UNTUK CLOSE : KLIK LINK IKLAN DI BAWAH 1 KALI AGAR MELIHAT FULL ARTIKEL ^^


Kamis, 28 Juni 2012

Delapan Cara Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan


 
Pembelajaran merupakan suatu proses yang kompleks dan melibatkan berbagai aspek yang saling berkaitan. Dalam pembelajaran, guru berhadapan dengan sejumlah peserta didik dengan berbagai macam latar belakang, sikap, dan potensi, yang kesemuanya itu berpengaruh terhadap kebiasaannya dalam mengikuti pembelajaran. Misalnya masih banyak peserta didik kurang bernafsu untuk belajar dan membolos  terutama pada mata pelajaran, dan guru yang menurut mereka sulit atau menyulitkan. Untuk kepentingan tersebut guru dituntut membangkitkan motivasi belajar peserta didik. Karena motivasi merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Peserta didik yang memiliki motivasi belajar yang tinggi akan belajar dengan sungguh-sungguh. 
Untuk membangkitkan motivasi belajar peserta didik, setiap guru sebaiknya memiliki rasa ingin tahu, mengapa dan bagaimana anak belajar dan menyesuaikan dirinya dengan kondisi-kondisi belajar dalam lingkungannya. Guru juga sebaiknya mampu untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan.
Tulisan ini bermaksud untuk memaparkan  bagaimana menciptakan suatu pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan, sehingga peserta didik ter motivasi untuk mengikuti pelajaran di kelas.
Untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan diperlukan berbagai keterampilan, diantaranya keterampilan mengajar. Keterampilan mengajar yang sangat berperan dan menentukan kualitas pembelajaran, yaitu keterampilan bertanya, memberi penguatan, mengadakan variasi, menjelaskan, membuka dan menutup pelajaran, membimbing diskusi kelompok kecil,  mengelola kelas, serta mengajar kelompok kecil dan perorangan. 
Setiap keterampilan mengajar memiliki komponen dan prinsip-prinsip dasar tersendiri. Berikut ini delapan Keterampilan mengajar dan cara menggunakannya agar tercipta pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan : 

     A. Menggunakan Keterampilan Bertanya
Keterampilan bertanya sangat perlu untuk dikuasai oleh guru, karena hampir dalam setiap tahap pembelajaran guru dituntut untuk mengajukan pertanyaan, dan kualitas pertanyaan yang diajukan guru akan menentukan kualitas jawaban peserta didik.
      Keterampilan bertanya yang perlu dikuasai oleh guru meliputi keterampilan bertanya dasar dan keterampilan bertanya lanjutan.
  1. Keterampilan bertanya dasar mencakup; 
  • Pertanyaan yang jelas dan singkat; pertanyaan harus dibuat jelas dan singkat serta mempertimbangkan kemampuan berpikir dan perbendaharaan kata yang dikuasai peserta didik. Usahakan jangan sampai peserta didik tidak dapat menjawab pertanyaan hanya karena pertanyaan yang berbelit-belit atau karena peserta didik tidak mengerti pertanyaan yang yang diajukan. 
  • Pemberian acuan yaitu sebelum mengajukan pertanyaan guru perlu memberikan acuan berupa penjelasan singkat yang berisi informasi yang sesuai dengan jawaban yang diharapkan,
  • Memusatkan perhatian; pertanyaan juga dapat digunakan untuk memusatkan perhatian peserta didik,  
  • Memberi giliran dan menyebarkan pertanyaan; guru hendaknya     berusaha agar semua peserta didik mendapat giliran dalam menjawab pertanyaan, dan yang lebih penting adalah memberikan kesempatan berpikir kepada peserta didik sebelum menjawab pertanyaan yang diajukan. 
  1. Keterampilan bertanya lanjutan  meliputi;
  • Pengubahan tuntunan tingkat kognitif yaitu guru hendaknya mampu mengubah pertanyaan dari hanya sekadar mengingat fakta menuju pertanyaan aspek kognitif lain seperti penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi,  
  • Pengaturan urutan pertanyaan yaitu pertanyaan yang diajukan hendaknya mulai dari yang sederhana menuju yang paling kompleks secara berurutan,  
  • Pertanyaan pelacak, pertanyaan pelacak ini diberikan jika jawaban  yang diberikan siswa masih kurang tepat. Sedikitnya ada tujuh jenis pertanyaan pelacak yaitu :
·         Klarifikasi
·         meminta peserta didik memberikan alasan
·         Meminta kesepakatan jawaban
·         Meminta ketepatan jawaban
·         Meminta jawaban yang lebih relevan
·         Meminta contoh dan
·         Meminta jawaban yang lebih kompleks.
  • Mendorong terjadinya interaksi, untuk mendorong tejadinnya interaksi, sediktinya perlu memperhatikan dua hal berikut ini :
·         Pertanyaan hendaknya dijawab oleh seorang peserta didik, tetapi seluruh peserta didik diberi kesempatan singkat untuk mendiskusikan jawabannya bersama teman dekatnya.
·         Guru hendaknya menjadi dinding pemantul. Jika ada peserta didik yang beratanya, janganlah dijawab langsung, tetapi dilontarkan kembali kepada seluruh peserta didik. Dengan cara ini peserta didik dapat mempelajarai cara memberikan komentar yang wajar terhadap pertanyaan temannya.

BMemberi Penguatan
           Penguatan merupakan respons terhadap suatu perilaku yang dapat menimbulkan kemungkinan terulangnya kembali perilaku tersebut. Penguatan dapat dilakukan secara verbal berupa kata-kata dan kalimat pujian dan secara non verbal  yang dilakukan dengan gerakan mendekati peserta didik dan kegiatan yang menyenangkan. Penguatan bertujuan untuk 1) meningkatkan perhatian peserta didik terhadap pembelajaran, 2) merangsang dan meningkatkan motivasi belajar dan 3) membina perilaku yang produktif.
                  Penguatan dapat diberikan kepada pribadi tertentu, kepada kelompok tertentu, dan kepada kelas secara keseluruhan. Dalam pelaksanaannya penguatan harus dilakukan dengan segera, dan bervariasi. Terkait dengan itu maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan guru dalam memberikan penguatan;
  1. Penguatan harus diberikan dengan sungguh-sungguh 
  2. Penguatan yang diberikan harus memiliki makna yang sesuai dengan kompetensi yang diberikan penguatan 
  3. Hidarkan respon negative terhadap jawaban peserta didik 
  4. Penguatan harus dilakukan segera setelah suatu kompetensi di tampilkan.
  5. Penguatan yang diberikan hendaknya bervariasi.

C.     Mengadakan Variasi
      Mengadakan variasi merupakan keterampilan yang harus dikuasai guru dalam pembelajaran untuk mengatasi kebosanan peserta didik, agar selalu antusias, tekun , dan penuh partisipasi. Variasi dalam kegiatan pembelajaran meliputi;
  1. Variasi dalam gaya mengajar misalnya variasi suara, gerakan badan dan mimik, mengubah posisi, dan mengadakan kontak pandang dengan peserta didik. 
  2. Variasi dalam penggunaan media dan sumber belajar misalnya variasi alat dan bahan yang dapat dilihat, penggunaan sumber belajar yang ada di lingkungan sekitar
  3.  Variasi dalam pola interaksi misalnya dalam mengelompokkan peserta didik, tempat kegiatan pembelajaran, dan dalam pengorganisasian pesan ( deduktif dan induktif).

     D. Menjelaskan
            Penggunaan penjelasan dalam pembelajaran memiliki beberapa komponen yang harus diperhatikan, yaitu:
  1. Perencanaan meliputi isi pesan yang akan disampaikan harus sistematis dan mudah dipahami oleh peserta didik dan dalam memberikan penjelasan harus mempertimbangkan kemampuan dan pengetahuan dasar yang dimiliki oleh peserta didik.
  2. Penyajian dapat menggunakan pola induktif yaitu memberikan contoh terlebih dahulu kemudian menarik kesimpulan umum dan pola deduktif yaitu hukum atau rumus dikemukakan lebih dahulu lalu diberi contoh untuk memperjelas rumus dan hukum yang telah dikemukakan.

      E. Membuka dan menutup pelajaran
            Membuka dan menutup pelajaran yang dilakukan  secara profesional akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan pembelajaran. Membuka pelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan guru untuk menciptakan kesiapan mental dan menarik perhatian peserta didik secara optimal, agar mereka memusatkan diri sepenuhnya pada pelajaran  yang akan disajikan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai hal tersebut adalah:
  1. Menghubungkan materi yang telah dipelajari dengan materi yang akan disajikan.
  2. Menyampaikan tujuan (kompetensi dasar) yang akan dicapai. 
  3. Menyampaikan langkah-langkah kegiatan pembelajaran dan tugas-tugas yang harus diselesaikan untuk mencapai tujuan pembelajaran. 
  4. Mendayagunakan media dan sumber belajar yang sesuai dengan materi yang akan disajikan. 
  5. Mengajukan pertanyaan, baik untuk mengetahui pemahaman peserta didik terhadap pelajaran yang telah lalu maupun untuk menjajaki kemampuan awal berkaitan dengan bahan yang akan dipelajari.
Menutup pelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui pencapai tujuan dan pemahaman peserta didik terhadap materi yang dipelajari serta mengakhiri kegiatan pembelajaran. Untuk menutup pelajaran kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan adalah: 
  1. Menarik kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari   (kesimpulan bisa dilakukan oleh guru, oleh peserta didik, atau permintaan guru, atau oleh peserta didik bersama guru).
  2. Mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengukur tingkat pencapaian tujuan dan keefektifan pembelajaran yang telah dilaksanakan. 
  3. Menyampaikan bahan-bahan pendalaman yang harus dipelajari dan tugas-tugas yang harus dikerjakan (baik tugas individu maupun tugas kelompok) sesuai dengan materi yang telah dipelajari.
  4. Memberikan post tes baik secara lisan, tulisan, maupun perbuatan.

F.      Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
      Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur dan melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka untuk mengambil kesimpulan-kesimpulan dan memecahkan masalah. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membimbing diskusi adalah sebagai berikut :
  1. Memusatkan perhatian peserta didik pada tujuan dan topic diskusi
  2. Memperluas masalah atau urunan pendapat 
  3. Menganalisis pandangan peserta didik 
  4. Meningkatkan partisipasi peserta didik 
  5. Menyebarkan kesempatan berpartisipasi dan 
  6. Menutup diskusi
      Hal-hal yang perlu dipersiapkan guru agar diskusi kelompok kecil dapat digunakan secara efektif dalam pembelajaran adalah: 
  1. Pembentukan kelompok secara tepat 
  2. Memberikan topik yang sesuai
  3. Pengaturan tempat duduk yang memungkinkan semua peserta didik dapat berpartisipasi secara aktif.
G.    Mengelola Kelas 
Pengelolaan kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif, dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran. Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pengelolaan kelas adalah; kehangatan dan keantusiasan, tantangan, bervariasi, luwes, penekanan pada hal-hal positif, dan penanaman disiplin diri. 
Keterampilan mengelola kelas memiliki komponen sebagai berikut:
1.       Penciptaan dan pemeliharaan iklim pembelajaran yang optimal
  • Menunjukkan sikap tanggap dengan cara; memandang secara seksama, mendekati, memberikan pernyataan dan memberi reaksi terhadap gangguan di kelas.
  • Memberi petunjuk yang jelas. 
  • Memberi teguran secara bijaksana. 
  •  Memberi penguatan ketika diperlukan.
2.      Keterampilan yang berhubungan dengan pengendalian kondisi belajar yang optimal
  • Modifikasi perilaku yaitu mengajarkan perilaku yang baru dengan contoh dan pembiasaan, meningkatkan perilaku yang baik dengan penguatan, dan mengurangi perilaku buruk dengan hukuman. 
  • Pengelolaan kelompok dengan cara; peningkatan kerja sama dan keterlibatan, menangani konflik dan memperkecil masalah yang timbul.
  • Menemukan dan mengatasi perilaku yang menimbulkan masalah, misalnya mengawasi secara ketat, mendorong peserta didik untuk mengungkapkan perasaannya, menjauhkan benda-benda yang dapat mengganggu konsentrasi, dan menghilangkan ketegangan dengan humor.  

      H. Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan
            Pengajaran kelompok kecil dan perorangan merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap peserta didik, dan menjalin hubungan yang lebih akrab antara guru dengan peserta didik maupun antara peserta didik dengan peserta didik.
            Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan dapat dilakukan dengan:
  1. Mengembangkan keterampilan dalam pengorganisasian, dengan memberikan motivasi dan membuat variasi dalam pemberian tugas. 
  2. Membimbing dan memudahkan belajar, yang mencakup penguatan, proses awal, supervisi, dan interaksi pembelajaran. 
  3. Perencanaan penggunaan ruangan
  4. Pemberain tugas yang jelas, menantang dan menarik.
Untuk melakukan pembelajaran perorangan perlu diperhatikan kemampuan dan kematangan berpikir peserta didik agar apa yang disampaikan bisa diserap dan diterima oleh peserta didik. 
Selain beberapa komponen keterampilan mengajar  yang harus dimiliki oleh seorang guru untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan, guru juga harus kreatif, profesional, dan menyenangkan dengan memposisikan diri sebagai berikut; 
  1. Orang tua yang penuh kasih sayang pada peserta didiknya. 
  2. Teman, tempat mengadu, dan mengutarakan perasaan bagi para peserta didik. 
  3. Fasilitator yang selalu siap memberikan kemudahan, dan melayani peserta didik sesuai dengan minat, kemampuan, dan bakatnya. 
  4. Pemberi sumbangan pemikiran kepada orang tua untuk dapat mengetahui permasalahan yang dihadapi anak dan memberikan saran pemecahannya.
  5. Memupuk rasa percaya diri, berani dan bertanggung jawab kepada peserta didik. 
  6. Membiasakan peserta didik untuk saling bersilaturrahmi dengan orang lain.
  7. Mengembangkan kreativitas peserta didik.
Dengan memiliki beberapa keterampilan mengajar yang telah diuraikan di atas diharapkan guru tidak lagi menjadi figur yang menakutkan bagi peserta didiknya, sehingga peserta didik akan senantiasa memiliki perasaan yang nyaman jika berada dalam proses pembelajaran dan akan senantiasa memiliki motivasi yang tinggi untuk  
Sumber: Mulyasa, E. 2011.Menjadi Guru Profesional. Bandung : Remaja Rosdakarya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar