UNTUK CLOSE : KLIK LINK IKLAN DI BAWAH 1 KALI AGAR MELIHAT FULL ARTIKEL ^^


Tampilkan postingan dengan label Noor Sam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Noor Sam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 September 2010

Puisi Kangen | Noor Sam

Kangen
Noor Sam

di mana jiwa menaruh percaya pada janji sementara kangenku senantiasa bersapa dengan kebohongan kepada siapa kemesraan dan kasih sayang dihanyutkan sedangkan di taman itu masih terhampar sunyi menampik segala warna-warni harapan kini aku bertanya pada bunga kebenaran yang mekar di atas tanah kehidupan kau telah menyatu pada mata api itu panasmu memisau-misau pada tiap helai daun menggugurkan harapan, menghanguskan setiap impian lalu jiwa ini kosong tak bermakna menjadi kepompong lampus di tengah hiruk pikuknya kata-kata hanya kata-kata apakah karena aku hanyalah perindu yang ditakdirkan untuk hanyut dalam kepulan asapmu maka aku bertanya pada bunga kehidupan: di mana tumbuh benih cinta yang kau semaikan?

April 2010

Menempuh Garis Cinta

Menempuh Garis Cinta
Noor Sam

menempuh garis-garis cinta yang berlumut adalah menyerahkan birahi dalam kobaran angan lalu musim berganti daun-daun meranggas cuaca sunyi membeku di kulkas sendu dan matahari sendirian membangun keheningan lewat dzikir-dzikir sedih kepastian mengendap bercampur kerikil tajam dan serpihan debutak ada bunga-bunga para reranting kering karena panas yang disemburkan semesta keraguan dan kupu-kupu tanpa sayap bergeleparan di pasir menghayati hambarnya garam sepanjang pantai kusam beginilah cinta yang melepuh hanyut dari derasnya gelombang sungai keruh bersama khalwat lumut dalam perjalanan kabut mengepul pada bayangan hitam berbentuk maut

Maret 2010

Menanti Kabar

Menanti Kabar
Noor Sam

di ujung jalan kosong kunanti kabar bunga-bunga sambil memaklumi bumi yang kian terasing kecemasan pun merayap menjejali ruang tamu menahan keinginan-keinginan dan geriap air mata kini kumasuki konser sunyi yang gaduh tanpa suara untuk menghikmati nyanyian badai dalam renungan mampus sambil menggali lubang lengang yang mengubur aroma mawar menggaungkan kemerduan gagak hitam menyambut jiwa sasar di sini kapal yang bertahun-tahun kutumpangi terdampar dalam samudra kenangan malam bersama pulau-pulau yang kian temaram oleh impian-impiannya yang terapung di atas ombak dan luka-luka masa lampau yang semakin bengkak di samudra gejolak yang riuh oleh suara kematian musim tak henti-hentinya merekayasa hujan yang arus siapa menyumpahi keadaan sepanjang konser sunyi selain harmoni kegelisahan dan suara daun berguguran

Februari 2010

Puisi Di Kegelapan Malam | Noor Sam

Di Kegelapan Malam
Noor Sam

di kegelapan malam perjalanan ini ada kesadaran mendatangi hakikat sebelum meronta jiwa pada kekekalan api di kegelapan malam perjalanan ini hanya ada kerinduan ranjang pada desah terperangkap dalam kusutnya kelambu sepi sementara birahi tetap menawarkan dosa dan nanah di kegelapan malam perjalanan ini pikiran-pikiran mengejar kemustahilan lalu menguburkan diri pada kehausan abadi sementara gugusan galaksi dan bulan setia mengasuh kenangan buruk dan perselingkuhan mimpi di kegelapan malam perjalanan ini hidup pelan-pelan berubah butiran angin karena kebenaran bahasa sebatas pendengaran orang tuli di kota-kota yang kaku dan dingin lalu kesedihan menjadi nafas bumi sedang merangkaki halaman cermin sendiri di kegelapan malam perjalanan ini keinginan pada cahaya dan hangat matahari dilebur arus gelap mata hati yang suntuk merangkai keping-keping penyesalan diri menjadi kemurungan nasib mengalir sepanjang sungai kesementaraan nikmat dan hasrat duniawi menuju laut mati

Januari 2010

Getaran Jiwa


GETARAN JIWA

Noor Sam

ini kali pertama
kurasa getaran yang sama
seperti kali pertama bertemuku
bertanya pada diriku
bertanya pada hati
getaran apakah ini?
sementara rinduku terus mendera
ada rasa yang tumbuh kian dalam
barulah kusadari
jika cinta tak mengenal syarat
dan tak pernah bertanya
ia datang menerpa seperti angin
seperti perangkap
yang tak bermata
menjerat dan membangkitkan
segala rindu
kini hasrat terasa meluap
mengaliri inci demi inci detak jantungku
meski kuingin mengakhirinya
ku masih tak mampu

Maret 2009

Puisi Dibawah Purnama


DI BAWAH PURNAMA
Noor Sam

pada batas langit dan bumi
pada kali pertama
tali gendewa dilesatkan
menikam cinta
di bawah purnamaku berguru pada alam
pada setiap kesedihan
terhujam aura gelap
yang mesti dipunahkan
mengapa selalu hadir gelisah
diantara degub yang menderu
ada selalu rasa itu
menghantui nafas dan malamku
kini aku bersujud pada waktu
menyerahkan gairah
dan janji semu pada segala tatap
yang penuh tanya
ini kali menyergap di ujung hati

April 2009

Puisi Topeng | Noor Sam


TOPENG
Noor Sam

ada batu cadas yang terbelah hujan
angin dan matahari
ketika inginku menelikung deras
menerba seribu wajah yang tertekan
mestikah melepas jati diri
terpuruk angan semu
angin tetap berjalan
mengitari rasa yang terpendam
bayangan hitam hari sunyi
membelit setiap nafas dan harap
keinginan berlalu beku
dalam bayang yang memagari rupa
tak sanggup aku teruskan
memasangi wajah dengan topeng
berteman dengan dusta dan sandiwara
hati telah jauh tertinggal
ingin kudekap malam dalam sahaja
ingin kureguk hari
apa adanya tanpa topeng

Februari 2009

SEBUAH MIMPI | Noor Sam


SEBUAH MIMPI

Noor Sam

ada seutas tali
tempatku panjatkan harap
tapi terlampau rapuh
terlalu besar kuberharap
darinya
inikah jalan yang kau bentangkan itu?
aku tetap berharap akan ada cahaya
dalam gelap
menepis segala pikiran buruk
masih adakah celah suaramu
membelah batu
mengikis tanah tandus
ketika jalan kiat surut?
segumpal harapan masih kutebar
mimpi semakin jauh
semakin tertinggal
ini jadi pecundang sejati
yang terkapar

Januari 2009