UNTUK CLOSE : KLIK LINK IKLAN DI BAWAH 1 KALI AGAR MELIHAT FULL ARTIKEL ^^


Senin, 31 Desember 2012

Menggunakan Fitur Rotasi Pada Geogebra Untuk Membuat Animasi (Bagian 2)

Menggunakan Fitur Rotasi Pada Geogebra Untuk Untuk Membuat Animasi (Bagian 2). Perhatikan gambar di sampng. Di jenjang SMP sering kita temui soal menentukan luas daerah yang diarsir seperti pada gambar. Kita bisa menggunakan geogebra untuk memvisualisasikan sehingga siswa lebih mudah untuk memahami proses pentuan luas daerah yang diarsir. Di posting sebelumya Menggunakan Fitur Rotasi Pada Geogebra Untuk Membuat Animasi (Bagian 1) hanya menjelaskan dasar pembuatan animasi. Di bagian 2 kita akan menerapkan untuk rotasi yang lebih kompleks yaitu untuk visualisasi dalam penyelesaian luas daerah. Bagaimana caranya? Perhatikan lagkah-langkahnya di bawah ini (Saya mengasumsikan Anda sudah bisa menggambar menggunakan geogebra seperti pada gambar)

      1.      Buatlah titik-titik A(1,1), B(5,1), C(5,3), D(1,3), E(3,1), F(2,1), dan (4,1)!
      2.      Buatlah persegipanjang ABCD dengan tool Poligon!
      3.    Buatlah bangun setengah lingkaran dengan pusat F dengan tool Sektor Sirkular Dengan Pusat Melalui Dua Buah Titik!
      4.   Buatlah bangun setengah lingkaran dengan pusat G dengan tool Sektor Sirkular Dengan Pusat Melalui Dua Buah Titik!. Warnai persegipanjang, dan dua buah setengah lingkaran itu menurut kesukaan Anda. Setelah itu sembunyikan titik F dan G!
      5.      Buatlah luncuran berjenis sudut dengan rentangan 0O hingga 90O
      6.      Di bilah masukan ketiklah perintah rotasi[e,a,E]
      7.      Di bilah masukan ketiklah perintah rotasi[f,-a,E].
      8.      Sembunyikan kedua bangun setengah lingkaran asal, yaitu konik e dan konik f!
      9.      Gerakkan luncuran, maka kedua bangun setengah lingkaran akan bergerak.
       
Artikel yang lebih lengkap bisa diunduh di tautan di bawah ini
Menggunakan Fitur Rotasi Pada Geogebra Untuk Membuat Animasi (Bagian 2)

EFEK MENIPISNYA LAPISAN OZON


EFEK MENIPISNYA LAPISAN OZON
Penipisan lapisan ozon akan menyebabkan lebih banyak sinar radiasi ultra ungu memasuki bumi. Radiasi ultra ungu ini dapat membuat efek pada kesehatan manusia, memusnahkan kehidupan laut, ekosistem, mengurangi hasil pertanian dan hutan. Efek utama pada manusia adalah peningkatan penyakit kanker kulit karena selain itu dapat merusak mata termasuk kataraks dan juga mungkin akan melemahkan sistem imunisasi badan. Pada bidang pertanian, penerimaan sinar ultra violet pada tanaman dapat memusnahkan hasil tanaman utama dunia. Hasil kajian menunjukkan hasil tanaman seperti 'barli' dan 'oat' menunjukkan penurunan karena penerimaan sinar radiasi yang semakin tinggi. Tanaman diperkirakan akan mengalami kelambatan pertumbuhan, bahkan akan cenderung kerdil, sehingga merusak hasil panen dan hutan-hutan yang ada. Radiasi penuh ini juga dapat mematikan anak-anak ikan, kepiting dan udang di lautan, serta mengurangi jumlah plankton yang menjadi salah satu sumber makanan kebanyakan hewan-hewan laut. Kerusakan lapisan ozon juga memiliki pengaruh langsung pada pemanasan bumi yang sering disebut sebagai "efek rumah kaca". Usaha-usaha untuk mencegah penipisan ozon menjadi mulai dilakukan bersama oleh semua negara di dunia. Usaha itu pun telah di galakkan secara serius melalui UNEP (United Nation Environment Programme) salah satu organisasi PBB yang bergerak dibidang program perlindungan lingkungan dan alam. Pada tahun 1977 lagi, UNEP telah mengambil tindakan Perancangan Dunia terhadap lapisan ozon dan dalam tahun 1987, dibuat satu kesepakatan dunia mengenai pengurangan pengeluaran bahan yang menyebabkan lapisan ozon telah ditandatangani yaitu 'Protokol Montreal'. Protokol ini di antaranya menghasilkan tindakan-tindakan dalam mengawal penghasilan dan pembebasan CFC ke dalam alam sekitar. Oleh karena itu, kita semua harus memandang serius masalah ini dan berupaya untuk mencegah atau meminimalkan penipisan lapisan ozon di alam ini dengan cara meminimalkan penggunaan bahan-bahan yang dapat mempertipis ozon agar generasi yang akan datang dapat mewarisi alam sekitar yang masih baik. 

FENOMENA ALAM YANG TERJADI AKIBAT PERUBAHAN SUHU 

PEMANASAN GLOBAL
Pemanasan global yang terjadi di permukaan bumi pada dasarnya diakibatkan oleh gas-gas pencemar seperti karbondioksida (CO2) dan gas freon atau kloro fluoro karbon (CFC) yang dihasilkan akibat kemajuan teknologi. Karbondioksida berasal dari asap pabrik, asap kendaraan bermotor dan hasil kebakaran hutan dan pembakaran sampah. Pemanasan global sering disebut dengan efek rumah kaca (green house effect). Proses efek rumah kaca terjadi berawal ketika gas-gas pencemar seperti karbondioksida dan CFC menahan pancaran gelombang panas di permukaan bumi. Lapisan CO2 itu dapat ditembus sinar matahari, tetapi tidak mampu ditembus pantulan sinar matahari setelah mengenai bumi. Panas akan memantul kembali ke bumi, sehingga akan terjadi kenaikan temperatur di permukaan bumi. Sinar pantul yang berupa infra merah, mengandung efek panas. Karena tertahan oleh lapisan CO2, makin lama panas yang tertahan itu meningkatkan suhu rata-rata permukaan bumi. Gejala penaikan suhu rata-rata bumi itu disebut pemanasan global. Adanya pemanasan global yang terjadi di permukaan bumi akan berdampak negatif terhadap lingkungan di permukaan bumi. Akibat pemanasan global antara lain :
a. pencairan es di daerah kutub dan puncak gunung
b. naiknya permukaan air laut, sehingga mengakibatkan sering terjadi banjir
c. terjadinya badai akibat meningkatnya kecepatan dan frekuensi angin
d. perubahan pola iklim di bumi, misalnya : suhu yang sangat dingin pada daerah tertentu 

Penggunaan gas-gas pencemar yang berlebihan akan menyebabkan terjadinya penipisan lapisan ozon. Kalau sampai hal ini terjadi maka  ultraviolet akan meningkat sehingga akan mengganggu bagi kesehatan  dan lingkungan, misalnya :

a. Bagi kesehatan : kekebalan tubuh menurun, penyakit katarak, kanker kulit,  mengubah struktur genetika makhluk hidup.
b. Bagi lingkungan : peningkatan efek rumah kaca, merusak karang laut, menurunnya populasi plankton, merusak struktur bangunan, produktifitas tumbuhan menurun.

Pembakaran bahan bakar fosil dapat menyebabkan terjadinya hujan asam. Mengapa demikian? Awan pembawa hujan bersifat asam. Sementara itu, pembakaran bahan bakar menaikkan kejenuhan asam. Dengan demikian di awan itu terbentuk asam kuat. Jika akhirnya awan itu menghasilkan hujan, terjadilah hujan asam yang dapat membunuh tumbuh-tumbuhan, membuat air tawar terasa asam, dan merusakkan dinding tembok.

SOAL EVALUASI


1Naiknya suhu bumi (pemanasan global) berdampak kurang baik terhadap bumi dan lingkungannya. Salah satu dampak negatif dari pemanasan global adalah ....
A.      menurunnya frekuensi angin
B.      bergesernya arah angin timur dan angin barat
C.      naiknya permukaan air laut
D.      meningkatnya populasi plankton di laut

2.  Perhatikan fenomena alam berikut :
1.   Berkurangnya populasi ikan di laut
2.   Perubahan iklim yang ekstrim
3.   Meningkatnya kadar ultraviolet di bumi
4.   Naiknya level permukaan laut
Fenomena alam yang disebabkan oleh pemanasan global adalah . . . .
A.      1 dan 2
B.      1 dan 3
C.      2 dan 4
D.      3 dan 4            

3Meningkatnya jumlah gas CO2 menyebabkan naiknya suhu atmosfer bumi akibat dari efek rumah kaca . Dampak negatif kenaikan suhu atmosfer bumi adalah….
A.   turunnya  permukaan air tanah
B.   terjadinya pasang air laut
C.   meningkatnya intensitas badai
D.   terjadinya perubahan musim


4.  Salah satu cara mengurangi pemanasan global . . . .
     a. penghijauan di daerah perkotaan
     b. penggunaan bensin untuk bahan bahan kendaraan
     c. ladang berpindah
     d. pembukaan hutan

5.  Salah satu faktor yang menyebabkan suhu di permukaan bumi naik adalah ....
     A. Penggunaan nuklir sebagai sumber listrik
     B. Pemanfaatan sinar matahari untuk pembangkit listrik
     C. Radiasi matahari yang diterima bumi
     D. Panas yang terperngkap di atmosber bumi.

6. Perhatikan jenis-jenis kegiatan yang dilakukan manusia berikut ini !
    1). Menbangun rumah yang dindingnya kaca
    2). Penghijaun hutan
    3). Penggunaan fosil sebagai sumber energi
    4). Pembakaran huan
    Kegiatan manusi yang mengakibatkan pemanasan global adalah ….
    A. 1) dan 2)
    B. 1) dan 3 )
    C. 2) dan 4)
    D. 3) dan 4)

7. Perhatikan pernyataan berikut !
    1. kekebalan tubuh menurun
    2. penyakit  katarak
    3. kanker kulit
    4. gangguan organ dalam
    Penipisan lapisan ozon dapat menyebabkan  peningkatan ultraviolet  yang  terpancar ke 
    bumi. Dari pernyataan di atas yang merupakan akibat meningkatnya ultraviolet terhadap
    kesehatan adalah ....
    A.  1, 2, dan 3                                                C. 2 dan 4
    B.  1 dan 3                                                      D. 4 saja



Cara Membuat Tombol Print Dan PDF Di Blog

Cara Membuat Tombol Print Dan PDF Di Blog

Cara membuat tombol Print dan Save PDF di tiap halaman postingan, untuk bisa membuatnya sobat ikuti saja langkah-langkahnya seperti dibawah ini.

Langkah 1:
Copas script di bawah ini

<b:if cond='data:blog.pageType == "index"'><a expr:href='data:post.url + "?pfstyle=wp"' style="margin-right:1em; color:#6D9F00; text-decoration:none;" class="printfriendly" title="Printer Friendly and PDF"><img style="border:none;" src="http://cdn.printfriendly.com/pf-button-both.gif" alt="Print Friendly and PDF"/></a><b:else/><b:if cond='data:blog.pageType == "archive"'><a expr:href='data:post.url + "?pfstyle=wp"' style=" margin-right:1em; color:#6D9F00; text-decoration:none;" class="printfriendly" title="Printer Friendly and PDF"><img style="border:none;" src="http://cdn.printfriendly.com/pf-button-both.gif" alt="Print Friendly and PDF"/></a><b:else/><script src="http://cdn.printfriendly.com/printfriendly.js" type="text/javascript"></script><a href="http://www.printfriendly.com" style=" color:#6D9F00; text-decoration:none;" class="printfriendly" onclick="window.print(); return false;" title="Printer Friendly and PDF"><img style="border:none;" src="http://cdn.printfriendly.com/pf-button-both.gif" alt="Print Friendly and PDF"/></a></b:if></b:if>

Langkah 2 : 
Pilih Desain, kemudian Edit HTML, dan centang  Expand Template Widget.


Langkah ke 3 :
Sisipkan kode diatas  ke Template, setelah tag <div class='post-footer'> , dan terakhir Simpan Template.



Sumber : http://unknown-mboh.blogspot.com/2012/08/cara-membuat-tombol-print-dan-pdf-di.html#ixzz2Ho9EL4qU

Minggu, 30 Desember 2012

Model Pembelajaran Kooperatif tipe GI (Group Investigation)



Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif tipe GI (Group Investigation)
Model pembelajaran kooperatif tipe GI (Group Investigation) dikembangkan oleh Shlomo dan Yael Sharan di Universitas Tel Aviv. Stahl (1999: 257-258) menyebutkan bahwa:group investigationin particular encourages students’ initiative and responsibility for their work, as individuals, as members of study groups, and as members of an entire class. The investigation combines independent study as weel as work in pairs and in small groups (from three to five students). When they complete their search, groups integrate and summarize their findings and decide how to present the essence of their work to their classmates.
Makna dari pendapat Stahl di atas menyatakan bahwa dalam investigasi kelompok siswa diberikan tanggung jawab terhadap pekerjaan mereka, baik secara individu, berpasangan maupun dalam kelompok. Setiap kelompok investigasi terdiri dari 3-5 orang, dan akhirnya siswa dapat menggabungkan, mempersentasikan dan mengikhtisarkan jawaban mereka.
Pelaksanaan investigasi kelompok menurut Stahl (1999: 265-266) dapat dilakukan dengan: chosing the problem to investigate, preparing for a group investigation task, and introducing the project, sedangkan guru dapat berperan dalam guiding the students and facilitating the process of investigation and helping maintain cooperative norms of behavior.
Pernyataan di atas mengandung makna bahwa pelaksanaan investigasi kelompok dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu memilih persoalan untuk diivestigasi, menyiapkan tugas investigasi kelompok dan memperkenalkan proyek yang berhubungan dengan materi pembelajaran. Sedangkan peran guru selama pembelajaran investigasi kelompok adalah: membimbing siswa dan memfasilitasi proses investigasi dan membantu menjaga aturan perilaku kooperatif.

Tahap-tahap Model Pembelajaran Kooperatif tipe GI (Group Investigation)
Menurut Slavin (1995: 113-114) dalam implementasi teknik group investigation dapat dilakukan melalui 6 (enam) tahap. Tahapan tersebut adalah: 1) identifying the topic and organizing pupils into groups, 2) planning the learning task, 3) carring out the investigation, 4) preparing a final report, 5) presenting the final report, and 6) evaluation. Dengan melihat tahapan tersebut, maka pembelajaran dengan teknik group investigation berawal dari mengidentifikasi topik dan mengatur murid kedalam kelompok, merencanakan tugas yang akan dipelajari, melaksanakan investigasi, menyiapkan laporan akhir, mempersentasikan laporan akhir dan berakhir pada evaluasi.
Dari uraian pendapat Slavin, di atas dapat dijelaskan bahwa dalam group investigation, para siswa bekerja melalaui enam tahapan. Tahapan-tahapan ini dan komponen-komponennya dapat dijabarkan sebagai berikut:
         1. Mengidentifikasikan topik dan mengatur siswa ke dalam kelompok.
a. Para siswa meneliti beberapa sumber, mengusulkan sejumlah topik dan mengkategotikan saran-saran.
b.   Para siswa begabung dengan kelompoknya untuk mempelajari topik yang mereka pilih.
c. Komposisi kelompok didasarkan pada ketertarikan siswa dan harus bersifat homogen.
d.  Guru membantu dalam mengumpulkan informasi dan memfasilitasi pengaturan.

         2. Merencanakan tugas yang akan dipelajari
Para siswa merencanakan bersama mengenai apa yang akan dipelajari, bagaiman memepelajarinya dan pembagian tugas .

      3. Melaksanakan investigasi
a) Para siswa mengumpulkan informasi, mengenai data dan membuat kesimpulan
b) Tiap anggota kelompok berkontribusi untuk usaha-usaha yang dilakukan kelompoknya.
c)  Para siswa saling bertukar, bediskusi, mengklasifikasi, dan mensintesis semua gagasan.

           4. Menyiapkan laporan akhir
a)     Anggota kelompok menentukan pesan-pesan esensial dari tugas mereka
b) Anggota kelompok merencanakan apa yang mereka laporkan, dan bagaiman mereka membuat pesentasinya.
c) Wakil-wakil kelompok membentuk panitia untuk mengkoordinasikan rencana-rencana presentasi.
                         5.Mempresentasikan laporan akhir
a)     Presentasi yang dibuat untuk semua kelas dan berbagai macam bentuk
b)     Presentasi harus dapat melibatkan peseta secara aktif
c) Para peserta mengevaluasi kejelasan dan penampilan presentasi berdasarkan keriteria yang telah ditentukan sebelumnya.
              6. Evaluasi
a)     Para siswa saling meberikan umpan balik mengenai topik tersebut.
b)     Guru dan murid berkolaborasi dalam mengevaluasi pembelajaran siswa.
c)     Penilaian atas pembelajaran harus mengevaluasi pemikiran paling tinggi.
d) Pendekatan lain untuk mengevaluasi dapat dengan membuat para siswa merekonstruksi proses investigasi yang telah mereka lakukan dan memetakan langkah-langkah yang telah mereka terapkan dalam pembelajaran mereka.
Slavin (1995: 113-114) menyebutkan bahwa dalam melaksanakan tugas investigasi siswa dapat: students gather information, analyze the data and reach conclusions, 2) each group member contributes to the group effort, and 3) students exchange discuss clarify, and synthesize ideas.
Dalam menyiapkan laporan akhir, aktifitas yang dilakukan adalah:1) group members determine the essential message of their project, 2) group members plan what they will report and how they will make their presentation and 3) group representatives form a steering committee to coordinate plans for the presentation.
Pada tahap mempersentasekan laporan akhir yang harus dipehatikan adalah the presentation is made to the entire class in a variety of forms, part of the presentation should actively involve the audience, and the audience evaluates the clarity and appeal of presentation according to criteria determined in advance by the whole class. Sedangkan dalam evaluasi, aktifitas siswa adalah students share feedback about the topik, about the work they did, and about their effective experiences (1) teachers and pupils collaborate in evaluating student learning, and (3) assessment of learning should evaluate higher-level thinking.
Pendapat tersebut mengandung pengertian bahwa dalam melaksanakan tugas investigasi siswa dapat mengumpulkan informasi, menganalisis, dan membuat simpulan, setiap anggota kelompok berkontribusi untuk usaha-usaha yang dilakukan kelompoknya, dan saling bertukar pikiran, berdiskusi, mengklarifikasi, dan mensintesis semua gagasan, sedangkan dalam menyiapkan laporan akhir, aktifitas yang dilakukan siswa adalah nggota kelompok menentukan pesan-pesan esensial dari pekerjaan mereka, anggota kelompok merencanakan apa yang akan mereka laporkan dan bagaimana membuat persentase, wakil-wakil kelompok membentuk sebuah tim untuk mengkoordinasikan rencana persentasi.
Dalam mempersentasikan laporan akhir, persentase harus dapat melibatkan pendengarnya secara aktif dan pendengar menevaluasi berdasrakan keriteria yang telah ditentukan sebelumnya, sedangakan pada tahap evaluasi, siswa saling memberikan umpan balik, kolaborasi guru dan murid dalam mengevaluasi pembelajaran dan penilaian atas pembelajaran harus mengevaluasi pemikiran yang paling tinggi.

Langkah-langkah Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe GI (Group Investigation) di Kelas
Langkah-langkah pembelajaran Group Investigation di dalam kegiatan pembelajaran di kelas  menurut Istarani (2011: 86) adalah sebagai berikut
1.    Guru membagi kelas dalam beberaoa kelompok heterogen
2.    Guru menjelaskan maksud pembelajaran dantugas kelompok
3.    Guru memanggil ketua kelompok dan setiap kelompok mendapat tugas satu materi atau tugas yang berbeda dari kelompok lain.
4. Masing-masing  kelompok membahas materi yang sudah ada secara kooperatif dan bersifat penemuan.
5.  Setelah selesai berdiskusi, juru bicara kelompok menyampaikan hasil pembahasan kelompok.
6.      Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus memberikan kesimpulan.
7.      Evaluasi
8.      Penutup

Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Kooperatif tipe GI (Group Investigation)
Kelebihan Model Pembelajaran Kooperatif tipe GI (Group Investigation)
Adapun kelebihan dari model pembelajaran ini adalah:
1.  Dapat memadukan antara siswa  yang berbeda kemampuan melalui kelompok heterogen
2.      Malatih siswa untuk meningkatkan  kerjasama dalam kelompok.
3.  Melatih siswa untuk memepertanggungjawabkan sebab ia diberi tugas untuk diselesaikan dalam kelompok.
4.  Siswa dilatih untuk menemukan hal-hal baru dari hasil investigasi kelompok yang dilakukan.
5.  Melatih siswa untuk mengeluarkan ide dan gagasan baru melalui penemuan yang ditemukannya (Istarani ( 2010: 87)

Kekurangan Model Pembelajaran Kooperatif tipe GI (Group Investigation)
Kekurangan dari model pembelajaran ini adalah;
1.      Dalam berdiskusi sering kali yang aktif hanya sebagian siswa
2.   Adanya pertentangan diantara siswa  yang sulit disatukan karena dalam kelompopk sering berbeda pendapat
3. Sulit bagi siswa untuk menemukan hal yang baru sebaba ia belum terbiasa  untuk melakukan hal itu.
4.      Bahan yang tersedia untuk melakukan penemuan kurang lengkap.

Sumber Bacaan :
1.  Istarani, 2011. 58 Model Pembelajaran Inovatif. Medan : Media Persada         
2.  Slavin, R.E. (1995). Cooperative Learning : Theory, Research, and Practice (Second Edition). Second Edition). Boston : Allyn and Bacon.
3.  Stahl, R. J. (1999). Cooperative Learning in Social Studies : A Handbook For Teacher. New York : Addision Wesley Publishing Company, Inc. 
Baca Juga Artikel Pendidikan Lainnya :