Ari Saptaji
saat engkau memejamkan mata, kekasih
jangan kaututup tingkap mimpimu
sebab aku akan menaburkan bebungaan
dan meniupkan wewangian dari langit
aku akan turun dari rembulan
meniti cahayanya yang hening
dan apabila gerai rambutmu berdesir
akan kusematkan jejak di punggung bukit
kita sepakat mencari mata air, bukan?
kita akan menampung: embun demi embun
di bilah rumput yang menggigil
kita akan masuk ke dalam hutan
dan menggeliat
karena bau lumut yang memabukkan
engkau mendesakku menjejak di bukit
aku membujukmu membubung ke langit
: ketika fajar pecah, kita berdarah-darah
dan seandainya engkau terjaga, kekasih
temukan gairahku
di berkas bening cahya mentari!
jogja, 2006
Senin, 10 Mei 2010
MALAM | Puisi Puisi Malam
MALAM
Kuntowijoyo
Bayang-bayang bumi
Memalingkan tubuh
Memejam lelah
Meletakkan beban ke tanah
Maka malam pun turun
Memaksa kucing putih
Mengeong di pojok rumah
Memanggil pungguk
Yang sanggup mengundang bulan
Karena hari sedang istirahat
Di ladang angin mengendap
Tidur bersama ibu bumi
Dari kasih mereka
Ilalang berisik
Ditingkah suara jangkrik
Di sungai, air
Pelan-pelan
Melanda pasir
Justru pada tengah malam
Rahasia diungkapkan.
Kamis, 06 Mei 2010
MALAM TAKBIR | Puisi Menjelang Idul Fitri
MALAM TAKBIR
T. Tjoet Soufjan
Gema takbir semilir di angkasa
Kalbu ini menyayat sendu
Anak-anakku minta baju baru
Allahu Akbar, hati ini terbakar
Layu dan luluh
Lailaha Illallah, sendu seluruh rasa
Anak-anakku minta juadah*)
Allahu Akbar, bumi hangus terbakar
Mata berkedip tapi keliling kelam
Naluriku runtuh lebur dan kelu
Seharu gema Walila Ilham
Kembali diri ini dalam cobaan
Di lebur hancur dengan tangisan
Tangis bocah,tangis-tangis perawan lincah
Anak-anak ingin lebaran
Ini kisah diri yang paling perih
Juga kisah insan sebahagian
Menjelang Idul Fitri harus antri pikiran
Dan yang menyiksa kegembiraan
Kutaraja, 6 Agustus 1967
*) seperti perhiasan