Aku Yang Menyimpang Dari ZamanPurwantoKarena aku yang terlalu luguTerasa sesak nafaskuManakala ku jelajahi jejaring dunia mayaAhhh... sedemikian hebatkah kebebasan ini?Jutaan wanita yang suci tak lagi peduli kesuciannyaJutaan lelaki girang menyambutnyaObrolan tak lagi dibatasi normaAhhh...sedemikian lugukah aku?Semula hanya kata-kata yang bersahutanLalu jadi bujuk rayuanTak lama dua jiwa yang buta bertautanAhhh...kenapa tak mengindahkan tuntunanRibuan ibu menangis karena anaknya hilangRibuan suami menangis karena istrinya hilang akalRibuan orang menagis karena hartanya melayangAhhh... betapa kemalangan menimpa kitaMungkinkah aku air yang menyimpang?Tak bisa mengalir bersama arus yang menerjangArus yang keruh menutup qalbuAhhh...Kenapa tak ada embun pembasuh qalbu?Wahai kasihku, kau yang selama ini menerangikukeluarlah dari negeri yang terombang-ambing iniMari menyebrang ke negeri yang terangAhhh... Jika tidak, aku akan sendiri, merana dan mati mudaKucoba membuka gerbang negeri yang terangKu ajak semua menyebrangTapi aku tetap sendiri, tak ada yang memandangAhhh...Mungkin karena aku yang menyimpang dari zamanCirebon, 26 Maret 2013
Tampilkan postingan dengan label Purwanto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Purwanto. Tampilkan semua postingan
Minggu, 31 Maret 2013
Puisi Aku Yang Menyimpang Dari Zaman | Purwanto
Minggu, 24 Maret 2013
Puisi Ratune "Negeri Yang Seharusnya Berjaya" | Purwanto
RatunePurwantoKata Orang:Negeri ini adalah negeri 1001 budayaNegeri 1001 bahasa,Negeri 1001 sastra,Negeri 1001 tari,Negeri 1001 candi,Negeri 1001 kuliner,Negeri 1001 hayati,Negeri 1001 satwa,Negeri 1001 mineral,Negeri 1001 sumber energi." Negeri yang seharusnya rakyatnya tidak sengsara"" Negeri yang seharusnya tidak dirasuki jiwa yang serakah"Apakah salah jika beratus tahun yang laluDua Raja yang pujangga meramal masaAkan datang mala petakaAtau kita yang tak tanggap akan pesannya."Ratune nyembah kawula" adalah kalimat yang teramat sempurna.Akankah kita mengalaminya????"Ratune nyembah kawula"Ratu yang tidak membiarkan kawulanya sengsara.Ratu yang puasa saat kawulanya lapar.Ratu yang telanjang saat kawulanya tak punya sandang."Ratune nyembah kawula"Ratu yang bertani menanami negeri.Ratu yang merajut menenun sandang.Ratu yang berdagang saat kawulanya berkarya."Ratune nyembah kawula"Ratu yang jadi guru untuk kawulanya yang dungu.Ratu yang membaca untuk kawulanya yang buta.Ratu yang menulis untuk kawulanya yang tuli,"Ratune nyembah kawula"Ratu yang menangis saat kawulanya sakit.Ratu yang terjaga saat wabah meraja.Ratu yang berjaga saat datang bencana."Ratune nyembah kawula"Ratu yang menempa senjata.Ratu yang didepan saat berperang.Ratu yang murka jika kawulanya dihina.Ratu tanpa pengawal.Ratu yang dirampas dari kerabatnya.Ratu yang jiwanya dikorbankan."Ratune nyembah kawula"Ratu yang mengerti budi pekerti.Ratu yang mengerti potensi negeri.Ratu yang mengerti 1001 masalah negeri.Akankah kita menemukannya????Saat ratu mulai bertahta.Bukan pesta yang pertama.Tapi menanam yang utama.Sebab kawula menahan lapar.Sang ratu membuka lahan.Sang ratu mengatur banyu.Sang ratu membuat bajak.Sang ratu meramu rabuk.Jika padi berumur cukup.Kawula bersuka cita.Sang ratu membangun lumbung.Agar lebih dapat ditabung.Jika cukup padi di lumbung.Sang ratu jadi pandita.Menggembleng para pemuda.Luhur budi, tinggi pekerti.Waktunya menyusun hukum.Karena dulu …saat raja-raja senang berpesta.Kawula memakai hukum rimba.Saat raja-raja hilang kharisma.Kawula membabi-buta.Lupa aturan hilang tatanan.Pandita dikekang, guru ditentang.Saatnya sang ratu mengangkat gada.Mendera raja-raja.Agar Raja nyembah kawula.Hingga kawula lepas sengsara.Cirebon, 5 Maret 2013